Showing posts with label Gagasmedia. Show all posts
Showing posts with label Gagasmedia. Show all posts
Fly to the Sky

"But, if this guy, or whoever he was, he is, or he will be, can't handle you at your worst, they sure as hell don't deserve you at your best. Enough said." -- Ihsan
Sumber: goodreads.com

Judul: Fly to the Sky
Penulis: Nina Ardianti dan Moemoe Rizal
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2012
Tebal buku: 360 halaman

Bertemu denganmu tidak pernah ada dalam agendaku. Begitu pula mungkin denganmu, tak tebersit namaku dalam hari-harimu, dulu. Tetapi, siapa yang menyangka, ujung benang merah milikku ternyata tersangkut di kelingkingmu.

Saat pertama kali bertemumu, tak ada yang asing. Kau seperti
dikirimkan dari masa lalu, seperti seseorang yang memang seharusnya menghuni ruang hatiku. Namun, tak ada dari kita yang menyadarinya. Sampai aku bergerak menjauh, dan kau berbalik menghilang. Padahal, rinai tawamu kusimpan, dan selalu kujaga dengan rindu menderu. Diam-diam, aku membisikkan harap, kapan kita berjumpa lagi?

Bukankah sudah diikat-Nya ujung benang merahmu di kelingkingku? Jadi, aku percaya kau akan menemukanku. Menggenapkan rindu yang separuh.

***

Rasanya, sudah lama sekali saya tidak membaca kisah romans Indonesia. Beberapa hari ini, saya sempat mengalami reading slump. Alhasil, bacaan saya mandeg dan belum saya lanjutkan kembali. 

Akan tetapi, tiba-tiba saja kemarin saya ingin sekadar refreshing. Jadi, saya pun mengambil salah satu novel favorit saya ini untuk saya baca kembali. Hasilnya? Meskipun sudah delapan tahun berlalu, Fly to the Sky masih menjadi kisah manis yang penuh drama.

Edyta dan Andrian 

Edyta Adriannisa Fauzi menyamakan dirinya dengan Midas. Bedanya, segala hal yang disentuh oleh Midas akan berubah menjadi emas, sedangkan apa yang disetuh oleh Edyta akan berubah menjadi bencana.

Selama 26 tahun hidupnya, Edyta terbiasa untuk dibantu oleh semua orang dekatnya. Mulai dari dua abangnya, Ferro dan Ilham (yang anyway, Ilham ini punya kisah sendiri di Simple Lie, Meet Cute, dan Stuck), Ihsan (tetangga dan juga teman dekat Ilham), mami dan papinya, atau sahabat sejatinya, Syiana.

Pada saat seperti ini, Edyta mengalami quarter life crisis yang cukup lumayan. Karir yang stagnan dan juga masalah percintaan yang sepertinya belum ada ujungnya. Maka ketika ia bertemu Andrian, seorang stranger yang rela kena omelannya serta membantu dirinya tanpa diminta, Edyta merasa Andrian bisa jadi jawaban dari seluruh masalah percintaannya.

Di sisi lain, Andrian adalah seorang pilot yang serba perfeksionis. Memiliki Obsessive Compulsive Disorder (OCD) bisa membuat Andrian begitu tertata dan let's say sangat metodis. Pertama kali bertemu Edyta, Andrian tahu kalau cewek di depannya itu tidak akan masuk ke dalam check list perempuan idaman yang ia buat. 

Setelah bertemu dengan Edyta, ia bertemu dengan Mawar, pramugari baru di Indonesia Airbridge. Sejak awal, Andrian tahu kalau Mawar akan memenuhi checklist yang ia miliki. Sayangnya, lama-kelamaan Andrian merasa hubungannya dengan Mawar begitu hambar. Mungkin pernyataan bahwa kutub magnet yang sama tidak akan pernah bersatu betul-betul menggambarkan hubungan di antara keduanya.

Pada akhirnya, setelah mengalami kejadian menghebohkan yang membuatnya mengakhiri hubungannya dengan Mawar, Andrian menyadari bahwa Edyta lah sosok yang bisa melengkapi dirinya.

Kisah yang tetap manis 

Image: google.com, edited by me

Pada dasarnya, novel ini merupakan bagian dari proyek Gagas Duet. Kali ini, Nina Ardianti dipasangkan dengan Moemoe Rizal. Kombinasi yang cukup unik sebetulnya karena menurut saya, gaya penulisan Nina sangatlah ceplas-ceplos dan penuh drama. Sedangkan, gaya penulisan Moemoe cenderung sangat teknikal.

Diceritakan dari dua sudut pandang yang berbeda, jujur saya lebih suka kisah Edyta. Entahlah. Bagi saya, kisah Andrian begitu kaku. Saya tahu sih kalau karakter Andrian sendiri memang kaku dan juga serius, tapi saya jadi merasa agak bosan membacanya. Untungnya, di cerita Andrian ada sosok Leila yang penuh drama. Jadi, setidaknya saya masih bisa tersenyum saat membaca kisahnya.

Meskipun novel ini penuh dengan serendipty, saya rasa jalan ceritanya cukup segar kala itu. Jadi saya sangat menikmati kisah yang manis ini. Memang sih, novel ini menggambarkan kejadian yang sudah pasti tidak akan terjadi di unia nyata, tapi saya somehow masih bisa relate dengan perasaan Edyta atau bahkan Andrian.

Kesimpulan

Ternyata, novel ini termasuk novel yang tidak akan pernah membuat saya bosan. Saya suka karakter dan juga ceritanya. Sepertinya, saya harus rajin untuk cek akun Wattpad Nina untuk baca kisah Ilham ataupun adiknya Ferdian--yang sialnya saya lupa namanya siapa.

4 dari 5 bintang untuk kisah yang tetap manis meski delapan tahun telah berlalu.

Sincerely,

Ra

Memento
"Memaafkan bukanlah hadiah yang kita berikan pada orang lain. Memaafkan adalah pembebasan bagi diri kita sendiri." Elgar, hlm. 258.

By Wulan Dewatra
2 of 5 stars

Genre             : Young adult, romance
Editor             : Alit Tisna Palupi
Proofreader    : Jia Effendie
Penata letak    : Gita Ramayudha
Desain sampul : Amanta Nathania
Penerbit          : Gagasmedia
Tahun terbit     : 2013
Tebal buku      : vi+266 halaman
ISBN              : 979-780-646-4
Harga              : Rp14.000,- di TM Bookstore, Depok Town Square

Aku kira bisa dengan mudah melupakanmu.

Tapi hidup kini terasa berbeda karena menjalaninya seorang diri saja.
Kau pergi dan bahagiaku tak kembali.



Saat becermin pagi ini,
aku begitu takut pada bayanganku sendiri. 
Pada memori yang berat membebani bahuku.
Pada bibirku yang tak akan pernah tersenyum lagi....


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Well, saat membaca beberapa review yang ada di Goodreads, aku cukup terkesan. Mengapa? Katanya sih, novel ini memiliki tingkat kesuraman tinggi. Awal membeli novel ini pun karena obral. Haha. Jadi, aku sebenarnya tertarik dengan novelnya, hanya saja, takut nggak puas bacanya. Jadilah, aku hanya dapat memberi dua bintang saja untuk kisah Shalom.
Jump
"Lain kali kalau sedang berorganisasi, ikuti aturan yang berlaku. Jangan suka seenaknya sendiri." Casablanca, hlm. 82.

By Moemoe Rizal
3 of 5 stars

Sumber: goodreads.com
Genre                     : Fiksi remaja
Editor                    : Samira
Proofreader    : Resita Wahyu Febiratri dan Christian Simamora
Penata letak           : Dian Novitasari
Desain sampul       : Jeffri Fernando
Penerbit                 : Gagasmedia
Tahun terbit           : 2011, cetakan pertama
Tebal buku             : vi+374 halaman
ISBN                     : 979-780-512-3
Harga buku           : Rp19.000,- di TM Bookstore, Depok Town Square.

One-two-three-four, we’re the best cheers on the floor!
Five-six-seven-eight, we’re the prettiest, ready to fight!
Fight! Fight! Fight! We’re saying it right!
Cheer! Cheer! Cheer! We own the atmosphere!
C-C-C-CHEERLEADERS!

Akui saja, cewek berseragam cheerleader SELALU terlihat tiga level lebih keren daripada cewek-cewek jelata lainnya. Belum lagi rambut indah, bodi oke, dan kaki langsing seperti supermodel—helloooo..., cowok mana sih yang sanggup menolak pesonamu?

Dan, saat akhirnya resmi bergabung dengan squad, kamu juga otomatis menjadi populer. Nggak usah heran kalau teman mendadak bertambah banyak di akun Facebook dan Twitter-mu. Orang yang tak pernah kamu ajak mengobrol, tahu-tahu menyapamu saat berpapasan di kantin. They practically worship you, adore you. Nggak heran, kamu kan the next it girl?

Sayangnya, nggak seorang pun pernah bercerita seperti apa hidup setelah menjadi populer. Kamu terpaksa harus mengakui, tak sedikit orang yang iri padamu. Setiap kau membalikkan badan, orang-orang pasti menggosipkanmu. Mereka berharap bisa menjatuhkanmu, mempermalukanmu. Satu skandal dan, voilà, kamu jadi bahan tertawaan selama berminggu-minggu.

But here you are. Tak peduli seperti apa orang membencimu, menikammu diam-diam dari belakang, kau akan tetap berdiri di puncak piramida dengan pom pom di kedua tangan. Suck it up, Darling, you are a cheerleader.

Nggak semua cewek bisa seperti dirimu.


Informasi lebih lanjut dapat dilihat di:

Pada akhirnya, aku berhasil membaca salah satu karya Moemoe Rizal yang cukup terkenal. Yap, Jump merupakan salah satu novel Moemoe yang ingin kubaca dari dulu. Tanpa sengaja saat aku berkunjung ke TM Bookstore, aku menemukan novel ini. Tentunya, langsung aku bawa ke kasir dan kubayar.

Menurutku, Jump adalah jenis novel yang asyik untuk dibaca. Moemoe berhasil menghadirkan informasi yang cukup mendetail tentang kehidupan anak SMA kala itu, beserta dengan istilah-istilah cheerleading yang pastinya bikin pusing itu. Syukurnya, Moemoe berhasil mengolah penjelasannya dengan seru dan asyik. Bahkan, aku curiga kenapa Moemoe bisa seluwes itu menjelaskannya.

Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
"Kau takkan pernah bisa bahagia sebelum memaafkan, memberi kesempatan, dan menyayangi dirimu sendiri." Zima, hlm. 277.

By Prisca Primasari
3 of 5 stars

Editor               : eNHa
Proofreader      : Gita Romadhona
Penata Letak     : Wahyu Suwarni
Desain Sampul : Dwi Annisa Anindhika
Genre                : Roman
Penerbit            : Gagasmedia
Tahun Terbit     : 2012
Tebal Buku       : viii+292 halaman
ISBN                 : 979-780-589-1
Harga           : Rp19.000,- di TM Bookstore, Depok Town Square.


Vinter

Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram, dan sedih. Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin…. 

Florence



Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah, dan bahagia. Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri….


***

Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa merupakan salah satu novel yang ingin kubaca dari dulu. Hanya saja, waktu aku masih SMA, aku jarang sekali bisa membeli novel. Mungkin karena aku yang tidak bisa menyisihkan uang dengan baik atau faktor lainnya. Kali ini, Prisca Primasari mengajak pembacanya untuk mengeliling Paris dan Honfleur. Aku sudah terbiasa dengan kebiasaan Prisca yang mengambil latar tempat di luar Indonesia. Mungkin, Prisca memang mengkhususkan diri untuk itu.
Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
"Dare to be different. If you can't, just be creative,"

By Winna Effendi
5 of 5 stars

Image Source: goodreads.com
Penyunting        : Christian Simamora
Proofreader       : Alit Tisna Palupi dan Patresia Kirnandita
Penata Letak     : Dian Novitasari
Desain Sampul  : Dwi Annisa Anindhika
Ilustrasi Isi        : Diani Apsari
Penerbit            : Gagasmedia
Tahun Terbit     : 2012
Tebal Halaman : 346 halaman
ISBN                : 9797805956
Hadiah dari Kak Ren Puspita (Ren's Little Corner)


Menulis itu susah? Banget.

Terutama kalau kita nggak punya komitmen kuat dan disiplin untuk itu.

Truth to be told, menulis itu gampang-gampang susah. Terkadang terasa mudah dan menyenangkan, apalagi jika ide mengalir selancar air. Namun, menulis juga dapat terasa sulit karena tanpa teknik yang benar dan loyalitas untuk kembali ke halaman-halaman yang belum rampung, tulisan kita akan terus tidak selesai atau menjadi sebaik yang kita inginkan.

Selama ini, banyak sekali teman yang bertanya kepada saya:

- Gimana sih, caranya menulis fiksi yang enak dibaca?
- Bagaimana caranya menciptakan konflik yang nggak klise?
- Gimana caranya menulis cerita dari awal sampai akhir?
- Ceritaku mandek dan nggak kelar-kelar, gimana ya supaya aku bisa menyelesaikannya?
- Bagaimana cara mengirimkan naskah ke penerbit, dan apa yang bisa kita lakukan supaya naskah tersebut 'dilirik'?
- Lalu, prosedur penerbitannya bagaimana?

Bagi kalian yang ingin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, well, this book might be the one for you.

Dan, mari bersama-sama menikmati proses menyenangkan menulis naskah fiksi pertamamu.


***


Draf 1 merupakan salah satu buku yang ingin aku miliki sejak dulu. Aku sebenarnya sudah tertarik untuk membaca buku ini waktu aku tahu buku ini terbit. Sayangnya, bagiku waktu itu buku adalah barang yang mahal. Apalagi, orang tuaku cenderung sulit memberi aku uang lebih untuk membeli buku seperti ini. Maka, aku lepaskan begitu saja kesempatan untuk membeli buku ini :( 

Sunset Holiday
"Kalau memang aku hanyalah sepotong puzzle dalam hidup Ibi dan sebaliknya, it's better that we make the best out of our limited tine together." --Audy.

By Nina Ardianti dan Mahir Pradana

5 for 5 stars

Source: here
Penyunting              : Alit Tisna Palupi
Penyelaras Aksara   : Widyawati Oktavia dan Idha Umamah
Penata Letak            : Gita Romadhona
Desainer Sampul   : Dwi Anisa Anindhika dan Agung Nugroho
Ilustrator Isi             : Gama Marhaendra
Penerbit                   : Gagasmedia
Tahun Terbit            : Cetakan pertama, tahun 2015.
Tebal Halaman        : 470 halaman
ISBN                       : 9787808181


“We are all strangers until we meet.”



Jatuh cinta dan bertemu denganmu tidak ada dalam rencana perjalananku. Namun, di perjalanan sejauh ini, kamulah hal terbaik yang terjadi kepadaku. Aku menebak-nebak di mana akhir senyum manismu yang menghangatkan.

Hal paling menyakitkan dari jatuh cinta adalah kehilangan setelah memilikinya. Karena itulah, aku tidak berani berharap banyak. Kita hanyalah dua orang asing di tempat asing. Akan lebih banyak risikonya jika aku memutuskan untuk jatuh cinta.

Jika aku tidak akan menjadi bagian dalam sisa perjalanan hidupmu, bisakah kamu mengingatku sebagai bagian terbaiknya? Aku tidak berani menanyakannya karena diam-diam kutahu tujuan terakhir kita ternyata tak sama.

Kita kemudian bukan lagi dua orang asing di negeri asing. Namun, mengapa sakit ketika mengingat ternyata rasa ini terasa lebih asing daripada sebelumnya?

***

Audy dan Ibi bertemu di Paris, kota yang menyimpan banyak pesona cinta. Karena impulsif, Ibi mengikuti Audy melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah di Praha, Roma, atau Venezia, mungkin di sanalah cinta menyapa. Namun, apakah kebersamaan singkat itu berarti banyak jika sejak awal tujuan akhir mereka ternyata tak sama?


Interlude
"Jangan pernah pergi dari sisiku, oke? Selamanya.Aku juga tidak akan behenti jadi lautmu. Selamanya."--Kai Risjad.

By Windry Ramadhina

5 for 5 stars

Source: here
Penyunting                         : Gita Romadhona dan Ayuning
Proofreader                        : Widyawati Oktavia
Penata Letak                       : Gita Ramayudha
Desain dan Ilustrasi Kaver : Levina Lesmana
Penerbit                               : Gagasmedia
Kota Terbit                          : Jakarta
Tahun Terbit                        : 2014
Tebal Halaman                    : 380 halaman
ISBN                                   : 9789797807221

Hanna,

listen.
Don’t cry, don’t cry.
The world is envy.
You’re too perfect
and she hates it.

Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak. Kemarilah, aku akan menjagamu, asalkan kau mau mengulurkan tanganmu.

“Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang, tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang.” Aku ingat kata-katamu itu, masih terpatri di benakku.

Aku tidak selamanya berengsek. Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi?

Kilat rasa tak percaya dalam matamu, membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri. Tapi, sungguh, aku mencintaimu, merindukan manis bibirmu.

Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya? Kenapa masih saja senyum retakmu yang kudapati?

Hanna, kau dengarkah suara itu? Hatiku baru saja patah….


***

Seperti apa yang telah dinyatakan oleh Windry Ramadhina, Interlude merupakan novel yang berbeda dari novel-novelnya sebelumnya. Istilahnya, lebih dewasa gitu kali, ya (?). Aku nggak tahu harus ngegambarinnya kayak apa. Yang pasti, aku sudah jatuh cinta dengan Interlude sejak membacanya pertama kali.

Hanna, seorang mahasiswi jurnalistik yang punya masa lalu kelam. Karena masa lalunya itu, Hanna merasa dirinya tidak berguna lagi. Bahkan, terkadang ia ingin menjadi buih yang akan hilang ditelan gelombang laut. Layaknya cerita si Putri Duyung kecil.
"Aku ingin seperti dia. Terkadang, saat tidak tahan lagi dengan semua ini, aku berharap bisa membenamkan diri di laut dan tidak muncul lagi ke permukaan." -- Hanna.
Kai Risjad, seorang pemuda yang kehilangan tujuan hidupnya. Masalah keluarganya yang cukup pelik membuatnya pesimis akan hidup. Kuliah ia tinggalkan. Bermain band pun karena ia mau bukan karena passion. Bermain perempuan juga jadi salah satu hal yang ia lakukan.

Hanna dan Kai. Dua orang yang sama-sama tidak sempurna. Dua orang yang punya celah di diri masing-masing. Bertemu di atap apartemen. Membuat keduanya sadar, "dia menarik." Menarik dengan cara mereka sendiri. Pertemuan-pertemuan mereka yang sederhana dan juga rasa ingin tahu dari masing-masing pihak, membuat mereka pada akhirnya jatuh cinta. Tapi, masa lalu yang dibawa, tetap menjadi batu sandungan bagi hubungan mereka.

Aku suka cerita ini. Ceritanya begitu rapi dan alurnya mengalir dengan lancar. Cerita Hanna dan Kai bagiku seperti cerita yang manis. Pasangan yang manis tapi tidak sampai membuatku ngilu. Karakter mereka menarik. Menurutku, mereka saling melengkapi dengan cara mereka sendiri.
"Kalau begitu, biar aku jadi lautmu. Aku akan membantumu meluruhkan semua cela itu." -- Kai.
Hanna dan Kai mencoba saling menyembuhkan satu sama lain. Meskipun mereka tahu, mereka bukan orang biasa. Mereka penuh luka dan penuh dosa. Tetapi, akhirnya mereka mengerti, bahwa mereka memiliki jalan mereka sendiri.

Akhir yang manis waktu membaca cerita ini. Interlude membuat aku tersenyum sendiri. Sepertinya, aku terlanjur jatuh cinta pada Kai--I am sorry. I just couldn't handle to fall for a bad boy like Kai. Aku menyukai karakter sok tapi manis seperti Kai. Eits, ini masalah selera aja sih.

Selain Kai dan Hanna, novel ini juga membahas hubungan antara Jun, Gitta, dan Ian. Mereka adalah anggota Second Day Charm--band yang  juga digeluti oleh Kai. Menurutku, komposisi cerita di Interlude sudah pas. Aku saja sampai bingung mau bilang apa waktu baca ini. Saking bagusnya, aku tak bisa berkata apa-apa. Puas banget bacanya.

Apalagi, kaver Interlude itu menarik. Beda dari kaver novel gagasmedia sebelum-sebelumnya. Terlihat misterius dan sempat membuatku bertanya-tanya, kira-kira novel ini tentang apa, ya? Akhirnya, rasa penasaranku terjawab dan aku sama sekali tidak kecewa.
Source: here. edited by me
Tetapi, bagaimanapun pasti ada hal yang kukeluhkan dari novel cantik ini. Aku agak tidak setuju dengan deskripsi kepintaran Kai. Sebagai orang yang berada di satu kamar yang sama dengan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, aku tahu IPK sempurna di fakultas bermakara merah itu sangat sulit dapat. Bahkan, mendapat IPK di atas 3.5 saja susahnya minta ampun. Temenku aja mengais-ngais nilai biar tetap cumlaude. Jadi, agak kurang nyata aja kalau IPK Kai bisa sampai 4. Bahkan, kakak tingkatku yang peraih IPK tertinggi di FH UI saja, IPKnya berkisar di angka 3.8.

Sudah-sudah. Sepertinya demikian saja yang bisa aku ungkapkan soal Kai dan Hanna. Aku suka kisah mereka dan aku siap untuk baca lagi dan lagi. Kalau kamu suka cerita yang ringan dan menyentuh, Hanna dan Kai bisa jadi teman baik kalian.


With You
“Matahari terbit itu awal dari hari baru. Matahari terbit memberi kita kesempatan untuk mulai semuanya dari awal.”—Lyla.

By Christian Simamora dan Orizuka
3 of 5 stars

Penerbit                      : Gagasmedia
Tebal halaman           : 298 halaman
Tahun terbit               : 2012
ISBN                           : 9789797805739


One day could change everything.
source: goodreads.com

365 hari dalam setahun,

24 jam dalam sehari.


Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.

keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...

sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

REVIEW:
Membaca gagas duet merupakan salah satu hal yang cukup aku sukai. Menggabungkan dua penulis ke dalam satu novel merupakan tantangan tersendiri dan akua rasa, hal ini sangat menarik. Dua orang penulis yang berbeda gaya penulisannya, meramu satu kisah yang bertalian.

THE FIRST LINE
Nggak biasanya Cindy punya saat lowong sepanjang hari seperti ini.

The Appearance:
Kaver dari novel With You ini sebenarnya menarik dan sederhana. Membuat pembaca penasaran mengapa yang digunakan adalah gambar jam. Ternyata, gambar jam tersebut benar-benar menggambarkan tema yang diangkat oleh Christian dan Orizuka. Aku suka dengan penampilan kavernya yang sederhana. Untuk layout, aku suka layout di bagian cerita milik Christian. Menurutku, layout yang digunakan lebih elegan dan menarik untuk dilihat.

“Sorry for being straightforward, but that exactly what you’re doing right now.”—Jere.

The Summary:
Oke. Jadi, untuk novel duet ini terbagi menjadi dua bagian. Yakni, Cinderella Rockefella dan Sunrise. Setiap bagian diceritakan oleh dua orang yang berbeda. Satu-satunya benang merah di antara kedua cerita tersebut adalah hubungan sepupu dua tokoh utama, serta tema yang diangkat sama.

Cinderella Rockefella merupakan cerita yang disajikan oleh Christian Simamora. Berkisah tentang pertemuan Cindy dan Jere yang bisa dibilang sama-sama tertarik satu sama lain. Padahal, mereka baru saja berkenalan. Pekerjaan di dunia model, membuat keduanya bertemu dan pada akhirnya Cindy dan Jere berhasil makan berdua dan mencoba peruntungan dalam hal penjajakan.

“Seriously, normalnya nih, kalau ada yang cerita panjang kali lebar kali tinggi—kayak yang lo lakukan barusan, biasanya ujung-ujungnya selalu ada bau-bau nyombongnya. But this…?”—Cindy.

Kemudian, cerita berlanjut ke Sunrise. Sunrise merupakan bagian novel yang diramu oleh Orizuka. Menceritakan kehidupan Lyla dan Juna. Hubungan Lyla dan Juna terputus di tengah jalan. Pertemuan tidak sengaja antara keduanya, membuat segala getaran-getaran yang pernah muncul di antara keduanya dipertanyakan. Karimunjawa menjadi saksi kisah cinta mereka yang sesungguhnya.

Terkadang takdir tak selalu sejalan dengan rencana manusia.

The Point of view, plot, and setting
Novel ini cukup unik. Meramu dua cerita yang berbeda menjadi kesatuan yang utuh memang cukup sulit. Aku rasa, lebih tepat bila novel ini dikatakan sebagai bentuk novel antologi. Mengapa? Karena kedua cerita yang terkandung di dalamnya benar-benar tidak berhubungan satu sama lain. Memang ada satu benang merah yang menghubungkan keduanya, yakni inti cerita. Inti cerita Cinderella Rockefella dan Sunrise adalah tentang waktu satu hari yang mengubah perasaan dua orang.

Secara sudut pandang, jujur aku lebih suka cerita dari sudut pandang Abang Christian. Entahlah. Gaya cerita yang nyablak dan ceplas-ceplos memang lebih saya sukai dari pada gaya cerita yang kaku. Aku suka sekali dengan permainan kata-kata yang disajikan oleh Christian.


Kemudian, setting yang digunakan dalam novel ini adalah Jakarta dan Karimunjawa. Sesungguhnya, untuk setting Cinderella Rockefella sendiri, tidak terlalu jelas disebutkan dimananya. Jadi, aku asumsikan cerita ini mengambil setting di Jakarta. Oh, ya. Aku suka dengan kemampuan Abang mencomot tokoh-tokoh dari novel abang yang lain seperti Jet, Tere, dan Ryan.

Untuk Sunrise, alurnya sudah cukup rapi dan khas Orizuka banget. Meskipun aku merasa ada sesuatu yang kurang, tapi aku tidak terlalu keberatan akan hal ini.

“Dia sedang mengingatkan gue, La, kalo selamanya, yang bisa bikin lo bahagia cuma gue.”—Juna.

The Opinion
Kalau ditanya pendapatkua akan novel ini, novel ini bisa aku bilang cukup menarik. Mengapa? Karena dua penulis ini memiliki gaya menulis yang jauh berbeda. Bahkan, genre yang mereka biasa tulis itu sangat berbeda. Abang Chris dengan berbagai macam romannya, dan Orizuka dengan Young Adult-nya. Agaknya, hal ini tidak membatasi kreativitas dari kedua orang penulis ini.

Akan tetapi, bila saya bandingkan dengan Fly to The Sky, saya merasakan perbedaannya. Di Fly to The Sky, cerita jauh lebih mengalir karena dua tokohnya memang benar-benar bersinggungan. Menurutku, penggunaan sudut pandang orang pertama akan lebih bagus dan menarik.

Sebenarnya, dari segi konflik, kedua cerita ini tidak terlalu menyajikan cerita yang berat. Penyelesaian konflik di dua novel ini terkesan ringan dan tak terbelit-belit. Mungkin, faktor keterbatasan jumlah halaman menjadi salah satu alasan.

THE LAST LINE
“Hear, hear!” imbuh Lyla, akhirnya tertawa geli.

The Conclusion
Bacaan ringan dari dua penulis kece gagasmedia? You absolutely have to read this!