Showing posts with label Terjemahan. Show all posts
Showing posts with label Terjemahan. Show all posts
Sad Cypress (Mawar Tak Berduri)

Bagaimana caramu membuktikan kalau kamu tidak bersalah?

karya  Agatha Christie

 3 dari 5 bintang


Alih bahasa: Ny. Suwarni A.S.
Desain dan ilustrasi sampul: Staven Anderson
Tahun terbit : Mei 2014, cetakan kedelapan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku : 352 halaman
ISBN : 978-979-22-9155-1


Wajah Elinor memerah. "Apakah akan Anda tanyakan pada saya—apakah saya yang telah membunuh Mary Gerrard?"


Poirot bangkit. Cepat-cepat ia berkata, "Saya tidak akan menanyakan apa-apa lagi pada Anda. Ada beberapa hal yang saya tak ingin tahu...."



Namun bahkan Hercule Poirot pun kadang-kadang membohongi dirinya sendiri. Sebenarnya ia ingin—ingin sekali—tahu.



Awal mula aku tertarik dengan kisah Hercule Poirot adalah karena aku menyukai kisah detektif. Jadi, saat aku melihat novel ini di toko buku--dengan harga miring--tanpa berpikir panjang, aku pun mengambil buku ini dan penasaran dengan kisah yang disajikan oleh Agatha Christie. Well, sesungguhnya aku tertarik karena judulnya. Kupikir novel ini merupakan salah satu kisah Christie yang pernah kudengar--dan ternyata bukan setelah aku selesai membacanya. Agak kecewa sih sebenernya, tapi ya sudahlah.

A Dash of Magic

The Bliss Bakery Trilogy #2
By  Kathryn Littlewood
4 of 5 stars

Sumber gambar: Goodreads.com
Diterjemahkan dari A Dash of Magic karya Kathryn Littlewood
Genre: Fantasi, middle-grade
Penerjemah: Sujatrini Liza
Penyunting : @putronugroho
Penyelaras aksara: Aini Zahra, @kaguralian
Penata aksara: Garislingkar
Tebal buku :298 halaman
Tahun terbit: Juli 2015, cetakan ke-8
Penerbit: Noura Books, Mizan Fantasi
ISBN : 978-979-433-811-7
Harga : Rp34.650,- di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016

Rosemary Bliss rela melakukan apa pun untuk mendapatkan kembali Buku Resep ajaib milik keluarganya. Maka, dia menerima tantangan Bibi Lily untuk mengikuti kompetisi masak internasional di Paris. Jika Rose menang, Bibi Lily akan mengembalikan bukunya. Jika tidak, maka buku itu akan hilang selamanya. Didampingi keluarganya, kakek buyutnya, seekor kucing sarkastik, dan tikus Prancis, Rose berjuang demi menciptakan masakan spesial yang bisa membuatnya jadi pemenang. Bersama Ty dan Sage, Rose pun berkeliling Paris demi mendapatkan bahan-bahan ajaib: Rahasia Senyum Monalisa, Dentang Lonceng Notre Dame, Bisikan Kekasih, sampai Hujan Murni dari Puncak Eiffel.

Rose benar-benar tidak boleh kehilangan Bliss Cookery Booke untuk kedua kalinya!


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:
Amazon | Barnes and Nobles | Goodreads | Harper Collins

Novel ini merupakan kelanjutan dari Bliss dan semakin membuatku menyukai seri ini. Entah mengapa akhir-akhir ini aku memang tertarik untuk membaca buku-buku middle-grade. Mungkin karena aku memang butuh hiburan, mungkin juga karena aku sedang tidak ingin berpikir terlalu dalam mengenai novel yang kubaca.
Bliss

Tak ada yang bisa melakukan hal hebat dengan perut kosong. Purdy, hlm. 308.

The Bliss Bakery Trilogy #1
By  Kathryn Littlewood
4 of 5 stars

Image source: goodreads.com
Diterjemahkan dari Bliss, karya Kathryn Littlewood
Genre                   : Fantasi, Middle-grade
Penerjemah          : Nadia Mirzha
Penyunting           : Lulu Fitri Rahman
Penyelaras aksara : Aini Zahra
Penata aksara        : elcreative
Tebal buku            : 308 halaman
Tahun terbit          : Juni 2016, cetakan ke-14.
Penerbit                : Noura Books
ISBN                    : 978-979-433-690-8
Harga                : Rp34.650,- di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016

Musim panas itu, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkuk adonan dan semakin yakin bahwa orangtuanya menggunakan sihir di Toko Roti Bliss. Rahasianya ada pada sebuah buku resep Bliss Cookery Booke. 

Namun, apa jadinya jika Rose dan Ty memutuskan bereksperimen denga beberapa resep saat orangtua mereka pergi? Yah, beberapa Muffin Asmara dan Cookies Kebenaran sepertinya tak akan menimbulkan masalah, bukan?


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Sejak aku membaca The School for Good and Evil dan mendengarkan berbagai pujian dari para kenalanku (Mbak Truly dan Kak Anggun) terhadap novel middle-grade ini, aku jadi tertarik untuk membeli dan membacanya. Apalagi, sejak awal dulu, aku sudah tertarik untuk membeli buku ini. Penampakannya yang menarik serta sinopsisnya yang bikin penasaran, membuatku terus menginginkan buku ini.

Misteri Soliter
Filsafat dalam Setumpuk Kartu Remi

Aku tak mengerti bagaimana mungkin ada sesuatu yang muncul begitu saja dari ketiadaan. Hans Thomas, hlm. 239

By Jostein Gaarder
3.5 of 5 stars

Image source: goodreads.com
Judul asli           : The Solitaire Mystery/Kabalmysteriest
Penerjemah       : Utti Setiawari
Penyunting         : Esti A. Budihabsari
Proofreader       : Ine Ufiyaputri
Tahun terbit        : Januari 2016
Penerbit             : Mizan
Ilustrator isi        : Hilde Kramer
Desainer sampul : Andreas Kusumahadi
Tebal buku : 484 halaman
Pinjam dari teman sekamar.

Hans Thomas, 12 tahun, bersama sang ayah melakukan perjalanan ke Yunani untuk mencari sang ibu. Perjalanan panjang itu diwarnai kejadian-kejadian aneh. Seorang kurcaci memberi Hans Thomas sebuah kaca pembesar, seorang tukang roti memberikan sekerat roti berisi buku mini yang berkisah tentang pelaut yang terdampar di sebuah pulau; setumpuk kartu remi yang tiba-tiba hidup, dan seorang Joker yang nyaris tahu segala.

Siapakah mereka? Dan ke manakah mereka akan membawa Hans Thomas? Misteri Soliter adalah bacaan yang ditulis khusus bagi mereka yang ingin belajar filsafat tanpa harus berkerut kening. Kisah di dalam kisah, karakter yang mungkin nyata, mungkin pula tidak, masa lalu dan masa depan. Sebuah kisah yang menyajikan teka-teki dan eksplorasi kehidupan yang memukau.

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Sebenarnya, aku cukup penasaran dengan karya-karya Jostein Gaarder. Baiklah, sepertinya aku harus mengakui kalau aku belum berhasil membaca Dunia Sophie sampai selesai. Bukan. Bukan karena bukunya jelek atau apa. Akan tetapi, aku belum sanggup mencerna berbagai macam filsafat yang ditawarkan oleh Gaarder.
Gantung
"Hal yang sudah menjadi kebiasaan, lama-lama menjadi kepercayaan."Gibbs, hlm. 72.

By Nadia Khan
3 of 5 stars

Pertama kali diterbitkan pada tahun 2013 oleh Buku Fixi, Malaysia.
Genre            : Thriller, mystery
Penerjemah   : Juwita Purnamasari, Selsa Chintya.
Penyunting    : Cerberus404
Proofreader   : K.P. Januwarsi
Design cover : Chyntia Yanetha
Penerbit         : Penerbit Haru
Tahun terbit   : Juni 2016
Tebal buku     : 320 halaman
ISBN             : 978-602-7742-93-2
Harga             : Rp55.000,- di Booth Penerbit Haru, Indonesia International Book Fair, 2016.

[Novel Dewasa]

Gibbs, Ray, KJ dan Troll adalah empat sahabat di sebuah SMA elite di Malaysia.

Mereka memiliki satu kode etik; tidak ada yang boleh memiliki pacar tetap, karena itu akan menghancurkan persahabatan mereka. Kalau mau bersenang-senang, silakan. Namun gadis itu harus mereka bagi berempat. 

Saat salah satunya melanggar, risiko tindakannya itu sangat fatal, bahkan mematikan...

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Well, sebenarnya aku bukanlah orang yang menyukai hal-hal yang berbau horor. Bahkan, aku paling nggak mau berhubungan dengan hal-hal mistis. Entah ini aku yang lagi sok berani atau bagaimana, akhirnya aku menguatkan hati untuk membeli Gantung. Iya, aku udah bela-belain bacanya waktu siang-siang. Tapi, malah turun hujan dengan kilat yang menyambar-nyambar. Oh, my God! Sungguh pun hal ini membuatku takut sendiri waktu bacanya. Hiks.
Buah Tangan dari Jerman:
Telaah dan Terjemahan Tiga Karya Awal Mori Ogai

By Bambang Wibawarta
2 of 5 stars

Image source: goodreads.com
Penyunting         : Chandra Gautama
Gambar sampul : Kazue Ota
Tahun terbit       : Januari 2003
Tebal buku        : viii+299 halaman
Penerbit            : Kalang
ISBN                : 979-97354-0-8
Buntelan dari Mbak Truly Rudiono

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Buah Tangan dari Jerman merupakan sebutan bagi tiga karya awal Mori Ogai. Mori Ogai sendiri adalah seorang sastrawan besar dalam kesusastraan modern Jepang. Ia tidak hanya dikenal sebagai sastrawan, tetapi juga sebagai dokter di dinas ketentaraan dan Kepala Biro Kesehatan Angkatan Darat. Selain itu, Ogai juga aktif menjadi kritikus sastra, sejarawan, penerjamah, dan ahli kearsipan. Membaca karya Ogai ini, akan membuka mata kita akan perkembangan kesusatraan Jepang modern, khususnya setelah Restorasi Meiji.

The Life and Adventures of Santa Claus
Kisah Hidup dan Petualangan-petualangan Santa Claus
"emang benar, banyak pejuang besar, raja-raja hebat, dan cendekiawan-cendekiawan yang sering pula dibicarakan orang; tetapi tidak ada satu pun yang begitu disayang seperti Santa Claus, sebab tidak ada yang seperti dirinya, mengabdikan hidupanya untuk membuat orang-orang lain bahagia. hlm. 111

By L. Frank Baum
3 of 5 stars

Image source: goodreads
Judul asli                             : The Life and Adventures of Santa Claus
Genre                                   : Fantasi, children book
Alih bahasa                          : Tanti Lesmana
Desain dan ilustrasi sampul : Ratu Lakhsmita Indira
Penerbit                                : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit                          : 2014
Tebal buku                           : 152 halaman
ISBN                                    : 978-602-03-1128-9
Harga                                   : Rp31.500,- di TM Bookstore, Depok Town Square


Suatu hari di Hutan Burzee. Ak yang Agung, Penguasa Hutan-Hutan di dunia, menemukan bayi manusia. Tanpa pertolongannya, bayi itu tentu sudah dimangsa singa. Necile, si peri-hutan, merawat bayi itu dan menamainya Claus. Dan dia hidup damai bersama para penghuni hutan.

Ketika Claus semakin dewasa, dia merasa harus kembali ke dunia manusia. Hatinya tersentuh ingin membahagiakan anak-anak yang dilihatnya. Dia pun mulai membuat mainan, dan membagikannya. Namanya semakin dikenal dan anak-anak menyayanginya, sebab dia sahabat mereka. Tetapi jalannya tidak selalu mulus. Ada makhluk-makhluk hutan yang tak senang dan berusaha menghalangi, bahkan mencelakai Claus.


Informasi lebi lanjut dapat dibaca di:

Membaca buku anak menjadi salah satu hal yang aku sukai. Kenapa? Selain serasa bernostalgia, membaca buku anak tidak terlalu membutuhkan kondisi otak yang prima. Haha. Intinya sih, membaca buku anak serasa membaca bacaan santai yang bisa membuat otak lebih relaks. Tentunya, The Life and Adventures of Santa Claus bisa menjadi pilihan yang tepat untuk bersantai.
The School for Good and Evil #2
Dunia Tanpa Pangeran
"Semua kisah dongeng bisa diputarbalikkan demi mencapai suatu tujuan."--hlm. 200.

By Soman Chainani
3.5 of 5 stars

Judul asli          : The School for Good and Evil 2: A World Without Prince
Ilustrasi             : Iacopo Bruno
Genre               : Fantasy, Young Adult, Middle Grade.
Pengalih bahasa : Kartika Sofyan
Penyunting         : Agatha Tristanti
Desain               : Yanyan Wijaya
Tebal buku        : 512 halaman
Tahun terbit       : Juni 2015, Cetakan kedua.
Penerbit             : Bhuana Sastra (Imprint dari PT. BIP)
ISBN                 : 978-602-249-949-7
Buntelan dari penerbit.

Sophie dan Agatha telah berhasil pulang ke Gavaldon, menjalani "bahagia selamanya" versi mereka. Namun, hidup tak seperti dongeng yang mereka harapkan. 



Agatha diam-diam berharap seandainya ia memilih akhir bahagia yang lain bersama pangerannya. Permohonan rahasia itu membuka kembali pintu menuju Sekolah Kebaikan dan Kejahatan. Tak disangka, dunia yang dulu pernah ia ketahui bersama Sophie ternyata telah berubah. 

Penyihir dan putri, tukang tenung dan pangeran, bukan lagi musuh. Ikatan baru telah terbentuk, menghancurkan hubungan lama. Namun dibalik hubungan yang rumit antara Kebaikan dan Kejahatan ini, perang sedang dipersiapkan. Musuh yang sangat berbahaya tersembunyi dibalik topeng wajah yang mereka kenal. Saat Agatha dan Spohie berjuang untuk memulihkan kedamaian, sebuah ancaman tak terduga bisa menghancurkan segalanya dan semua orang yang mereka cintai. kali ini, ancaman itu datang dari dalam diri mereka sendiri. 


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:


Well, first thing first. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Mbak Dian yang menawariku untuk meresensi buku kedua dari seri The School for Good and Evil. Sejak pertama kali aku membaca tulisan Soman Chainani ini, aku penasaran dengan akhirnya. Bisa dibilang, akhir dari seri satu memang cukup menggantung. Bahkan, masih banyak misteri yang tersimpang. Alhasil, saat aku ditawari untuk meresensi buku ini, aku langsung bersemangat untuk menerimanya. Bahkan, aku mencoba untuk menyelesaikan membaca buku ini di tengah-tengah kesibukanku mengerjakan tugas di semester lima.