Showing posts with label Read via iJak. Show all posts
Showing posts with label Read via iJak. Show all posts
New York After The Rain
"Tidak ada kata terlambat untuk cinta, mencintai, dan dicintai." Paola, hlm. 223.

By Vira Safitri
2.5 of 5 stars

Image Source: Goodreads.com
Penyunting       :  Irna Permanasari
Desain Sampul : Marcel A. W.
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit     : 2015
Tebal Buku       : 288 Halaman
ISBN                : 9786020315065
Baca via iJakarta

Tidak ada yang tahu bahwa Julia Milano adalah sosok di balik penulis best seller terbitan BlackInk, tempat Julia bekerja sebagai editor.


Ketika Ethan Hall, sutradara ternama, ingin mengangkat salah satu karya Julia ke layar lebar, mau tidak mau Julia harus membuka topeng yang selama ini ia kenakan dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pemuda itu.

Tapi siapa sangka, kedekatan membawa mereka pada skenario yang membuat luka hati dan rahasia-rahasia yang mereka sembunyikan tersibak.

Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun....


***
New York After The Rain merupakan novel Amore Gramedia Pustaka Utama yang pertama kali aku baca. Jujur, aku agak ragu saat membaca novel ini karena di Goodreads kebanyakan rating novel Amore begitu tiarap. Bahkan, jarang yang mencapai rating di atas tiga. Akan tetapi, beberapa hari lalu aku melihat novel ini berseliweran di Goodreads. Aku jadi penasaran kenapa novel ini jadi banyak yang membaca.

Daylight
"Kalau dua orang terikat merasa tak punya satu topik pun untuk dibicarakan, kurasa mereka perlu memugar hubungan itu kembali."

By Robin Wiaya
3 of 5 stars

Image Source: Goodreads.com
Penyunting     : Andriyani
Penerbit          : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit   : 2015
Tebal Buku     : 296 halaman
ISBN               : 9786020277349
Baca via iJakarta

Bandung 

Sebuah wujud dari mimpi. Satu pesan masuk. Gabriel dinyatakan lolos pada audisi tahap awal sebuah kompetisi memasak yang selama ini merupakan impiannya. 


Batam 
Sebuah pemakaman. Satu panggilan telepon. Mantan istri Gabriel dikabarkan tewas dalam sebuah kecelakaan, dan meninggalkan si kecil Kate, anak hasil pernikahan mereka dulu. Seketika Gabriel harus memilih; mengejar mimpi atau mengambil kembali perannya sebagai ayah. 



Jakarta 
Sebuah kompetisi. Kekacauan terjadi. Gabriel mengambil kesempatannya untuk mengejar mimpi dan meninggalkan Kate bersama Amanda, kekasihnya, selama mengikuti kompetisi di Jakarta. Hingga kekacauan itu terjadi dan dia menyesali keputusan yang telah diambilnya.



Editor's Note 
Daylight merupakan sekuel dari karya Robin Wijaya sebelumnya, berjudul Nightfall (2014)


***
Daylight merupakan sekuel dari karya Robin Wijaya sebelumnya, yakni Nightfall. Bila Nightfaal menceritakan kisah Natalie, maka Daylight menceritakan kisah Gabriel, kakak dari Natalie. Kali ini, Robin Wijaya mencoba untuk menyoroti kisah peserta salah satu acara televisi yang cukup populer, yakni kompetisi memasak. Berangkat dari hal ini, Robin mencoba untuk membangun kisah Gabriel.

1/6
"Kau seorang dokter, Sam. Setiap aku terluka, kau bisa sembuhkan aku."--Kai.

By Flazia
2 of 5 stars

image source: goodreads.com
Penyunting       : Anin Patrajuangga
Desainer           : Jang Shan dan Lisa Fajar R.
Penata Isi          : Abdurrahman
Penerbit            : Grasindo
Tahun Terbit     : 2014
Tebal Buku       : 232 halaman
ISBN                 : 9786022517191
Baca via iJakarta


“Tidak Butuh Satu Detik untuk Mencintaimu…”


Samantha Arin:
Dia adalah Kai Takahashi, seorang aktor, vokalis sekaligus gitaris band terkenal Mr. Sky. Pagi tadi kakeknya meninggal. Dia pasti bersedih karena hal itu. 
“Aku turut berduka cita, aku tahu ini membuatmu sedih. Aku mengerti apa yang kau rasakan…”
“Kau mengerti?” ujar Kai sinis padaku. “Skenario apa sih yang kalian hafalkan? Kenapa semua dokter selalu bilang tahu apa yang kurasa, tapi wajah kalian tetap tampak begitu tenang? Kalau kalian tahu bagaimana rasanya, kalian tidak akan setenang itu! Sadar tidak sih kalau kalian itu sok tahu?!”



Kai Takahashi:
“Sok tahu?! Dengar ya, kami tidak sok tahu! Kami hanya berusaha membantu!”
“Aku tidak butuh bantuan!” ujarku. “Aku... aku hanya… butuh Kakekku…”
“Kau butuh Kakekmu? Kalau begitu kau butuh mati!” ucap gadis berjas putih itu marah.
A-Apa? Mati dia bilang?
“Kau terkejut mendengar skenario yang tidak pernah kau dengar sebelumnya? Kau perlu tahu kalau kami tidak bersandiwara! Kami mengabdi mempertaruhkan hidup untuk semua pasien yang membutuhkan kami! Dan itu bukan sandiwara seperti yang biasa kau lakukan di drama!”


***

Membaca 1/6 merupakan hal yang cukup tidak biasa bagiku. Mengapa? Karena 1/6 merupakan jenis novel yang aku hindari. Novel bertema Jepang atau Korea yang ditulis oleh penulis Indonesia merupakan bentuk novel yang aku hindari. Entahlah. Aku biasanya hanya merasa tidak cocok saja saat harus membacanya. Akan tetapi, entah mengapa pula akhirnya aku tertarik untuk membaca 1/6. Mungkin aku termakan blurb, mungkin juga karena aku memang sedang ingin membaca novel yang ringan.
French Pink

By Prisca Primasari
3 of 5 stars

Image Source: goodreads,com
Penyunting    : Anin Patrajuangga
Penerbit         : Grasindo
Tahun Terbit  : Oktober 2014
Tebal Buku    : 80 halaman
ISBN             : 9786022516873
Baca via iJakarta


Di Distrik Jiyugaoka yang mungil, cantik, dan berwarna-warni, Hitomi tiba-tiba bertemu pria aneh yang mengungkit-ungkit tentang kematian.


Siapa sebenarnya pria itu? Dan... lho, lho, mengapa dia jadi menyuruh Hitomi mencarikan syal warna French Pink? Mana mungkin sih pria beraura gelap seperti itu menyukai warna pink? Dan untuk apa juga?

Ck. Sungguh. Pria itu benar-benar merepotkan Hitomi


***
Yeay. Aku kembali membaca karya Prisca Primasari lagi. Hoho. Jadi, sebenarnya novel ini--atau novela sebenarnya julukannya?--lagi-lagi aku temukan di iJak. Sumpah ya, aku kayaknya beneran disumpahin sama orang yang waktu itu presentasi di Pesta Pendidikan, aku jadi keranjingan baca iJak. Haha.

Hitomi, seorang pemilik toko pita di Distrik Jiyugaoka, mengalami depresi dan seakan tidak memiliki semangat hidup. Bahkan, ia memutuskan untuk bunuh diri saja. Suatu hari, di tengah-tengah depresinya itu, Hitome bertemu dengan seorang pria yang cukup aneh. Pria itu mengenakan pakaian serba hitam. Bahkan, rambutnya pun berwarna hitam kelam. Namanya Hane, yang bisa diartikan sebagai feather atau bulu.

Evergreen
Hidup itu sangat berharga

By Prisca Primasari
4 of 5 stars

Image source: goodreads.com
Penyunting                            : Anin Patrajuangga
Penata Isi                              : Lisa Fajar Riana
Desain Sampul dan Ilustrasi : Lisa Fajar Riana
Penerbit                                 : Grasindo
Tahun Terbit                          : 2013
Tebal Buku                            : 203 halaman
ISBN                                     : 9786022510864
Baca via iJakarta

Konichiwa! Selamat datang di Evergreen, kafe es krim penuh pelayan baik hati, lagu The Beatles akan melengkapi hari-harimu. Tempat yang menghangatkan, bahkan bagi seorang gadis pengeluh dan egois sepertimu, Rachel!


Di kafe itu, kau menemukan sebuah dunia baru, juga pelarian setelah dipecat dari pekerjaanmu. Menurutku itu bagus! Apa enaknya sih kerja jadi editor?



Namun, sebenarnya butuh berapa banyak kenangan dan sorbet stroberi untuk mengubah sifat egoismu? Atau yang kau butuhkan sebenarnya hanya kasih sayang? Mungkin dariku, si pemilik kafe? Hmmm?



***

Halo! Ah, aku senang sekali akhirnya bisa membaca Evergreen. Seingatku, Evergreen merupakan salah satu novel yang masuk rak to-read di akun Goodreadsku. Sebenarnya, aku sudah pernah membaca karya Prisca Primasari sebelumnya. Novel Kak Prisca yang pernah aku baca itu Eclair dan Paris. Jujur saja, aku jadi penasaran sebenarnya, apakah Kak Prisca memang penulis yang memiliki spesialisasi menulis berdasar latar tempat. Ketiga novel yang aku baca ini semuanya mengambil latar tempat di luar negeri. Mulai dari Eclair yang bertempat di Rusia, lalu Paris yang bertempat di Perancis, dan Evergreen yang mengambil tempat di Jepang.

The School for Good and Evil
(Sekolah Kebaikan dan Kejahatan)
Di hutan purbakala
Berdirilah Sekolah Kebaikan dan Kejahatan
Dua menara bagai kepala kembar
Satu untuk yang tulus, satu untuk yang keji
Sia-sia mencoba kabur
Satu-satunya jalan keluar adalah melalui dongeng

The School for Good and Evil #1

By Soman Chainani
3 of 5 stars

Image source: goodreads.com
Alih Bahasa        : Kartika Sofyan
Penyunting          : Agatha Kristanti
Penata Letak        : Veranita
Desain                 : Yanyan Wijaya
Penerbit               : Bhuana Sastra
Tahun Terbit        : 2014
Jumlah Halaman : 580 halaman
ISBN                   : 9786022497561
Baca via iJakarta


Tahun ini, Sophie dan Agatha digadang-gadang menjadi murid Sekolah Kebaikan dan Kejahatan yang legendaris, tempat anak-anak laki-laki dan perempuan dididik menjadi pahlawan dan penjahat dalam dongeng. Dengan gaun pink, sepatu kaca, dan ketaatannya pada kebajikan, Sophie sangat yakin akan menjadi lulusan terbaik Sekolah Kebaikan sebagai putri dalam dongeng. Sementara itu, Agatha, dengan rok terusan warna hitam yang tak berlekuk, kucing peliharaan yang nakal, dan kebenciannya pada hampir semua orang, tampak wajar dan alami untuk menjadi murid Sekolah Kejahatan.


Namun ketika kedua gadis itu diculik oleh Sang Guru, terjadi sebuah kesalahan. Sophie dibuang ke Sekolah Kejahatan untuk mempelajari Kutukan Kematian; sementara Agatha masuk ke Sekolah Kebaikan bersama para pangeran tampan dan putri cantik mempelajari Etiket Putri. Bagaimana jika ternyata kesalahan ini adalah petunjuk pertama untuk mengungkap diri Sophie dan Agatha yang sesungguhnya?



Sekolah Kebaikan dan Kejahatan menawarkan petualangan luar biasa dalam dunia dongeng yang menakjubkan, di mana satu-satunya jalan keluar dari dongeng adalah... bertahan hidup. Di Sekolah Kebaikan dan Kejahatan, kalah bertarung dalam dongengmu bukanlah pilihan.


***

Sebenarnya, beberapa waktu lalu aku kepo banget sama novel ini. Waktu aku ke toko buku, rasanya pengin nyomot buku ini karena memang blurbnya bagus. Ahh, rupanya aku kurang beruntung dalam segi finansial. Iya. Tahun ini hampir nggak dapet THR :( Ish. Padahal kan pengin bisa beli novel banyak. Berhubung kesel nggak bisa dapet THR banyak-banyak, akhirnya aku lagi-lagi memanfaatkan iJak. Haha. Dan, tiba-tiba saja novel ini nongol dan tanpa pikir panjang langsung aku pinjam, By the way, sampai tulisan ini ditulis, yang pinjem masih sedikit loh. Masih banyak copy yang tersedia untuk novel ini di iJak. Jadi, kalau mau baca, sila kunjungi iJakarta ya. Hehe. 

Biasanya yang berbeda menjadi jahat.

Ketertarikanku terhadap novel ini tentunya dari judulnya. The School for Good and Evil. Otomatis, aku bertanya-tanya dong. Ini cerita tentang apa? Apalagi, waktu baca blurbnya, aku langsung tertarik. Ditambah lagi, ilustrasi yang digunakan untuk sampul novel ini unik dan bikin aku pengin baca. Aku memang pembaca lintas genre. Fantasi merupakan salah satu genre yang aku suka. Sehingga, adanya novel ini membuatku girang sendiri.