Showing posts with label Romance. Show all posts
Showing posts with label Romance. Show all posts

Marriage Story
I never really came alive for myself; I was only feeding his aliveness.

Marriage Story. Sumber: IMDb.com
Judul: Marriage Story
Genre: Comedy, Drama, Romace
Sutradara: Noah Baumbach
Penulis naskah: Noah Baumbach
Pemain: Adam Driver, Scarlett Johansson, Laura Dern
Durasi: 137 menit

A stage director and his actor wife struggle through a gruelling, coast-to-coast divorce that pushes them to their personal and creative extremes.
***

Memutuskan untuk menonton Marriage Story merupakan suatu hal yang.. yaa.. bukan depresif, sih. Lebih ke.. menarik untuk ditarik pembelajarannya. Bisa dibilang, Marriage Story berhasil menyajikan kisah drama rumah tangga yang sangat realistis. Tidak seperti film drama lainnya, Marriage Story betul-betul menggambarkan kehidupan rumah tangga yang jauh dari sempurna.

Tentang Marriage Story


Nicole (Scarlett Johannson) merupakan seorang aktris teater. Ia menikah dengan Charlie (Adam Driver) dan dikaruniai seorang anak bernama Henry (Azhy Robertson). Charlie sendiri adalah sutradara teater yang dimainkan oleh Nicole. Setelah menjalani kurang lebih lima tahun pernikahan, akhirnya pada satu titik, Nicole dan Charlie memutuskan untuk berpisah.

Keseluruhan proses perpisahan itulah yang dicoba ditampilkan dalam Marriage Story. Mulai dari ketika Nicole mulai menggunakan jasa Nora Fanshaw (Laura Dern) sebagai pengacaranya, Charlie yang harus bolak-balik New York dan Los Angeles untuk mengurus teaternya dan membagi waktu bersama anaknya, perjuangan masing-masing menghadapi proses perceraian, hingga bentuk kefrustrasian masing-masing.

Yang saya sukai dan tidak sukai dari Marriage Story


Sumber: pinterest.com, edited by me

Sebagai sebuah film drama romans, menurut saya Marriage Story berhasil mengambil sisi lain dari genre itu sendiri. Dikatakan bahwa pada dasarnya, Noah Baumbach mengambil cerita ini dari kisahnya sendiri. Itulah yang menyebabkan film ini terasa sangat personal. Dalam penceritaannya, memang tidak ada suatu konflik yang begitu dahsyat di antara Nicole dan Charlie. Akan tetapi, saya bisa melihat bahwa, pada akhirnya seseorang dapat merasa lelah dan capek dengan keadaan yang mereka miliki.

Akan tetapi, dengan durasi yang menyentuh dua setengah jam, jujur saja alur film ini cukup lambat. Saya memang penasaran dengan akhir cerita, akan tetapi lambatnya alur membuat saya sedikit terganggu. Lalu, apabila disebutkan bahwa film ini memiliki genre komedi, jujur komedi yang ditampilkan hanyalah beberapa kilas saja. Bukanlah unsur yang dominan dalam film ini.

Yang saya pelajari


Film ini seolah menegaskan bahwa kehidupan rumah tangga itu bukanlah suatu hal yang sempurna. Akan ada banyak celah di dalamnya. Ketika dua orang yang betul-betul sempurna memilih untuk tidak bersatu, ya mungkin hal itulah yang akan terjadi. Tak ada satupun hal yang bisa membuat kedua orang tersebut tetap bersama meskipun masih ada perasaan yang tertinggal apabila memang sudah ada yang terluka.

Salah satu adegan favorit saya adalah ketika Charlie bernyanyi. Entah mengapa, saya bisa betul-betul melihat kefrustrasian Charlie. Bagaimana ia telah menghabiskan waktu, tenaga, dan juga materi untuk menjalani proses perceraiannya dengan Nichole. Sedangkan untuk Nichole, saya masih menyukai karakternya, tapi saya menyayangkan porsi dirinya bersama dengan Henry tidak terlalu terekspos.

Terakhir, adalah adegan klimaks yang berhasil memporak-porandakan emosi saya ketika menonton film ini. Di situlah terungkap betapa kedua orang yang dulunya saling mengerti, bisa saling tidak mempercayai pada akhirnya.

Kesimpulan


Saya mengakui bahwa film ini sangatlah realistis. Akan tetapi, entahlah, mungkin karena saya tidak memiliki experience yang sama dengan tokohnya, saya tidak merasakan emosinya yang begitu dalam. Meski demikian, saya menyarankan kalian untuk menonton film ini. Bagaimanapun, kalian harus menyadari bahwa kehidupan rumah tangga bukan hanya soal bagaimana saya dapat berbahagia dengan pasangan saya, tapi bagaimana saya bisa tetap mengaktualisasikan diri ketika saya telah menikah.

7 dari 10 bintang untuk lagu yang dinyanyikan Charlie.

Sincerely,
Puji P. Rahayu


Resign!

oleh Almira Bastari

4 dari 5 bintang

Image credit: goodreads.com
Judul: Resign
Penulis: Almira Bastari
Genre: Roman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku: 288 halaman
Tahun terbit: Januari 2018
ISBN: 9786020380711
Baca via Gramedia Digital

Kompetisi sengit terjadi di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Pesertanya adalah para cungpret, alias kacung kampret. Yang mereka incar bukanlah penghargaan pegawai terbaik, jabatan tertinggi, atau bonus terbesar, melainkan memenangkan taruhan untuk segera resign!
Cungpret #1: AlranitaPegawai termuda yang tertekan akibat perlakuan sang bos yang semena-mena.
Cungpret #2: CarloPegawai yang baru menikah dan ingin mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.
Cungpret #3: KareninaPegawai senior yang selalu dianggap tidak becus tapi terus-menerus dijejali proyek baru.
Cungpret #4: AndrePegawai senior kesayangan si bos yang berniat resign demi dapat menikmati kehidupan keluarga yang lebih normal dan seimbang.
Sang Bos: TigranPemimpin genius, misterius, dan arogan, tapi sukses dipercaya untuk memimpin timnya sendiri pada usianya yang masih cukup muda.

Resign sebenarnya tidak sulit dilakukan. Namun kalau kamu memiliki bos yang punya radar sangat kuat seperti Tigran, semua usahamu pasti akan terbaca olehnya. Pertanyaannya, siapakah yang akan menang?


Informasi lengkap dapat dibaca di:

Ketika ketika membicarakan pekerjaan, tentunya yang sangat kita inginkan adalah, kita bisa mendapatkan great job. Bukan sekadar good job, atau bahkan job saja. Memangnya apa bedanya? Singkat kata, great job adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion kamu dan mencukupi kebutuhan kamu akan finansial. Pastinya, mencari great job tidak akan mudah. Kadang kala, hal inilah yang mendorong seseorang untuk melakukan resign dari pekerjaannya.

Di salah satu kantor konsultan yang terletak di Jakarta, empat orang karyawan dalam satu tim menginginkan untuk melakuan resign. Alasan mereka pun berbeda-beda, mulai dari yang merasa kurang dihargai, menginginkan gaji yang lebih sesuai, hingga rasa sebal yang memuncak kepada sang manajer. Yang pasti, keinginan resign dari keempatnya lah yang menciptakan suatu taruhan. Siapa yang paling cepat resign, akan mendapatkan keuntungan tersendiri.

Bagi Alranita, bertahan selama dua tahun di bawah pimpinan Tigran, manajer timnya yang perfeksionis dan bisa dibilang sadis dalam memimpin, sudah cukup membuat dirinya jantungan. Alranita pun memutuskan untuk resign apabila sudah berhasil mendapatkan penawaran yang lebih baik di perusahaan lain. Karen,  Carlo, dan Andre, juga memiliki ambisi yang sama dengan Alranita. Mereka sama-sama ingin melakukan resign karena alasan masing-masing. Lalu, apakah usaha mereka berhasil? Ternyata, semua punya kisah masing-masing dan tentunya, tidak mudah untuk benar-benar resign dari "asuhan" Tigran.

Bagi saya, Resign ini sangat khas novel metropop. Selain menceritakan huru-hara pekerjaan, tentunya ada romansa yang terselip. Apakah kemudian saya keberatan dengan hal tersebut? Tentunya tidak. Saya malah senang saat membacanya. Bagaimanapun, alasan saya membaca novel semacam ini adalah untuk mengembalikan mood membaca saya yang cukup berantakan. Maka dari itu, saya pun memilih novel yang cukup ringan dan Resign ini menurut saya cukup menyenangkan untuk dibaca.

Selain kesukaan saya terhadap kisah romansa yang ada, setidaknya saya sedikit memahami bagaimana dunia kerja sebagai konsultan. It wouldn't be easy. Setidaknya, hal tersebut memberikan sedikit gambaran bagi saya yang notabene masih awam dalam dunia kerja.

Untuk hubungan antara Alranita dan Tigran sendiri, menurut saya sudah cukup manis. Meskipun terasa agak kaku di awal, ternyata... akhir kisahnya cukup membuat saya.. hmmm, touched? Sort of like that. Intinya, saya suka lah kadar kemanisan mereka. 

So, kalau kamu memang mencari metropop yang segar, Resign bisa menjadi pilihan untuk kamu.

4 dari 5 bintang untuk hubungan Alranita dan Tigran yang... malu tapi mau.

Sincerely,
Puji P.Rahayu

Sisi Gelap Cinta

oleh Mira W.

3 dari 5 bintang

Image credit: goodreads
Judul: Sisi Gelap Cinta
Penulis: Mira W.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahu terbit: 2015
Tebal buku: 280 halaman
ISBN: 9786020319575
Baca via Gramedia Digital

Suatu hari, ranjau itu meledak di ambang pintu rumahnya.

Bahtera perkawinan yang selama ini berlayar nyaris tanpa terpaan gelombang, tiba-tiba karam.

Suaminya ditahan, anak laki-lakinya menghilang, anak perempuannya koma.

Dari kaki Gunung Kilimanjaro di Afrika sampai Lembah Baliem di Papua, Andien harus mencari jawabannya.

“Jika hidup ini punya cetakan kedua, alangkah banyaknya yang harus dikoreksi.”


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Membaca buku ini karena ikutan proyek #BacaBareng Kak Afifah Mazaya, Kak Zelie Petronella, dan Kak Opat Kesayangan. Kalau saya ditanya apakah saya pernah membaca buku Mira W. sebelumnya.. jawabannya adalah tidak. Jadi, ketika saya diajak membaca buku ini, saya sih mau-mau saja. Dalam artian, saya bukanlah orang yang tertutup atas suatu karya tertentu bukan?

Nah, satu hal yang saya tahu. Karya Mira W. biasanya berhubungan dengan bahtera rumah tangga. Iya. Kisah lika-liku rumah tangga yang sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Hidup Andien terasa begitu berat kala anak bungsunya, Avila, jatuh sakit dan koma. Bahkan dinyatakan kondisinya tidak stabil dan terancam kehilangan nyawanya. Kemudian, anak sulungnya pergi dan menghilang. Tidak ada yang tahu di mana keberadaan dari Ari. Ditambah pula dengan kasus yang menimpa suami Andien, Wibianto, membuat hidup Andien benar-benar luluh lantak. Berbagai rahasia pun menyelimuti keluarga Andien. Bagaimana kemudian Wibianto terlihat menjauhi diri Andien hingga kembalinya sang mantan kekasih, Bimo, yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Apakah Andien cukup kuat untuk menjalani kehidupannya?

Well, saya nggak pernah berekspektasi apa-apa soal buku ini. Jadi, ketika kisah di dalamnya cukup mengejutkan, oh please, yang udah baca buku ini pasti tahu bagian mana yang saya maksud. Apakah saya keberatan dengan hal tersebut? Honestly, I ain't. Saya sih menerima aja keadaan Wibianto. Cuma.. saya sih kasihan sama Andien. Saya memang nggak menyangka alurnya akan seperti ini. Dalam artian, lumayan banyak ya kejutannya. Mungkin ada bagian-bagian yang saya nggak setuju.. preferensi saya aja, sih. Tapi, overall, lumayan lho untuk hiburan ketika membaca buku ini. 

Satu hal sih, saya salut dengan ketabahan Andien dan dia berhasil menjaga dirinya. Meskipun juga ada beberapa hal yang bikin sebel. Tetep worth it to read kok, kawan-kawan.

3 bintang untuk lika-liku kehidupan Andien di manapun dia berada.

Sincerely,
Puji P. Rahayu

Garden Magic
"Cinta itu seperti tanaman, dia hidup karena dipelihara."

oleh Mita Miranti

3 dari 5 bintang

image credit: goodreads.com
Judul: Garden Magic
Penulis: Mita Miranti
Penyunting: Fanti Gemala
Desainer Kover dan Ilustrasi: Rio Siswono
Penata Isi: Putri Widia Novita
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)
Tahun Terbit:  Desember 2015
Tebal buku: 202 halaman
Diperoleh dari acara Grasindo Blogtionship 2017


"Cinta itu seperti tanaman, dia hidup karena dipelihara."
Menjadi yatim piatu sungguh tak pernah terbayangkan oleh Iris. Dia juga tak mengira akan bertemu dengan pria menyebalkan, yang membuat hidupnya semakin sulit. Siapa sebenarnya pria itu? Oh, dan berapa banyak sketsa taman yang harus dia buat untuk melupakan masa lalunya? Seandainya cinta dapat menemukan jalannya sendiri, dia ingin meloloskan diri dari pedihnya rasa dikhianati. Dia ingin merasakan kembali indahnya bahagia, seindah bunga kana yang begitu dicintai ibunya. 


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Sepertinya, sudah agak lama dari terakhir kali saya membuat satu ulasan mengenai novel yang saya baca. Selain karena saya memang diserang reading slump, saya memang merasa tidak bersemangat untuk menuliskan satu resensi tertentu. Seperti bukan saya, ya? Yaa, mau bagaimana lagi. Saya sekarang lebih fokus untuk bermain game. Iya, tolong salahkan Kampung Maifam yang menyita banyak waktu saya.

Baiklah, kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai Garden Magic. Saya mendapatkan novel ini ketika mengikuti acara Grasindo Blogtionship 2017 yang diadakan di.. hmmm, kenapa saya lupa namanya, ya? Pokoknya di salah satu kafe yang terletak tak jauh dari Stasiun Sudirman--well, agak memalukan karena saya naik ojek online padahal seharusnya bisa jalan. Dalam perjalan pulang ke Malang, saya memilih untuk membaca novel ini sebagai bacaan ringan. Tentunya, saya tidak ingin berekspektasi apa-apa. Toh, saya hanya ingin sekadar mengembalikan mood saya saja untuk membaca.

Cerita dimulai dari perjalanan Iris yang merintis usahanya dalam bidang dekorasi taman. Ia adalah seorang yatim piatu yang berusaha untuk membuka bisnis sendiri. Kecintaannya terhadap taman dan berbagai tanaman, membuat Iris mendirikan Arum Dalu. Banyak pihak yang memuji kelihaian Iris dalam menyulap taman-taman yang awalnya gersang menjadi indah. Salah satunya adalah Ibu Astari. Dari Ibu Astari inilah ternyata Iris bertemu dengan Wira, sesosok pemuda yang baru pulang dari Amerika dan merupakan anak sulung dari Ibu Astari. 

Entah mengapa, Wira selalu bersikap sinis kepada Iris. Bahkan, cenderung memusuhi. Ternyata, semua sikap Wira tersebut berhubungan dengan kecelakaan beberapa tahun lalu yang menimpa Anggi, adik Wira, dan Aldi, yang kala itu menjadi pacar Iris. Lalu, apa hubungan di antara kejadian tersebut? Mengapa Wira begitu membenci Iris? Bagaimana dengan konflik yang terjadi? Silakan baca sendiri.

Sumber gambar: KSHines, disunting oleh Ra.
Tentunya, novel ini menurut saya adalah novel manis yang bisa dibaca dalam sekali duduk. Konflik yang disajikan tidak terlalu berat dan malah membuat saya tersenyum manis. Membaca novel roman dengan sedikit percik bumbu merupakan salah satu cara saya untuk membangkitkan mood membaca. Selain juga dengan membaca buku anak atau graphic novel. Kalau ditanya apakah konflik dalam novel ini hana sekadar tentang cinta? Tidak juga. Novel ini juga membahas tentang perdagangan dan penculikan hewan peliharaan yang tentunya, tidak banyak diangkat dalam novel lainnya. Yaa, mungkin itu adalah salah satu ciri khas dari novel ini. 

Kalau ditanya kekurangannya, menurut saya, perkembangan chemistry di antara Wira dan Iris menurut saya tidak terlalu dijelaskan. Sehingga, membuat saya bertanya-tanya, "hal apa yang membuat mereka tertarik satu sama lain?" Cukup disayangkan sebenarnya. Tapi, mau bagaimana lagi. Oh, ya. Satu hal yang saya suka dari novel ini adalah kover bukunya yang cukup cantik dan segar dipandang mata. Desainnya yang sederhana tidak terlalu ramai dan enak dilihat.

Jadi, untuk kamu yang ingin membaca bacaan ringan. Garden Magic bisa menjadi salah satu pilihan.

3 bintang untuk Morries, si anjing lucu yang selalu disayangi pemiliknya.

Sincerely,
Puji P. Rahayu
Angel's Heart
"Jangan jadi orang terkenal kalau tidak sanggup menghadapi risikonya!"

by Luna Torashyngu

4 of 5 stars

sumber gambar: Goodreads.com
Judul: Angel's Heart
Penulis: Luna Torashyngu
Genre: Teen fiction, romance
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: April 2013 (cetakan pertama tahun 2007)
Tebal buku: 256 halaman
ISBN: 9789792294927
Baca via Scoop


"Jangan jadi orang terkenal kalau tidak sanggup menghadapi risikonya.”

Ungkapan ini pas banget untuk Angel. Di saat kariernya sebagai penyanyi remaja mulai naik dan dia punya banyak fans, masalah mulai mendatanginya. Mulai dari kerepotannya mengatur waktu antara sekolah dan profesinya sebagai penyanyi, disirikin cewek lain yang merasa kalah populer, dimusuhin teman-teman satu sekolah gara-gara batal tampil di pensi sekolah, sampai kerepotan menghadapi wartawan gosip yang mencari tahu tentang kehidupan pribadi dan masa lalu keluarganya. Semua itu bikin dia stres!

Tapi masalah Angel yang terbesar adalah masalah “hati”. Dia penasaran banget sama Rivi, cowok misterius di sekolah yang gayanya kayak preman terminal tapi ternyata pintar main biola. Cowok itu kadang-kadang bersikap baik dan penuh perhatian pada Angel, tapi nggak jarang juga bikin Angel bete dan kesal setengah mati!

Info lebih lanjut:

Selalu ada alasan di balik mengapa aku kembali membaca teenlit. Apalagi, ini jatuhnya re-read. Aku punya alasan, karena aku merindukan novel ini. Kalau tidak salah ingat, Angel's Heart merupakan salah satu novel yang membuatku mulai menyukai membaca novel. Angel's Heart juga merupakan novel yang pertama kali membuatku menangis. Iya, aku merasa kok, in some way, aku receh banget karena bisa menangis karena novel teenlit.

Angel adalah penyanyi yang sedang naik daun. Albumnya terjual dengan sangat laris dan dia pun menjadi populer di kalangan para anak muda. Ia punya sahabat yang selalu mendukungnya, Vera. Akan tetapi, yang namanya selebriti, tidak mungkin hidupnya akan mudah. Berbagai macam rintangan dihadapi oleh Angel. Mulai dari percek-cokan dia dengan salah seorang penyanyi senior, ketidakhadiran Angel dalam acara pensi sekolah, hingga gosip mengenai masa lalu Angel. Yang pasti, hidup jadi orang terkenal itu nggak selamanya menyenangkan.

Nah, belum lagi, Angel pun juga harus terlibat dengan masalah percintaan remaja. Mulai dari Decky, teman Angel yang berusaha banget supaya bisa jalan sama Angel, hingga Rivi, cowok misterius yang bisa membuat Angel terbius karena permainan biolanya. Pokoknya, hidup Angel semakin penuh warna, deh. Mulai dari senang, hingga susah. 

sumber gambar: pinterest, disunting oleh saya
Baiklah. Aku sangat menyadari kalau novel ini tidaklah sesempurna novel Luna Torashyngu lainnya. Akan tetapi, aku jatuh cinta banget sama Angel's Heart. Aku juga heran kenapa aku masih bisa nangis waktu baca novel ini :( It was really silly. Mungkin, akunya aja yang memang lagi sensitif. Jadi, gampang banget nangis. Aku suka cara Luna mengaitkan berbagai peristiwa yang dialami oleh para tokohnya. Meskipun terkesan ada yang mengada-ada, I don't mind. Aku mencoba memaklumi :" Yaa, ini subjektif sebenarnya. Bagaimanapun, novel ini adalah novel yang sangat berkesan bagiku. 

Oh, ya. Selain itu, menurutku pesan yang ingin disampaikan pun cukup jelas. Bagaimanapun hidup kita nantinya, yang pasti, kejujuran dan juga usaha untuk meraih mimpi itu penting. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan hal tersebut.

Baiklah, sepertinya singkat saja untuk resensiku kali ini.

4 bintang untuk nyanyian Sang Bidadari.
Sincerely,
Puji P. Rahayu

The Rose and the Dagger
Beberapa rahasia lebih aman berada di belakang kunci.

oleh Renee Ahdieh


3 dari 5 bintang

Sumber gambar: Goodreads
Judul: The Rose and the Dagger
Seri: The Wrath and the Dawn #2
Penulis: Renee Ahdieh
Genre: Fantasi, Young Adult, Romance
Penerjemah: Mustika
Penyunting: Katrine Gaby Kusuma
Penata letak dan perancang Sampul: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: POP (Imprint dari KPG)
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: viii+486 halaman
ISBN: 978-602-242-418-03

Khalid Ibnu al-Rashid, Khalif Khorasan yang berusia delapan belas tahun, adalah seorang monster. Itulah yang awalnya dikira Shahrzad. Ketika berusaha mengungkap rahasia suaminya itu, Shahrzad justru menemukan sosok luar biasa yang dia cintai sepenuh hati. Namun sebuah kutukan yang terus mengancam membuat Shazi dan Khalid harus berpisah.
Kini Khalifa Khorasan berkumpul kembali dengan ayah dan adiknya. Mereka berlindung di perkemahan padang pasir, tempat berkumpulnya pasukan untuk menggulingkan Khalid—pasukan yang dipimpin oleh Tariq, cinta pertama Shahrzad. Terjebak di antara kesetiaan kepada dua kubu yang sama-sama dia sayangi, Shazi diam-diam menyusun rencana untuk menghentikan perang dengan melibatkan sihir yang mengalir dalam darahnya. Dan Shahrzad akan mempertaruhkan apa pun untuk menemukan jalan kembali kepada cinta sejatinya….
Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Menjadi seorang pemimpin dalam tatanan struktur monarki bukanlah hal yang mudah. Meskipun takhta dalam sebuah kerajaan berdasarkan keturunan, nyatanya tidak menjamin setiap orang dapat mempercayai kemampuan dan kapabilitas dari pemimpin tersebut. Bayang-bayang pemimpin sebelumnya akan terus membayangi. Menjadi pemimpin Khorasan memang tidak mudah bagi Khalid. Apalagi dengan kenyataan bahwa ia mendapat kutukan yang tidak bisa ia bagikan pada orang lain, membuat Khalid semakin tidak dipercaya oleh rakyatnya sendiri.

"Percayalah apa yang kau pilih untuk percayai. Tapi tetap saja, buktinya berdiri di hadapanmu." Shahrzad, hlm. 52
Sepenggal Cerita
Semenjak serangan yang dilancarkan di Rey, Shahrzad tinggal di padang gurun bersama dengan Tariq dan suku Badawi. Di sana pula, Ayah Shahrzad--Jahandar, dirawat. Adik Shahrzad, Irsa, juga tinggal di tempat itu. Di sana pulalah, Shahrzad mulai mengetahui kekuatan yang tersimpan dalam dirinya. Di lain sisi, Khalid menyadari bahwa peperangan di Khorasan tidak dapat terhindarkan. Perselisihan dengan pamannya--Sultan Parthia, semakin memperumit keadaan. Belum lagi, kutukan yang masih menjadi beban Khalid masih belum dapat disembuhkan.

"Tapi jika kau bertanya kepadaku, cara terbaik untuk terbang adalah dengan memotong tali yang mengikatmu ke tanah..." Shiva, hlm. 68.
"Ketika aku berada di padang gurun, aku bangun setiap hari dan melanjutkan hidupku, tapi itu bukan hidup; aku hanya ada. Aku ingin hidup. Kaulah tempatku hidup." Shahrzad, hlm. 202
Dalam buku kedua ini, cerita mulai fokus pada kutukan Khalid dan juga kemungkinan perang antara Khorasan dan juga Parthia. Kisah romansa dari para tokoh pun mulai terlihat. Antara Khalid-Shahrzad-Tariq, Irsa dan Rahim, hingga Despina dan Jalal. Hemm. Baiklah. Aku sangat menyadari kalau novel ini pada akhirnya memang novel roman yang terbalut fantasi.

Resensi The Rose and the Dagger oleh Puji P. Rahayu
Sekelumit Pendapat
Entahlah. Setelah aku menyelesaikan membaca novel ini--yang membutuhkan waktu hampir dua minggu lebih, aku merasa kosong. Dalam artian, tidak banyak yang dapat kuingat saat membaca buku bersampul biru ini. Entah karena aku sedang tidak mood membaca atau bagaimana. Yang pasti, aku merasa tidak terlalu sreg saat membacanya.

Oh, bukan berarti aku tak menyukai ceritanya, ya. I means, aku masih penasaran dengan akhir ceritanya. Sejak buku satu pun, aku sudah penasaran dengan kelanjutannya. Yaa, itu sebenarnya karena banyak banget celah yang ada di buku satu. Jadinya, aku berharap kalau di buku dua akan ada penjelasannya. Nyatanya... aku kurang puas dengan penjelasan di buku dua :( Menurutku banyak missing link dalam ceritanya. Bahkan, aku merasa kalau penyelesaian konfliknya... yaaa... gitu-gitu aja. Kurang seru. *digampar. 

"Ketika kita dihadapkan kepada ketakutan tergelap, tidak bertindak adalah pilihan bagi mereka yang lemah atau putus asa. Selalu ada sesuatu yang dapat dikatakan atau dilakukan. Meskipun kata-kata--"
"Hanyalah goresan di atas kertas." Musa dan Khalid

Kesimpulan
Terlepas dari ketidak-sreg-anku terhadap buku ini, aku masih merasa kalau duologi The Wrath and the Dawn masih worth to read. Disclaimer aja, sih. Jangan terlalu berharap fantasinya akan meluber-luber, ya. Aku masih merasa duologi ini memang banyak romans-nya. Hoho.

"Jadilah awal dan akhir, Shahrzad al-Khayzuran. Jadilah lebih kuat dari segala sesuatu di sekitarmu." Rajput, hlm. 393
3 bintang untuk kisah 1001 malam yang menawan ini.

Sincerely,

Puji P. Rahayu

China Rich Girlfriend
Whatever you want to do, your status still matter in the end. Your status and you position in the society.

oleh  Kevin Kwan
(Kekasih Kaya Raya)
2.5 dari 5 bintang

Sumber gambar: Goodreads
Judul: China Rich Girlfriend (Kekasih Kaya Raya)
Seri: Crazy Rich Asians #2
Penulis: Kevin Kwan
Genre: Romance
Alih bahasa: Cindy Kristanto
Editor: Barokah Ruziati
Sampul: Martin Dima
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2017
Tebal buku: 456 halaman
ISBN: 9786020337593
Harga: Rp98.000,- di TB. Gramedia Basuki Rahmat, Malang


Sekarang malam pernikahan Rachel Chu. Ia memakai cincin bermata berlian Asscher-cut, gaun pengantin yang sangat ia sukai, dan memiliki tunangan yang rela kehilangan semua harta warisan demi menikahinya. Namun, gadis itu sedih. Ayah kandungnya, yang tidak pernah ia kenal, takkan mengantarnya menuju altar. Lalu suatu kejadian mendadak membuat identitas pria tersebut terungkap. Dan Rachel pun terseret ke dalam dunia gemerlap Shanghai, yang berisi kemewahan tak terbayangkan dan orang-orang yang bukan sekadar kaya raya--mereka kaya tujuh turunan. 
"Sangat menghibur." -The Washington Post

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Kegilaan kalangan jetset, nyatanya dapat ditemukan di mana saja. Jika Crazy Rich Asians mengajak kita untuk menyelami kehidupan kalangan jetset di Singapura, maka di buku kedua ini, kita akan diajak untuk mengenal lebih jauh kalangan jetset di Cina Daratan. Pergi menggunakan jet pribadi, berbelanja berbagai koleksi hot couture, hingga makan di restoran mahal. Kehidupan Rachel yang tadinya biasa saja, langsung berubah seratus delapan puluh derajat setelah mengetahui kehidupan keluarga ayah kandungnya.

Sejak mengetahui bahwa ayah kandungnya masih hidup, Rachel dan Nick berusaha untuk terus mencari informasi mengenai ayah Rachel yang kabarnya berada di Cina daratan. Hal itu dilakukan sebelum keduanya melangsungkan upcarai pernikahan. Pernikahan Rachel dan Nick sendiri diadakan secara tertutup. Nick pun sengaja tidak memberi tahu ibunya. Tentunya, Nick menyadari kalau ibunya masih belum dapat menerima pernikahannya dengan Rachel. Akan tetapi, sehari sebelum pernikahan, Eleanor berhasil mencapai tempat pernikahan Nick dan Rachel. Hal yang tak disangka-sangka, nyatanya Eleanor berhasil menemukan ayah Rachel.

The Opinion

Entah mengapa, aku merasa membutuhkan waktu yang lama saat membaca buku ini. Faktor tampilan fisiknya yang agak menyiksa--euh, ukurannya lebih dari B5, tebal bukunya yang hampir 500 halaman, hingga font yang digunakan sungguh kecil-kecil--membuatku cukup malas membacanya. Aku masih ingat, mulai membaca novel ini sejak sebelum lebara. Cause someone told me to read instead of play some virtual game. Lol. I tried to read, tho. But it's a little bit hard for mo to finish it. 

Selain memang tampilan fisiknya yang cukup membuat pusing, nyatanya gaya bercerita Kevin Kwan cukup tidak biasa. Mengapa aku bilang demikian? Meskipun di blurb disebutkan kisah mengenai Nick dan Rachel, nyatanya, Kwan mencoba untuk mencampurkan beberapa kisah dalam satu buku. Masih ada cerita tentang Astrid, sepupu Nick yang paling cantik dan keren, bersama suaminya, Michael, pengusaha di bidang teknologi yang mulai berhasil; cerita tentang Carlton Bao, adik Rachel, dengan salah satu fashion blogger terkenal di Cina, Collete; hingga cerita mengenai Kitty Pong--yang di buku pertama, eugh, menyebalkan.

Pada intinya, Kwan tidak hanya fokus pada kisah pernikahan antara Nick dan Rachel. Saat membaca buku ini, mungkin pembaca harus bersiap-siap untuk menemukan banyak sekali tokoh, jalan cerita yang terasa tidak ada hubungannya, dan hal-hal lainnya yang cukup tidak masuk di akal. I don't know. Maybe this is me who can't enjoyed it. In my opinion, If you want to stop in this second book, maybe you could. Because I couldn't sense some surprise element from this book. Ehm, something that will trigger me to read the third one. But, who knows, right? 

The Conclusion

In my humble opinion, this book is quite good. But not that much my cup of tea. I want to enjoy it, but then, many things that I couldn't bear with it. I red this book because I want to know who is Rachel's father and how Nick and Rachel could married in the end. 

Sebenarnya, masalah selera aja, sih. Jadi, ku hanya bisa menyematkan 2.5 bintang untuk buku bersampul kuning ini.

Sincerely,

Puji P. Rahayu

Imaji Terindah
Apakah kemudian seorang laki-laki tidak boleh menangis?

oleh Sitta Karina

3.5 dari 5 bintang

Sumber gambar: Goodreads.
Judul: Imaji Terindah
Genre: Roman
Penulis: Sitta Karina
Seri: Hanafiah #1.5
Penyunting: Siti Nur Andini
Penata Letak: Rizal Rabas
Desainer Sampul: Sitta Karina
Foto Sampul Muka: Andra Alodita
Tahun Terbit: Desember 2016, Cetakan 1
Penerbit: Literati, imprint dari Penerbit Lentera Hati
Tebal Buku:290 halaman
ISBN: 978-602-8740-60-9
Buntelan dari  penulis, Sitta Karina.


“Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati.”
Tertantang ucapan putra rekan bisnis keluarganya pada sebuah jamuan makan malam, Chris Hanafiah memulai permainan untuk memastikan dirinya tidak seperti yang pemuda itu katakan.
Dan Kianti Srihadi—Aki—adalah sosok ceria yang tepat untuk proyek kecilnya ini.
Saat Chris yakin semua akan berjalan sesuai rencana, kejutan demi kejutan, termasuk rahasia Aki, menyapanya. Membuat hari-hari Chris tak lagi sama hingga menghadapkannya pada sesuatu yang paling tidak ia antisipasi selama ini, yakni perasaannya sendiri.


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Suatu ketika, seorang teman pernah bertanya padaku, "Puj, menurutmu, apakah seorang cowok itu nggak boleh baper?". Belum sempat aku menjawab pertanyaan itu, temanku yang lain langsung menyambar, "Kalau Puji sih anaknya HAM banget. Jadi, pasti menurut dia nggak apa-apa kalau cowok baper." Aku tersenyum singkat kala itu. Ya, memang. Aku adalah orang yang berusaha sebisa mungkin menghargai perasaan orang lain. Kalau ada yang mengatakan bahwa seorang laki-laki tidak boleh terbawa perasaan dan mudah emosi. Padahal, menurutku itu adalah sifat alamiah manusia, regarding seseorang itu perempuan maupun laki-laki. Setidaknya, dalam Imaji Terindah, ada satu poin mengenai hal ini yang disinggung. Intinya adalah, seorang laki-laki pun, berhak untuk menangis. Bagaimanapun, itu bukanlah suatu kelemahan yang dimiliki oleh laki-laki tersebut. Akan tetapi, itu adalah satu-satunya cara saat seseorang tidak sanggup lagi menerima kenyataan dalam hidup.

Sekilas Kisah
Bagi Christopher Hanafiah, cinta bukanlah satu hal yang ada di pikirannya selama ini. Mengambil prinsip hidup sepupunya, Reno Hanafiah, Chris menjadi seorang womanizer--atau setidaknya berkeinganan demikian. Suatu ketika, rumah Chris kedatangan tamu dari Jepang, yakni Keluarga Kaminari. Terlahir di keluarga yang kaya raya seperti Hanafiah tidak membuat Chris dapat menikmati keseluruhan tetek-bengek jamuan makan bersama rekan bisnis keluarganya. Terlihat jelas kebosanan Chris dalam jamuan makan bersama Keluarga Kaminari. Sampai pada akhirnya, Kei Kaminari menyentil Chris dengan cukup kuat. Semua ini berawal dari ucapan Kei, "Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati." 
"Kita masih muda; banyak hal--dan kejutan--bisa terjadi.""Kejutan nggak selalu menyenangkan.""Tergantung bagaimana kita meresponsnya." -- Chris dan Aki, hlm. 54.
"Sayangnya, tidak demikian bagi kamu. Entah kenapa... kamu menjauh. Kamu ngobrol sama Alde dan lainnya, tapi selalu menghindari aku. Pacar bisa kayak gitu. Tapi, kita sahabat. Dan sahabat selalu bicara dari hati ke hati, bukan kabur melulu, apalagi pas ada masalah." -- Aki, hlm. 124. 
Sebagai seseorang yang tidak pernah memikirkan cinta, Chris pun mencari target untuk memulai permainan dan memastikan dirinya tidak seperti yang Kei katakan. Target tersebut akhirnya jatuh pada Kianti Srihadi atau yang biasa dipanggil Aki--seorang murid baru pindahan dari Jepang. Aki adalah sosok ceria yang aktif dalam cheers. Sejak pertama, Chris sudah tertarik pada Aki. Akan tetapi, setelah berbagai kejadian yang menimpa keduanya, Chris menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan perasaannya. Lama-lama, ia menyadari bahwa ia tidak akan sanggup kalau sampai kehilangan Aki. 

Aku dan Hanafiah
Kalau boleh aku jujur, ini adalah pertama kalinya aku membaca seri Keluarga Hanafiah. Harus kuakui bahwa, seri Keluarga Hanafiah ini sepertinya dapat menjadi sei favoritku. Eugh, bagaimanapun roman menye-menye seperti ini akan tetap menjadi favoritku. Aku jatuh cinta dengan cara Sitta Karina menceritakan Hanafiah. Penggambaran mengenai kekayaan mereka menurutku tidak terlalu tersebar kemana-mana. Meskipun, merek-merek branded masih banyak disebut. But, it's okay. Aku masih mampu menikmatinya.

Oh ya, sepertinya aku harus meminta maaf dulu pada Kak Sitta. Mengapa? Karena, aku baru bisa membaca dan meresensi Imaji Terindah sekarang. Seharusnya, Imaji Terindah sudah bisa kubaca sejak Februari lalu. Akan tetapi, karena adanya suatu kesalahpahaman, akhirnya novel ini tertahan di Malang, sedangkan aku ada di Depok :o Yaa, but I assume that, it's totally my fault. 

Tampilan yang Cantik
Dari penampilannya sendiri, aku suka konsep sampulnya. Sederhana dan juga, apa ya? Collect-able? Iya, sort of kayak gitu. Menurutku, sampul dari Imaji Terindah ini begitu cantik dan menyenangkan untuk dilihat. Tidak terlalu ramai tapi eye-catching. Akan tetapi, ada satu hal yang cukup kusayangkan. Entah mengapa, aku merasa margin yang digunakan terlalu lebar. Sehingga, novel ini terasa cepat habis untuk dibaca. Meskipun demikian, secara pilihan font aku suka. 


Opini Pribadi
Ahh, rasanya sudah lama sekali aku tidak membaca novel roman Indonesia. Entahlah. Akhir-akhir ini aku kebanyakan membca novel terjemahan maupun Inggris. Mungkin aku sedang tidak berminat saja waktu kemarin. Nah, akhirnya, sampailah aku untuk membaca Imaji Terindah. Bagiku, Imaji Terindah adalah kisah unyu-unyu yang menyenangkan. Awalnya, aku tidak menyangka kalau Imaji Terindah lebih ke Young Adult. Kupikir, tema yang dibawa adalah mengenai pekerja kantoran, layaknya novel-novel roman sejenis. Tapi, bukan berarti aku protes ya mengenai ini. Toh, aku masih menikmati keseluruhan cerita.
"Terima kasih, ya, Chris. Kamu benar-benar nggak pergi. Kamu bahkan tetap bercanda dan semangat, menginspirasi aku untuk melakukan yang sama. Secara nggak langsung, kamu kayak ngingetin aku, bahwa hidup itu dibawa gampang, tapi jangan ngegampangin hidup. You know, I like that!" -- Aki, hlm. 130.
 "Kalo elo punya niat baik dan ingin melakukan sesuatu yang baik, lakukan. Nggak perlu umbar dengan kata-kata. Perbuatan sudah cukup jadi bukti yang jelas," -- Niki, hlm. 142.
Namun demikian, bukan berarti aku tidak merasa ada yang aneh dalam cerita ini. Aku merasa, proses kedekatan antara Chris dan Akit terlalu cepat. Entahlah. Aku merasa kedua orang ini terlalu cepat percaya dan luluh. Lalu, aku baru tahu kalau dalam seri Hanafiah, akan ada orang-orang yang punya kemampuan tertentu. Jujur saja, itu sedikit membuatku merasa aneh. Well, sedikit ya. Lagi-lagi, bukannya aku protes.

Oh ya, selain Imaji Terindah, dalam novel ini terdapat dua cerita pendek lagi, yakni Sakura Emas dan juga Air Mata Pedang. Berhubung aku belum membaca seri Hanafiah, aku tidak tahu kedua cerita ini pada akhirnya akan mengarah kemana. Akan tetapi, di satu sisi, cerita pendek ini berhasil membangkitkan kekepoanku terhadap seri Hanafiah.
"People are always curious about other people's business. Especially about Prince Christopher's."-- Aki, hlm. 157.
"Friends... don't kiss."
"Who said we're just friends? Kita lebih dari itu, Ki." -- Aki dan Chris, hlm. 193.
Selain itu, mungkin banyak yang akan protes terhadap akhir dari kisah Chris dan Aki. Aku pun, mungkin demikian. Meskipun aku tidak sampai sakit hati karena akhirnya begitu, aku cukup tergugah untuk mbrebes mili. Rasanya seperti tidak rela akhir kisah manis Chris dan Aki harus seperti itu.
"Apa, sih, yang ingin elo kasih liat ke Kianti? You can't protect her forever, Chris. Orang pesakitan kayak dia--she doesn't even have forever!"
"She is my forever!" -- Laila dan Chris, hlm. 196.
 "Orang yang tidak menyerah terhadap persahabatan yang sudah porak-poranda, apalagi namanya kalau bukan pahlawan terhadap persahabatan itu sendiri?" -- Aki, hlm. 241-242.
Kesimpulan
Sebagai pecinta roman, aku akan merekomendasikan novel ini sebagai pilihan untuk mengisi waktu luang. Mungkin akan terasa seperti cerita cinta remaja yang menye-menye. Akan tetapi, aku melihat ada sisi lain yang dicoba ditunjukan oleh Sitta Karina. Pada intinya, novel ini masih worth it to read, kok.
"Build a friendship before marrying someone. Then, marry your best friend." -- Chris, hlm. 246-247.
3.5 bintang untuk Chris dan Aki.

Sincerely,
Puji P. Rahayu

Entrok
Tentang perempuan, kepercayaan, dan juga politik. Sebuah drama kehidupan yang terjadi di zaman patriarki nan otoriter.

Karya Okky Madasari

5 dari 5 bintang

Judul                           : Entrok: Sebuah Novel
Penulis                         : Okky Madasari
Ilustrasi dan sampul    : Restu Ratnaningtyas
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit                 : April, 2010
Tebal buku                  : 288 halaman
ISBN                           : 978-979-22-5589-8
Pinjam di Perpustakaan Pusat, Universitas Indonesia.
Marni, perempuan Jawa buta huruf yang masih memuja leluhur. Melalui sesajen dia menemukan dewa-dewanya, memanjatkan harapannya. Tak pernah dia mengenal Tuhan yang datang dari negeri nun jauh di sana. Dengan caranya sendiri dia mempertahankan hidup. Menukar keringat dengan sepeser demi sepeser uang. Adakah yang salah selama dia tidak mencuri, menipu, atau membunuh?
Rahayu, anak Marni. Generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pemeluk agama Tuhan yang taat. Penjunjung akal sehat. Berdiri tegak melawan leluhur, sekalipun ibu kandungnya sendiri.
Adakah yang salah jika mereka berbeda?
Marni dan Rahayu, dua orang yang terikat darah namun menjadi orang asing bagi satu sama lain selama bertahun-tahun. Bagi Marni, Rahayu adalah manusia tak punya jiwa. Bagi Rahayu, Marni adalah pendosa. Keduanya hidup dalam pemikiran masing-masing tanpa pernah ada titik temu.
Lalu bunyi sepatu-sepatu tinggi itu, yang senantiasa mengganggu dan merusak jiwa. Mereka menjadi penguasa masa, yang memainkan kuasa sesuai keinginan. Mengubah warna langit dan sawah menjadi merah, mengubah darah menjadi kuning. Senapan teracung di mana-mana.
Marni dan Rahayu, dua generasi yang tak pernah bisa mengerti, akhirnya menyadari ada satu titik singgung dalam hidup mereka. Keduanya sama-sama menjadi korban orang-orang yang punya kuasa, sama-sama melawan senjata. 
Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Entrok dan Sekilas Cerita
Adalah Entrok. Secarik kain yang digunakan untuk menutup dada seorang perempuan. Di zaman sekarang ini, istilah bra atau beha lebih sering digunakan untuk menggantikan entrok. Saat pertama kali saya mendengar judul novel ini, saya mulai bertanya-tanya. Apa itu entrok? Istilah bahasa jawa apa itu? Barulah setelah saya membaca novel ini, saya mengerti apa artinya. Menurut saya, judul dari novel karangan Okky Madasari ini begitu menarik. Satu kata saja. Tapi, sudah membuat penasaran pembaca. Pemilihan judul ini pun ternyata bukan hal yang sembarangan. Entrok sendiri menjadi salah satu elemen vital dalam kehidupan kedua tokoh utama, yakni Marni dan Rahayu.
Bagi Marni, memiliki entrok adalah suatu hal yang sangat mahal. Terlahir dalam keluarga miskin, Marni hanya tahu bahwa saat perempuan bekerja, maka upah yang diberikan oleh pemberi kerja bukan berbentuk uang, melainkan berupa bahan makanan. Betapa tidak adilnya keadaan saat itu. Seiring dengan pertumbuhan tubuhnya yang semakin pesat, Marni menyadari ada yang berbeda dari tubuhnya. Dadanya mulai membesar dan terasa tidak enak bila dibiarkan ngglawer-ngglawer. Maka dari itu, menentang perkataan dari Simbok, Marni akhirnya bekerja seperti laki-laki dengan nguli. Dengan pekerjaan itu, akhirnya Marni mendapat uang untuk membeli entrok. Akan tetapi, nyatanya Marni sadar bahwa ia harus berusaha keras untuk keluar dari jaring kemiskinan. Marni pun mulai bakulan dari modal yang ia dapat selama nguli. Sejak saat itulah, perekonomian Marni sedikit demi sedikit mulai naik. Sampai akhirnya, Marni dikenal sebagai juragan yang sukses di Singget. Sayangnya, kebahagiaan Marni tidaklah sempurna. Selain mempunyai suami, Teja, yang malas dan tidak setia, Marni terpaksa harus memiliki hubungan yang jauh dengan anaknya sendiri, Rahayu.
            Bagi Rahayu, ibunya, Marni, adalah sosok pendosa. Setiap hari, Marni memberikan utangan kepada seluruh pedagang yang ada di Pasar Ngraget dan mengambil untung sepuluh persen dari utangan yang diberikan. Kemudian, hampir setiap malam, Marni selalu memberikan sesajen kepada leluhur dan berdoa di bawah pohon. Rahayu merasa kalau ibunya sudah terlalu jauh dengan Gusti Allah. Gunjingan-gunjingan mengenai Marni pun sampai di telinga Rahayu. Maka dari itu, Rahayu semakin enggan untuk berhubungan dengan ibunya. Bahkan, Rahayu lebih memilih untuk memutuskan jalinan komunikasi di antara keduanya. Setelah menikah dengan seseorang yang lebih tua darinya, Amri, Rahayu memutuskan untuk mengikuti Amri dan tidak pernah kembali lagi ke Singget untuk menemui orang tuanya.
Sumber gambar: pinterest, disunting oleh saya,
Rumit, Rumit, dan Rumit: Perbenturan Berbagai Sisi Kehidupan
Bagi saya, Entrok merupakan karya yang sangat rumit. Sebaiknya, pembaca jangan terkecoh dengan sampul bergambar punggung seorang perempuan ini, karena, banyak sekali hal yang diungkap dalam Entrok. Berbagai macam perbenturan disajikan dalam novel bersampul sederhana ini. Mulai dari benturan budaya, agama, hingga politik. Jujur saja, saya merasa terkaget-kaget saat membaca Entrok. Selain ini pertama kalinya saya membaca karya Okky Madasari, Entrok juga—lagi-lagi—memberikan pandangan yang berbeda bagi saya atas sejarah Indonesia. Selama saya membaca Entrok, banyak sekali hal yang dapat dijadikan pelajaran. Bagaimana dulu seorang perempuan dianggap sangat rendah, masih banyak orang yang mempercayai kekuatan dari leluhur, hingga sisi kelam dari negeri ini selama masa pemerintahan Orde Baru.
           Melalui sudut pandang orang pertama, Okky Madasari membuat saya bisa menyelami perasaan Rahayu dan Marni. Meskipun sudut pandang yang digunakan bergantian dari sisi Marni dan Rahayu, alur dari novel ini menurut saya cukup rapi. Yaa, meskipun terkadang saya sempat tak menyadari bagian apa merupakan sudut pandang siapa. Akan tetapi, hal tersebut tidak terlalu menggangu saya.
            Seperti yang sudah saya nyatakan di atas, novel Entrok mengangkat berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia pada tahun 1950-1990an. Secara tidak langsung, Entrok mencoba untuk menggambarkan konsep feminisme melalui tindakan Marni. Setidaknya, Marni mencoba membuka mata pembaca bahwa tanpa adanya tindakan, maka nasib seorang perempuan tidak akan kemana-mana. Sehingga, harus ada upaya yang sungguh-sungguh untuk mendobrak tradisi yang sudah ada.
            Lalu, mengenai agama. Bagi saya, wajar bila ada seseorang yang tidak pernah mengenal agamanya sendiri. Bukankah agama yang diharuskan ditulis di KTP merupakan arahan dari pemerintah? Terlahir sebagai seseorang yang hanya tahu mengenai roh leluhur, tidak heran bila Marni tidak mengenal Gusti Allah. Hal ini pun diakui sendiri oleh Marni,
“Tapi bagaimana aku bisa menyembahMu kalau kita memang tidak pernah kenal?”
Tentunya, membaca kutipan tersebut, membuat saya menyadari bahwa bukan salah seseorang apabila ia tidak mengenal Tuhan. Sayangnya, terkadang orang lain yang merasa ‘terikat’ dengan Tuhan, malah mencemooh dan mencela. Menurut saya, dalam hal ini, Okky ingin menekankan bahwa orang Indonesia masihlah orang-orang yang terikat dengan budayanya. Sehingga, masih banyak adat-istiadat yang dilakukan. Jadi, apakah perlu orang-orang ini disalahkan atas keyakinan yang mereka miliki? Baiklah. Saya tidak akan banyak berkomentar.
            Terakhir adalah tentang salah satu aspek yang sangat sensitif menurut saya. Mengenai politik. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya politik di Indonesia banyak memiliki cacat. Penggambaran masa pemerintahan Orde Baru terasa menggelitik bagi saya. Bagaimana seseorang dianjurkan ‘secara halus’ untuk memilih partai tertentu. Lalu, pemberian semacam insentif ke pihak-pihak yang ‘berkuasa’—hal ini dilakukan oleh Marni bertahun-tahun untuk menghindari huru-hara. Betapa tidak jelasnya perpolitikan pada zaman itu! Setidaknya, dari Entrok saya memahami bahwa ada sisi-sisi kelam dari negeri ini. Hal seperti ini jugalah  yang membuat saya menyukai fiksi sejarah seperti Entrok.

Refleksi untuk Entrok
Secara keseluruhan, saya puas dengan Entrok. Saya cukup mendapatkan pelajaran dari novel setebal 288 halaman ini. Namun demikian, saya cukup menyayangkan elemen dari entrok itu sendiri. Meskipun saya mengatakan bahwa entrok merupakan salah satu hal yang vital dalam kisah Marni dan Rahayu, nyatanya, jiwa dari entrok ini sendiri tidaklah sampai akhir cerita. Tidak ada lagi pembahasan mengenai kata yang menjadi judul ini. Sayang sekali. Mungkin, apabila narasi mengenai entrok ini lebih dijabarkan, maka entrok di sini tidak akan kehilangan nyawanya.
           Terlepas dari kekurangan tersebut, saya masih tetap merekomendasikan novel ini untuk dibaca. Meskipun sudah terbit lebih dari lima tahun yang lalu, novel ini masihlah relevan karena ada berbagai macam pelajaran yang dapat diambil. Bagi siapapun yang ingin memahami pergolakan sosial dalam masyarakat Indonesia, Entrok dapat menjadi pilihan untuk membuka wawasan Anda. 

Sincerely
Puji P. Rahayu