Showing posts with label 2 Bintang. Show all posts
Showing posts with label 2 Bintang. Show all posts
Buah Tangan dari Jerman:
Telaah dan Terjemahan Tiga Karya Awal Mori Ogai

By Bambang Wibawarta
2 of 5 stars

Image source: goodreads.com
Penyunting         : Chandra Gautama
Gambar sampul : Kazue Ota
Tahun terbit       : Januari 2003
Tebal buku        : viii+299 halaman
Penerbit            : Kalang
ISBN                : 979-97354-0-8
Buntelan dari Mbak Truly Rudiono

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Buah Tangan dari Jerman merupakan sebutan bagi tiga karya awal Mori Ogai. Mori Ogai sendiri adalah seorang sastrawan besar dalam kesusastraan modern Jepang. Ia tidak hanya dikenal sebagai sastrawan, tetapi juga sebagai dokter di dinas ketentaraan dan Kepala Biro Kesehatan Angkatan Darat. Selain itu, Ogai juga aktif menjadi kritikus sastra, sejarawan, penerjamah, dan ahli kearsipan. Membaca karya Ogai ini, akan membuka mata kita akan perkembangan kesusatraan Jepang modern, khususnya setelah Restorasi Meiji.

Memento
"Memaafkan bukanlah hadiah yang kita berikan pada orang lain. Memaafkan adalah pembebasan bagi diri kita sendiri." Elgar, hlm. 258.

By Wulan Dewatra
2 of 5 stars

Genre             : Young adult, romance
Editor             : Alit Tisna Palupi
Proofreader    : Jia Effendie
Penata letak    : Gita Ramayudha
Desain sampul : Amanta Nathania
Penerbit          : Gagasmedia
Tahun terbit     : 2013
Tebal buku      : vi+266 halaman
ISBN              : 979-780-646-4
Harga              : Rp14.000,- di TM Bookstore, Depok Town Square

Aku kira bisa dengan mudah melupakanmu.

Tapi hidup kini terasa berbeda karena menjalaninya seorang diri saja.
Kau pergi dan bahagiaku tak kembali.



Saat becermin pagi ini,
aku begitu takut pada bayanganku sendiri. 
Pada memori yang berat membebani bahuku.
Pada bibirku yang tak akan pernah tersenyum lagi....


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Well, saat membaca beberapa review yang ada di Goodreads, aku cukup terkesan. Mengapa? Katanya sih, novel ini memiliki tingkat kesuraman tinggi. Awal membeli novel ini pun karena obral. Haha. Jadi, aku sebenarnya tertarik dengan novelnya, hanya saja, takut nggak puas bacanya. Jadilah, aku hanya dapat memberi dua bintang saja untuk kisah Shalom.
Night Star
"Keinginan-keinginan tidak selalu terjadi dengan cara yang kita kira, tapi jika kita percaya, dan membuka pikiran kita, ada peluang bagus mereka akan terwujud dalam bentuk tertentu."

The Immortals #5
By Alyson Noel
2 of 5 stars

Source: goodreads
Penerjemah           : Nuraini Mastura
Penyunting            : Rina Wulandari
Penyelaras Aksara : Tisa Anggriani
Penata Aksara        : elcreative
Desain Sampul      : Windu Tampan
Penerbit                 : Mizan Fantasi
Tahun Terbit          : Desember 2011, cetakan pertama
Tebal Buku            : 377 halaman
ISBN                     : 9789794336519

Dan tiba-tiba saja, aku menyadari ... Dialah satu-satunya. 
Selalu begitu di masa lalu. Selalu akan begitu di masa depan.
Sebuah fakta yang bahkan diperjelas selagi aku menjalani kembali adegan-adegan dari masa hidupku yang terakhir.

Kisah cinta segitiga Ever, Damen, dan Jude masih berlanjut. Setelah Jude membunuh Roman, Ever yang kecewa karena tidak berhasil mendapatkan ramuan penawar untuk Damen, benar-benar marah pada Jude. Berbagai cara dilakukan Jude agar Ever memaafkannya. Namun, Ever tidak peduli.

Ever hanya peduli tentang bagaimana menyelamatkan Damen. Dan kini, Ever mengetahui cara untuk mendapatkan ramuan itu kembal. Satu-satunya cara yang tidak mudah, karena Ever harus berhadapan dengan Haven, sahabatnya sendiri.

Di tengah usahanya mendapatkan ramuan, Ever melakukan perjalanan ke Shadowland--dunia bagi jiwa-jiwa yang tersesat. Sebuah perjalanan yang menguak siapa sebenarnya orang yang selama berabad-abad telah dicintai Ever.

***

Apa yang kamu lakukan kalau kenyataan yang terhampar di hadapanmu ternyata menyimpan rahasia-rahasia yang tidak pernah kamu duga?

Setelah Roman mati di buku sebelumnya, harapan Ever untuk mendapatkan ramuan penawar untuk Damen pupus sudah. Jude yang bertanggung jawab atas kematian Roman merasa bersalah dan berulang kali meminta maaf pada Ever. Akan tetapi, Ever tetaplah menjadi Ever. Ia tak menggubris permintaan maaf tulus dari Jude.

1/6
"Kau seorang dokter, Sam. Setiap aku terluka, kau bisa sembuhkan aku."--Kai.

By Flazia
2 of 5 stars

image source: goodreads.com
Penyunting       : Anin Patrajuangga
Desainer           : Jang Shan dan Lisa Fajar R.
Penata Isi          : Abdurrahman
Penerbit            : Grasindo
Tahun Terbit     : 2014
Tebal Buku       : 232 halaman
ISBN                 : 9786022517191
Baca via iJakarta


“Tidak Butuh Satu Detik untuk Mencintaimu…”


Samantha Arin:
Dia adalah Kai Takahashi, seorang aktor, vokalis sekaligus gitaris band terkenal Mr. Sky. Pagi tadi kakeknya meninggal. Dia pasti bersedih karena hal itu. 
“Aku turut berduka cita, aku tahu ini membuatmu sedih. Aku mengerti apa yang kau rasakan…”
“Kau mengerti?” ujar Kai sinis padaku. “Skenario apa sih yang kalian hafalkan? Kenapa semua dokter selalu bilang tahu apa yang kurasa, tapi wajah kalian tetap tampak begitu tenang? Kalau kalian tahu bagaimana rasanya, kalian tidak akan setenang itu! Sadar tidak sih kalau kalian itu sok tahu?!”



Kai Takahashi:
“Sok tahu?! Dengar ya, kami tidak sok tahu! Kami hanya berusaha membantu!”
“Aku tidak butuh bantuan!” ujarku. “Aku... aku hanya… butuh Kakekku…”
“Kau butuh Kakekmu? Kalau begitu kau butuh mati!” ucap gadis berjas putih itu marah.
A-Apa? Mati dia bilang?
“Kau terkejut mendengar skenario yang tidak pernah kau dengar sebelumnya? Kau perlu tahu kalau kami tidak bersandiwara! Kami mengabdi mempertaruhkan hidup untuk semua pasien yang membutuhkan kami! Dan itu bukan sandiwara seperti yang biasa kau lakukan di drama!”


***

Membaca 1/6 merupakan hal yang cukup tidak biasa bagiku. Mengapa? Karena 1/6 merupakan jenis novel yang aku hindari. Novel bertema Jepang atau Korea yang ditulis oleh penulis Indonesia merupakan bentuk novel yang aku hindari. Entahlah. Aku biasanya hanya merasa tidak cocok saja saat harus membacanya. Akan tetapi, entah mengapa pula akhirnya aku tertarik untuk membaca 1/6. Mungkin aku termakan blurb, mungkin juga karena aku memang sedang ingin membaca novel yang ringan.