Just Like Heaven
(Seindah Mimpi)

Smythe-Smith Quartet #1
By Julia Quinn

3 of 5 stars

Image source: here
Alih Bahasa      : Ellyanti Jacob Saleh
Editor                : Astrid Isnawati
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit     : Oktober 2013, cetakan ketiga
Tebal Halaman : 432 halaman
ISBN                 : 9799792298529
Pinjam di iJak


Honoria Smythe-Smith:

A) pemain violin yang buruk
B) masih kesal karena dipanggil “Bug” saat masih kecil
C) TIDAK jatuh cinta kepada sahabat kakaknya
D) semua yang di atas

Marcus Holroyd:
A) Earl of Chatteris
B) mudah terkiilir
C) TIDAK jatuh cinta kepada adik sahabatnya
D) semua yang di atas

Bersama-sama mereka:
A) suka makan tar cokelat
B) selamat dari demam mematikan dan pertunjukan musik terburuk di dunia
C) saling jatuh cinta setengah mati

Kisah cinta merupakan keahlian Julia Quinn, jadi tentu saja jawabannya. . .
D) semua yang di atas


***

Berhubung aku baru saja selesai membaca Antologi Rasa di iJak, otomatis aku penasaran dong dengan bacaan lainnya. Dan tiba-tiba saja, aku menemukan novel ini. Julia Quinn merupakan salah satu penulis novel roman yang sering aku dengar. Hanya saja, baru kali ini aku punya kesempatan untuk membaca karya Quinn.

Antologi Rasa
"You know what, Risjad, kalau lagi nggak berusaha tebar pesona setengah mati, elo itu adorable juga, ya."—Keara

By Ika Natassa
3 of 5 stars

Source: goodreads.com
Penyunting        : Rosi L. Simamora
Desain Sampul  : Ika Natassa
Penerbit             : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit      : Agustus 2011
ISBN                 : 9789792274394
Pinjam di iJak

K e a r a



Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
How can we be so different and feel so much alike, Rul?
Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.
Three years of my wasted life loving you.

R u l y

Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.

H a r r i s

Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."
Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.


Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?

***

Selama aku bergabung menjadi bagian dari Blogger Buku Indonesia, sempat berkali-kali aku mendengarkan diskusi mengenai iJak. Puncaknya, pada saat aku bantu-bantu jadi reporter abal-abal di Pesta Pendidikan 2016, aku baru sepenuhnya mengenal iJak. Awalnya, kupikir iJak hanya tersedia untuk pemakai smartphone android dan iOs, nyatanya, aplikasi yang didominasi warna oranye ini bisa diinstall di PC. Woooh, aku senang banget, dooong. Jadilah, novel yang tidak sengaja muncul di kolom rekomandasi ini yang kubaca duluan. Hehe. Selain fakta karena aku suka dengan Critical Eleven, aku penasaran aja dengan karya Ika Natassa sebelumnya. Aku pengin tahu bagaimana gaya menulis Ika Natassa yang lumayan diagung-agungkan ini. 

If Travel teaches us how to see, how come every time all I see is you?--hlm. 63.

First Impression
Berhubung aku sering banget mendengar tentang komentar dari tulisannya Ika, aku sudah punya firasat mengenai banyaknya bahasa campur-aduk yang digunakan serta berbagai macam merk branded yang disebutkan. Dulu sih, banyak yang menyamakan--atau setidaknya selalu membandingkan--tulisan Ika dengan Nina Ardianti. Katanya, mirip gitu. Tentang bankir dan kehidupan sosialitanya. Jadi, impresi awalku dari novel ini adalah, aku akan menemukan cerita yang super duper hopeless romantic. Tentunya, dengan karakter yang adorable dan nantinya memiliki ending yang bahagia.
Yeay. Ini adalah postingan pertamaku dalam ajang Posting Bareng BBI. Hehe. Maafkan. Bukannya gimana-gimana. Sebagai anggota baru, aku masih kagok nih dengan semua event yang diadain sama BBI. Masih belajar untuk mengikuti. Dan, ini adalah salah satu usahaku untuk menjadi anggota BBI yang baik. Hihi.

Source: Canva.com, edited by me

Hemm, jadi untuk tema posting bareng bulan Juni ini adalah #BBIBookishConfession. Tentunya, mendengar kata ini itu serasa mau pengakuan dosa. Sebagai tukang baca buku gratisan, aku punya beberapa pengakuan yang semoga tidak dilihat oleh orang-orang yang terlibat dalam pengakuanku. 

Sahabat Lama
"Itulah sahabat sejati, saling mengingatkan, saling membantu, dan saling berbagi." --hlm. 55.

By Fazza Faizah

2 for 5 stars

Penerbit        : Quanta Books, imprint dari Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 2016
ISBN            : 9786020280806


Ketika kita memiliki sahabat, bukan berarti kita pasti akan selalu bersamanya. Ada masa-masa kita harus pindah, mengambil kesempatan, melanjutkan sekolah, dan memilih pekerjaan. Tetapi bukan berarti saat kita sudah berpisah, maka selesai begitu saja. 


Tulisan dalam buku ini merupakan resep-resep manjur yang menunjukan pada kita terutama anak-anak muda dalam mengartikan sebuah hubungan persahabatan. Cara jitu memiliki banyak teman, bagaimana cara bersosialisasi dan berhubungan dengan sesama terutama dengan teman lama dan yang terpenting bagaimana menjadi seorang sahabat yang dicintai oleh Allah, yang bersama-sama meniti jalan untuk mendapatkan ridha dan cinta-Nya. Bersama-sama berjalan menuju surga yang DIA janjikan. 

Hari ini mungkin kita berkenalan dengan orang-orang baru, suatu saat kita mungkin jadi teman dekat atau menjadi sahabat, namun sahabat lama semakin lama akan semakin istimewa.

“Sesungguhnya Allah ta`ala menyukai kelestarian atas keakraban kawan lama, maka peliharalah kelangsungannya.” (HR. Ad-Dailami)


***

Sahabat adalah dia yang apabila engkau bersamanya akan lebih mengingati akan Tuhan, kematian, dan kebermanfaatan untuk sesama.


Sunset Holiday
"Kalau memang aku hanyalah sepotong puzzle dalam hidup Ibi dan sebaliknya, it's better that we make the best out of our limited tine together." --Audy.

By Nina Ardianti dan Mahir Pradana

5 for 5 stars

Source: here
Penyunting              : Alit Tisna Palupi
Penyelaras Aksara   : Widyawati Oktavia dan Idha Umamah
Penata Letak            : Gita Romadhona
Desainer Sampul   : Dwi Anisa Anindhika dan Agung Nugroho
Ilustrator Isi             : Gama Marhaendra
Penerbit                   : Gagasmedia
Tahun Terbit            : Cetakan pertama, tahun 2015.
Tebal Halaman        : 470 halaman
ISBN                       : 9787808181


“We are all strangers until we meet.”



Jatuh cinta dan bertemu denganmu tidak ada dalam rencana perjalananku. Namun, di perjalanan sejauh ini, kamulah hal terbaik yang terjadi kepadaku. Aku menebak-nebak di mana akhir senyum manismu yang menghangatkan.

Hal paling menyakitkan dari jatuh cinta adalah kehilangan setelah memilikinya. Karena itulah, aku tidak berani berharap banyak. Kita hanyalah dua orang asing di tempat asing. Akan lebih banyak risikonya jika aku memutuskan untuk jatuh cinta.

Jika aku tidak akan menjadi bagian dalam sisa perjalanan hidupmu, bisakah kamu mengingatku sebagai bagian terbaiknya? Aku tidak berani menanyakannya karena diam-diam kutahu tujuan terakhir kita ternyata tak sama.

Kita kemudian bukan lagi dua orang asing di negeri asing. Namun, mengapa sakit ketika mengingat ternyata rasa ini terasa lebih asing daripada sebelumnya?

***

Audy dan Ibi bertemu di Paris, kota yang menyimpan banyak pesona cinta. Karena impulsif, Ibi mengikuti Audy melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah di Praha, Roma, atau Venezia, mungkin di sanalah cinta menyapa. Namun, apakah kebersamaan singkat itu berarti banyak jika sejak awal tujuan akhir mereka ternyata tak sama?