Wah. tak terasa sekarang sudah tanggal 22 Februari 2017. Otomatis, ini adalah hari terakhir bagi kami, peserta #BBISharetheLove 2017 untuk numpang eksis di blog lain. Hoho. Nah, kali ini, partner aku sejak kemarin, akan menceritakan sedikit tentang kecintaannya dengan buku-buku bergenre horor dan thriller. Padahal, partnerku ini ngakunya dia penakut. Loh loh. Kok kontradiktif? Baiklah. Yuk, mari disimak :D

Sumber gambar: canva, disunting oleh Puji
A Guest Post by Bintang Ach: Penakut, Kok Suka Baca Buku Horor?

Jika aku seorang selebriti, maka kemungkinan besar seluk beluk kehidupanku akan banyak dicari oleh semua orang, terutama para pemburu berita. Namun sayangnya, aku bukan selebriti dan aku bukan salah satu orang yang ‘kisah kehidupannya’ menjadi incaran utama para pemburu berita. Tapi anehnya, kenapa aku sangat ingin sekali orang-orang tahu tentang kehidupanku? Ok, mungkin kalian bisa menyebutku gila popularitas. Tapi memang iya, untuk apa aku melakukan semua ini kalau bukan untuk dikenal orang? Ingat loh, saya bukan orang munafik—dan oh ya, ini sombong banget *just ignore it*. So, lewat postingan Guest Post ini, aku akan sedikit bercerita tentang ‘hal apa’ yang ada pada diriku yang sebagian besar orang belum tahu.

Frederica
Terkadang, hati dapat berubah sesuai dengan keadaan

Karya Georgette Heyer

4 dari 5 bintang

Sumber gambar: Goodreads
Waktu baca           : 27-29 Januari 2017
Penyunting            : Yuke
Penata aksara        : CDDC
Perancang sampul : Muhammad Usman
Penerjemah           : Reni Indardini
Penerbit                 : Noura Books
Tahun terbit           : 2016
Tebal buku            : 592 halaman
ISBN                     : 978-602-385-061-7
Buntelan dari Mbak Truly

Alverstoke menatap gadis itu penasaran. “Tidak adakah yang kau inginkan, Frederica?”
“Aku?” kata Frederica sambil mengernyitkan hidung. “Tentu saja ada! Misalnya saja, aku ingin Charis menuai perhatian publik—dan keinginan itu sudah tercapai! Selain itu—”
“Aku semestinya mengatakan, ‘keinginan untuk dirimu sendiri’,” potong Alverstoke.
Setelah kedua orangtuanya meninggal dunia, Frederica—putri sulung keluarga Merrivile—merasa bertanggung jawab mengurusi adik-adiknya. Apa pun akan Frederica lakukan agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak. Bahkan demi memperkenalkan sang adik yang berparas jelita pada kalangan atas, Frederica nekat meminta bantuan sepupu jauhnya, sang bangsawan kaya yang terkenal dingin dan angkuh.
Lord Alverstoke masih hidup melajang di usianya yang matang karena sifatnya mudah bosan. Namun demikian, dia tak dapat menampik pesona kecantikan Charis, adik Frederica. Dia pun bersedia memperkenalkan Charis pada tamu-tamu yang terhormat dalam sebuah pesta dansa di kediamannya. Bahkan dia menyanggupi permintaan Frederica untuk menjadi wali atas adik-adiknya.
Mendapati kedermawanan Lord Alverstoke, Frederica berterima kasih sekaligus keheranan. Mengapa lelaki itu bersedia membantunya? Mungkinkah dia menaruh hati pada Charis? Atau dia hanya ingin membuat Frederica terkesan—seperti yang biasa dilakukannya terhadap perempuan-perempuan lain? Frederica tidak tahu bahwa di balik segala pertolongan Lord Alverstoke, ada rencana yang disusunnya. Sebuah rencana yang kelak mengubah pandangan lelaki itu terhadap cinta dan keluarga.
Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Hore! Ini adalah buku bantal pertamaku di tahun 2017. Sebenernya, aku mendapatkan buku ini sejak dua bulan yang lalu. Tapi aku sengaja membawanya ke Malang sebagai bacaan untuk liburan. Meskipun terlihat melelahkan untuk membaca buku bantal, nyatanya aku malah senang saat membacanya.

Semenjak kedua orang tuanya meninggal, Frederica Merrivile memegang tanggung jawab sebagai nyonya rumah. Ia berusaha agar keluarganya tetap bahagia dan sejahtera. Mulai dari upayanya yang mencoba untuk menerbitkan Charis di sebuah pesta. Hingga, upayanya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi kedua adiknya, Jessamy dan Felix. Maka dari itu, Frederica, dengan berat hati, mencoba untuk menghubungi Vernon Alverstoke, saudara jauh Keluarga Merrivile.

"Tiada yang membuat kita lebih dongkol selain menyadari bahwa kita memang salah." Frederica, hlm. 135.

Di sisi lain, Lord Alverstoke digambarkan sebagai seorang pria matang yang senang bermain perempuan. Meskipun berbagai macam perempuan seolah-olah melemparkan diri mereka padanya, nyatanya tidak seorang pun yang bisa menarik perhatian Alverstoke untuk dijadikan pendamping. Selain itu, Alverstoke juga dikenal sangat sombong dan menyebalkan. Bagi kedua saudaranya, Lady Buxted dan Lady Jevington, Alverstoke sering berlaku seenaknya. Sebagai pewaris utama Keluarga Alverstoke, Vernon memiliki kekayaan yang sangat besar. Maka dari itu, kedua saudaranya sering merecoki Alverstoke untuk sekadar mendapat tambahan uang.

Dengan keadaan yang demikian, nyatanya Frederica berhasil menarik hati Alverstoke. Alverstoke bersedia menerbitkan Charis. Bahkan, Alverstoke bersedia menemani Felix ke beberapa tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Banyak yang menyangka kalau sikap Alverstoke ini ditujukan untuk merebut hati Charis. Nyatanya, ada hal lain yang dicoba untuk dicapai oleh Alverstoke. Dan itu bukan sekadar tentang Charis yang cantik dan menawan.
"Jika kau berketetapan untuk menjadi pendeta, yang bahaya ketika kau sok-sok menyalahkan orang lain karena tak sealim dirimu." Alverstoke, hlm. 291.
Kupikir, awalnya novel ini akan membosankan. Dengan tebal lebih dari 500 halaman, membuatku sedikit malas saat membacanya. Tapi, surprisingly, novel ini sangatlah mudah dicerna. Alur ceritanya memang biasa-biasa saja, tapi terasa mengalir dengan lancar. 

Well, setidaknya, aku jadi tahu mengenai kebiasaan orang Inggris sana di abad ke-19. Aku jadi kepo deh dengan budaya-budaya mereka. Banyak pesta, perjamuan makan, dan lainnya. Benar-benar membuatku tertarik untuk tahu lebih lanjut.

Sumber gambar: google, disunting oleh Puji
Meskipun Lord Alverstoke digambarkan menyebalkan, aku sangat menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Alverstoke benar. Ia telah membuat rasionalisasi dari apa yang akan ia perbuat. Karakter Frederica pun cukup bisa kusukai. Caranya dalam meminta tolong dan bersikap sebagai perempuan dewasa sangatlah natural dan terlihat nyata. Aku menyukainya. Mungkin, kalau aku ditanya siapa tokoh yang paling tidak kusukai, adalah Henry Merrivile. Ahh, dia ini terlalu impulsif dan tidak melihat keadaan. Menurutku, buang saja lah tokoh ini. Lol. 

Sejujurnya, aku juga tidak terlalu tahu mengenai genre roman klasik ini seperti apa. Akan tetapi, Georgette Heyer berhasil membuatku tertarik untuk membaca lebih jauh. Well, 500 halaman lebih ini nyatanya tidak membuatku bosan dan mengeriutkan dahi. Menurutku, mungkin karena Heyer berhasil menceritakan sesuatu senyata-nyatanya. Jadi, tidak terlalu berlebihan untuk diceritakan.

4 bintang untuk si buku berbunga.

Catatan typo
Selepas turun dari dari --> selepas turun dari (hlm. 153)
kakekku sayang --> kakakku sayang (hlm. 190)
Wishful Wednesday merupakan meme mingguan yang diselenggarakan oleh Kak Astrid di Perpus Kecil. Dalam meme ini, kita dibebaskan untuk membuat wish buku apa yang kita ingin punya. Boleh buku yang memang akan kita beli atau buku yang menjadi wishlist kita yang sulit didapat.


Bonjour, everyone!
Ca va?

Wah, ternyata Wishful Wednesday lagi anniversary. Wow! Selamat Kak Astrid. Semoga meme-nya jadi lebih ngehits lagi yaaw. Meskipun aku masih bolong-bolong ikutnya, tapi ku senang bisa menulis WW. Hoho. 

Kali ini, aku ingin berbagi tentang salah satu novel yang kutunggu-tunggu sejak zaman dahulu kala. Bahkan, aku sampai udah lupa buku pertama dan keduanya bercerita tentang apa. Haha.

Sejak aku masih duduk di kelas sembilan SMP, aku sudah mengenal seri buatan Esti Kinasih. Apalagi kalau bukan Jingga dan Senja series. Seri ini terbagi menjadi tiga buku--katanya dulu gitu--dan buku ketiganya tidak terbit-terbit. Kalau ditotal sih, kayaknya hampir enam tahun-an deh nunggu buku ketiganya ini. Jadi, waktu kemarin akhirnya buku ini launching, mungkin para keluarga Jingga Matahari Senja pada sujud syukur. Lol. 

Top Ten Tuesday is an original feature/weekly meme created by The Broke and the Bookish. If you want to know more about this feature, you can find the terms and conditions here.



Hello, there! 
It's been a while since I posted the last Top Ten Tuesday. Okay, in this week topic, I would like to share about Ten Books I Loved More That I Thought I Would. I don't know, but maybe that would be a random list.

Ps. This list would contain many Indonesian books because I am from Indonesia :D I hope that it doesn't mind for you all.

The Proposal of Love

Sebuah kisah klise yang direplikasi ulang dengan bumbu-bumbu politik

karya  Mayya Adnan

 2 dari 5 bintang

Sumber gambar: Goodreads
Waktu baca: 15-18 Februari 2017
Penulis: Mayya Adnan
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal buku: 344 halaman
Tahun terbit: 2014
ISBN: 978-602-02-4525-6

Aira Maharani seorang gadis manis dan cerdas yang bekerja sebagai peneliti di Lembaga Konsultan Politik yang bertugas untuk mendampingi Vivian Mahesa selama jelang Pemilukada dihadapkan dengan tugas baru yang menjengkelkan. 

Dan itu berhubungan dengan Raditya Mahesa putra bungsu dari Reynaldi dan Vivian Mahesa, Raditya yang tampan, CEO Mahesa grup, playboy dan gemar bersenang-senang sering membuat keluarganya pusing bukan main. Selain itu apa tugas baru Aira?

Editor's Note
Ceritanya sangat aktual dan pas dengan konteks kekinian... pemilu, pemilukada... ditambah dengan roman yang mengduk-aduk emosi.

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Pertemuan karena sebuah tabrakan? Well, terdengar teenlit sekali, ya? Tapi itulah adegan awal dari The Proposal of Love. The Proposal of Love merupakan novel debut dari Mayya Adnan. Sesungguhnya, aku sudah pernah membaca tulisan Mayya di wattpad. Dan jujur, aku suka dengan cara Mayya bercerita di wattpad. Jadi, aku berharap mendapatkan hal yang sama di novel ini.