Showing posts with label Christian Simamora. Show all posts
Showing posts with label Christian Simamora. Show all posts
Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
"Dare to be different. If you can't, just be creative,"

By Winna Effendi
5 of 5 stars

Image Source: goodreads.com
Penyunting        : Christian Simamora
Proofreader       : Alit Tisna Palupi dan Patresia Kirnandita
Penata Letak     : Dian Novitasari
Desain Sampul  : Dwi Annisa Anindhika
Ilustrasi Isi        : Diani Apsari
Penerbit            : Gagasmedia
Tahun Terbit     : 2012
Tebal Halaman : 346 halaman
ISBN                : 9797805956
Hadiah dari Kak Ren Puspita (Ren's Little Corner)


Menulis itu susah? Banget.

Terutama kalau kita nggak punya komitmen kuat dan disiplin untuk itu.

Truth to be told, menulis itu gampang-gampang susah. Terkadang terasa mudah dan menyenangkan, apalagi jika ide mengalir selancar air. Namun, menulis juga dapat terasa sulit karena tanpa teknik yang benar dan loyalitas untuk kembali ke halaman-halaman yang belum rampung, tulisan kita akan terus tidak selesai atau menjadi sebaik yang kita inginkan.

Selama ini, banyak sekali teman yang bertanya kepada saya:

- Gimana sih, caranya menulis fiksi yang enak dibaca?
- Bagaimana caranya menciptakan konflik yang nggak klise?
- Gimana caranya menulis cerita dari awal sampai akhir?
- Ceritaku mandek dan nggak kelar-kelar, gimana ya supaya aku bisa menyelesaikannya?
- Bagaimana cara mengirimkan naskah ke penerbit, dan apa yang bisa kita lakukan supaya naskah tersebut 'dilirik'?
- Lalu, prosedur penerbitannya bagaimana?

Bagi kalian yang ingin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, well, this book might be the one for you.

Dan, mari bersama-sama menikmati proses menyenangkan menulis naskah fiksi pertamamu.


***


Draf 1 merupakan salah satu buku yang ingin aku miliki sejak dulu. Aku sebenarnya sudah tertarik untuk membaca buku ini waktu aku tahu buku ini terbit. Sayangnya, bagiku waktu itu buku adalah barang yang mahal. Apalagi, orang tuaku cenderung sulit memberi aku uang lebih untuk membeli buku seperti ini. Maka, aku lepaskan begitu saja kesempatan untuk membeli buku ini :( 

With You
“Matahari terbit itu awal dari hari baru. Matahari terbit memberi kita kesempatan untuk mulai semuanya dari awal.”—Lyla.

By Christian Simamora dan Orizuka
3 of 5 stars

Penerbit                      : Gagasmedia
Tebal halaman           : 298 halaman
Tahun terbit               : 2012
ISBN                           : 9789797805739


One day could change everything.
source: goodreads.com

365 hari dalam setahun,

24 jam dalam sehari.


Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.

keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...

sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

REVIEW:
Membaca gagas duet merupakan salah satu hal yang cukup aku sukai. Menggabungkan dua penulis ke dalam satu novel merupakan tantangan tersendiri dan akua rasa, hal ini sangat menarik. Dua orang penulis yang berbeda gaya penulisannya, meramu satu kisah yang bertalian.

THE FIRST LINE
Nggak biasanya Cindy punya saat lowong sepanjang hari seperti ini.

The Appearance:
Kaver dari novel With You ini sebenarnya menarik dan sederhana. Membuat pembaca penasaran mengapa yang digunakan adalah gambar jam. Ternyata, gambar jam tersebut benar-benar menggambarkan tema yang diangkat oleh Christian dan Orizuka. Aku suka dengan penampilan kavernya yang sederhana. Untuk layout, aku suka layout di bagian cerita milik Christian. Menurutku, layout yang digunakan lebih elegan dan menarik untuk dilihat.

“Sorry for being straightforward, but that exactly what you’re doing right now.”—Jere.

The Summary:
Oke. Jadi, untuk novel duet ini terbagi menjadi dua bagian. Yakni, Cinderella Rockefella dan Sunrise. Setiap bagian diceritakan oleh dua orang yang berbeda. Satu-satunya benang merah di antara kedua cerita tersebut adalah hubungan sepupu dua tokoh utama, serta tema yang diangkat sama.

Cinderella Rockefella merupakan cerita yang disajikan oleh Christian Simamora. Berkisah tentang pertemuan Cindy dan Jere yang bisa dibilang sama-sama tertarik satu sama lain. Padahal, mereka baru saja berkenalan. Pekerjaan di dunia model, membuat keduanya bertemu dan pada akhirnya Cindy dan Jere berhasil makan berdua dan mencoba peruntungan dalam hal penjajakan.

“Seriously, normalnya nih, kalau ada yang cerita panjang kali lebar kali tinggi—kayak yang lo lakukan barusan, biasanya ujung-ujungnya selalu ada bau-bau nyombongnya. But this…?”—Cindy.

Kemudian, cerita berlanjut ke Sunrise. Sunrise merupakan bagian novel yang diramu oleh Orizuka. Menceritakan kehidupan Lyla dan Juna. Hubungan Lyla dan Juna terputus di tengah jalan. Pertemuan tidak sengaja antara keduanya, membuat segala getaran-getaran yang pernah muncul di antara keduanya dipertanyakan. Karimunjawa menjadi saksi kisah cinta mereka yang sesungguhnya.

Terkadang takdir tak selalu sejalan dengan rencana manusia.

The Point of view, plot, and setting
Novel ini cukup unik. Meramu dua cerita yang berbeda menjadi kesatuan yang utuh memang cukup sulit. Aku rasa, lebih tepat bila novel ini dikatakan sebagai bentuk novel antologi. Mengapa? Karena kedua cerita yang terkandung di dalamnya benar-benar tidak berhubungan satu sama lain. Memang ada satu benang merah yang menghubungkan keduanya, yakni inti cerita. Inti cerita Cinderella Rockefella dan Sunrise adalah tentang waktu satu hari yang mengubah perasaan dua orang.

Secara sudut pandang, jujur aku lebih suka cerita dari sudut pandang Abang Christian. Entahlah. Gaya cerita yang nyablak dan ceplas-ceplos memang lebih saya sukai dari pada gaya cerita yang kaku. Aku suka sekali dengan permainan kata-kata yang disajikan oleh Christian.


Kemudian, setting yang digunakan dalam novel ini adalah Jakarta dan Karimunjawa. Sesungguhnya, untuk setting Cinderella Rockefella sendiri, tidak terlalu jelas disebutkan dimananya. Jadi, aku asumsikan cerita ini mengambil setting di Jakarta. Oh, ya. Aku suka dengan kemampuan Abang mencomot tokoh-tokoh dari novel abang yang lain seperti Jet, Tere, dan Ryan.

Untuk Sunrise, alurnya sudah cukup rapi dan khas Orizuka banget. Meskipun aku merasa ada sesuatu yang kurang, tapi aku tidak terlalu keberatan akan hal ini.

“Dia sedang mengingatkan gue, La, kalo selamanya, yang bisa bikin lo bahagia cuma gue.”—Juna.

The Opinion
Kalau ditanya pendapatkua akan novel ini, novel ini bisa aku bilang cukup menarik. Mengapa? Karena dua penulis ini memiliki gaya menulis yang jauh berbeda. Bahkan, genre yang mereka biasa tulis itu sangat berbeda. Abang Chris dengan berbagai macam romannya, dan Orizuka dengan Young Adult-nya. Agaknya, hal ini tidak membatasi kreativitas dari kedua orang penulis ini.

Akan tetapi, bila saya bandingkan dengan Fly to The Sky, saya merasakan perbedaannya. Di Fly to The Sky, cerita jauh lebih mengalir karena dua tokohnya memang benar-benar bersinggungan. Menurutku, penggunaan sudut pandang orang pertama akan lebih bagus dan menarik.

Sebenarnya, dari segi konflik, kedua cerita ini tidak terlalu menyajikan cerita yang berat. Penyelesaian konflik di dua novel ini terkesan ringan dan tak terbelit-belit. Mungkin, faktor keterbatasan jumlah halaman menjadi salah satu alasan.

THE LAST LINE
“Hear, hear!” imbuh Lyla, akhirnya tertawa geli.

The Conclusion
Bacaan ringan dari dua penulis kece gagasmedia? You absolutely have to read this!


All You Can Eat
“Terkadang, yang tak bisa kamu lupakan adalah seseorang yang tak pernah bisa kamu miliki.”

By Christian Simamora
4 for 5 stars


Penerbit                      : Gagasmedia
Tebal halaman           : 455 halaman
Tahun terbit               : 2014, Cetakan keenam
ISBN                           : (10) 979-780-643-X


 
That man is just too good to be true. Just to delicious to resist.
‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’

Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu? Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada lagi yang bisa aku katakana kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.

CHRISTIAN SIMAMORA

Review:
Aku tak akan bilang kalau novel ini punya jalan cerita yang mengejutkan. Maksudku, novel ini bagus karena ada hal yang membuatnya berbeda dengan novel lainnya. Baiklah, mari kita berkenalan dengan tokoh bikinan Abang Christian ini.

Namanya Jandro. Alejandro Putra Vimana. Pengusaha muda, tampan, dan kaya. Ia sudah berhasil di dunia bisnis pada saat berumur 23 tahun. Semua orang kagum akan dirinya dan memang, Jandro adalah sosok pria yang luar biasa. Sayangnya, Jandro punya kisah cintanya sendiri. Ia masih stuck dengan cinta pertamanya dulu. Meskipun ia sempat menjalin cinta dengan orang lain, bahkan seolah sudah lupa akan cinta pertamanya, tapi apa yang semua orang bilang memang benar. Cinta pertama merupakan cinta yang paling sulit dilupakan. Begitu pula yang dialami Jandro. Jandro needs his first love.

Namanya Sarah. Seorang adalah seorang penulis naskah film layar lebar maupun sinetron. Ia adalah seorang perempuasa dewasa yang memiliki berbagai cara untuk menaklukkan pria. Hubungannya dengan pacarnya, Rifat, kandas di tengah jalan karena alasan paling menyebalkan sedunia. Rifat selingkuh dan memohon Sarah bisa mengerti dan memaafkan kekhilafannya. Tapi, seperti yang dirasakan oleh semua perempuan, selingkuh adalah isu sensitif dan tidak bisa diganggu gugat. Sarah pun meninggalkan Rifat. Tapi Sarah sadar kalau ia butuh pengalih perhatian. Maka dari itu, Sarah pun pergi menuju Ubud untuk tinggal sementara di vila keluarga Vimana—bagaimanapun, Sarah adalah sahabat baik Anye. Anye Putri Vimana, kakak perempuan Jandro yang selalu usil dengan kehidupan cinta Jandro.

Villa di Ubud membuat Jandro dan Sarah yang tidak sengaja bertemu lagi mengalami perubahan cukup besar. Mulai dari ketertarikan yang diam-diam mereka rasakan, pernyataan cinta yang ditolak berkali-kali, ketakutan yang tak beralasan, hingga sama-sama pasrah menerima rasa.

Villa di Ubud menjadi saksi bisu perjalanan cinta Jandro dan Sarah.

“Lo serius udah ngelupain gue seratus persen? Sama sekali sampai gue seolah nggak pernah ada di hati lo?”—Sarah.

“Apa lagi yang lo mau bicarakan, Sar? I thought we already said that what we need to say to each other.”—Jandro 

 It’s so drama.

Drama dalam artian bagus. Aku nggak nyangka lho ternyata novel seri JBoyfriend bakal senagih ini. Iya, aku udah punya empat—termasuk AYCE—novelnya abang Christian Simamora. Dan, mau nggak mau, aku sudah termakan salam jatuh cinta yang diciptakan oleh abang.

Sebagai novel dewasa, novel ini menurutku smooth banget. Memang ada adegan yang memang dewasa—but I am 19 years old right now. Aku sama sekali nggak keberatan dengan adegan itu. Kan di belakangnya udah ada peringatannya. Jadi, aku nggak merasa berdosa waktu baca.

Pertama, aku mau mengomentari sampulnya. Oh my God. Sampulnya keren abis. Bagaimanapun, cowok dengan jas memang keren banget. Bahkan, tingkat kegantengan mereka akan naik beberapa tingkat. I think I coulndn’t refuse any man who use Armani—in positive way. Sebenernya, covernya AYCE itu jadi bikin penasaran. Jadi ngebuat pembaca tertarik pakai banget. Dan ya, I love this hot cover.

Jalan cerita. Seperti kata abang di belakang novel, cerita ini bukanlah cerita yang benar-benar baru. Cerita tentang dua orang yang saling suka tapi malu karena beda usia—salah seorang aja sih. Yang satu udah nggak punya malu kayaknya. Tapi, menurutku cara penyampaian abang itu ngena aja. I means nggak belibet mengurai kisah cinta Jandro dan Sarah. Meskipun kalau menurutku, adegan romantic atau cheesy dari mereka berdua tidak sebanyak yang aku harapkan. I love romance, remember?

Paper doll. Dari ketiga novel abang yang ada paper dollnya, aku akan bilang kalau aku tidak begitu suka dengan penggambaran Jandro. Seharusnya Jandro terlihat lebih cool lagi di paper doll ini. And sorry to say, aku lebih suka penggambaran Jethro dari pada Jandro. Padahal, yang aku tahu, Jandro lebih banyak digemari daripada Jethro. Sayangnya, aku lebih kepada tim Jethro di seri JBoyfriend ini.

Tokoh favorit. Pilihanku jatuh pada Jandro. Meskipun aku lebih sayang pada Jethro, tapi kuakui karakter yang emes di novel ini adalah Jandro. Dengan wajahnya yang charming dan kemampuannya yang luar biasa di dunia bisnis, siapa yang bisa menolak pesonanya?

Tokoh menyebalkan. Rifat of course. Dia itu benalu dan nggak tahu malu. Nggak suka banget dengan kelakuannya. Udah gitu dia over pede lagi. Ngeselin.

Setelah aku membaca novel ini, aku merasa puas. Meskipun ada sedikit hal yang tidak aku sukai dalam jalan cerita. Tapi mungkin itu karena akunya saja yang tidak setuju dengan hal ini. Aku suka dengan jalan cinta Jandro dan Sarah yang manis. Aku suka dengan perjuangan Jandro meyakinkan Sarah. Dan aku masih bisa ketawa saat membaca novel ini. Mungkin karena gaya penulisan abang yang lincah. Aku tidak menyesal membeli novel ini. Sama sekali tidak menyesal.

Buatku, novel ini semacam jadi candu. Karena bagaimanapun, aku jadi penasaran dengan seri JBoyfriend lainnya.