Traces of Love
"Aku sebenarnya senang-senang saja, tapi pasal-pasal di The Code mau diapakan...dicoret pakai spidol hitam supaya tidak terlihat?"--Fay Regina McGallaghan.

By Clio Freya

5 for 5 stars

Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit       : Jakarta
Tahun Terbit     : Oktober 2014
Tebal Halaman : 416 halaman
ISBN                 : 9786020308708


Sebulan telah lewat sejak Fay diterima menjadi anggota keluarga McGallaghan.


Lewat kehidupan yang nyaris sempurna di kastil McGallaghan di Paris, Fay berjuang melalui kesedihan akibat kehilangan kedua orangtuanya, sembari mencoba beradaptasi dengan anggota keluarga yang lain, termasuk Kent dan Reno. Pada saat yang bersamaan, Fay menjalin komunikasi dengan Enrique Davalos, cowok keren berambut cepak asal Venezuela yang dikenalnya di kafe.

Setelah ulang tahun Fay yang kedelapan belas yang dirayakan dengan jamuan megah, pamannya, Andrew McGallaghan, menyatakan bahwa masa berkabung Fay telah usai. Fay pun diarahkan untuk mengetahui seluk-beluk keluarga secara lebih dalam, termasuk mengenal Core Operation Unit, badan intelijen di bawah naungan keluarga McGallaghan.

Sejalan dengan waktu, hubungan antara Fay dan Enrique terjalin semakin erat. Kent dan Reno pun membayangi gerak-gerik Fay, masing-masing dengan alasan tersendiri. Bagi Fay, hubungannya dengan Enrique berjalan sempurna, hingga Andrew McGallaghan mulai memainkan kartunya satu demi satu.

Fay pun dihadapkan pada dua pilihan: mengikuti perintah pamannya dengan mengorbankan perasaannya, atau mendahulukan perasaannya dan menghadapi kemarahan pamannya.


***

Keputusan Fay kembali ke Paris mengantarkan Fay pada kehidupan McGallaghan yang sebenarnya. Setelah melewati tes dari para paman, Fay resmi menjadi anggota Keluarga McGallaghan. Pastinya, ia pun harus bersiap untuk menjadi anggota COU.
The Chronicles of Audy: 21
"Aku cuma ngasih tahu kalau aku suka kamu. Nggak perlu diterima. Nggak perlu ditolak. Cukup untuk kamu ketahui."--Rex Rashad

By Orizuka

4 for 5 stars

Source: goodreads.com
Penyunting                              : Tia Widiana
Kaver Desainer dan Ilustrator : Bambang 'Bambi' Gunawan
Proofreader                              : NyiBlo
Penerbit                                    : Penerbit Haru
Tahun Terbit                             : Mei 2016, cetakan keempat
Jumlah Halaman                       : 308 halaman
Harga                                        : Rp54.000,- di TB. Gramedia Grand Indonesia


Hai. Namaku Audy.

Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: "bagian dari keluarga".

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka,
pada suatu siang,
salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan,
terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.


***

Setelah sempat berhenti menjadi babysitter garis miring pembantu di rumah 4R, akhirnya Audy kembali ke rumah itu. Semakin lama Audy tinggal di rumah itu, semakin dalam juga Audy mengenal keempat bersaudara itu. 

From Paris to Eternity
Fay's Adventure #2
"Fay, perasaanku kepadamu tidak pernah berubah sedikit pun. Aku tahu aku tidak pernah mengatakannya, but I love you... and will always do."--Kent Edgar McGallaghan

By Clio Freya

5 for 5 stars

Desain dan Ilustrasi Kaver    : Maryna Design
Penerbit                                  : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit                             : Jakarta
Tahun Terbit                           : Februari, 2010
Tebal Halaman                       : 360 halaman
ISBN                                      : 97897922535900


Setelah menyelesaikan "tugas" dari Andrew McGallaghan, Fay Regina Wiranata kembali ke Indonesia, kembali menjadi siswa SMA biasa. Tak secuil pun kisah serunya di Paris ia bocorkan kepada sahabat-sahabat dan orangtuanya.


Fay hampir yakin kehidupannya akan berjalan normal seperti biasa. Namun, ia mendapat kejutan lain yang mau tak mau menyeretnya kembali ke peristiwa di Paris: ia menjadi juara lomba mengarang berbahasa Prancis dengan hadiah kursus singkat selama satu minggu di Paris!

Yakin dirinya tidak pernah mengikuti lomba yang dimaksud, tambahan lagi berita itu disampaikan oleh Institute de Paris yang merupakan kedok penculiknya tahun lalu, Fay tahu ia tidak punya pilihan lain kecuali berangkat ke Paris memenuhi panggilan Andrew.
Hari-harinya ternyata berjalan lebih berat daripada yang ia sangka. Selain mendapatkan pengawasan dari rekan Andrew bernama Philippe Klaan yang sikapnya sangat tidak bersahabat, Fay juga harus menata kembali perasaannya kepada Kent, juga Reno.
Selesai melaksanakan tugas, hidup memberikan kejutan lain yang amat mengguncang Fay: pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan orangtuanya dikabarkan meninggal dunia. Fay harus membuat keputusan terberat dalam hidupnya: tetap di Jakarta dengan ketidakpastian akan masa depan, atau pergi ke Paris demi sebuah kepastian masa depan namun sekaligus membuatnya terpuruk sepanjang masa.


***

Sebuah tugas lagi-lagi digulirkan oleh Andrew McGallaghan untuk Fay Regina Wiranata. Fay yang akhirnya kembali ke Jakarta dan merasa menjadi murid SMA biasa, tiba-tiba saja dikejutkan dengan surat pengumuman yang dikirimkan oleh Institute de Paris ke rumahnya. Sebuah lembaga fiktif yang menjadi kedok penculiknya tahun lalu. Karena tidak punya pilihan untuk menolak, Fay pun berangkat ke Paris dan bersiap menghadapi tugas yang diberikan oleh Andrew.

"Manusia beradaptasi dengan rasa sakit. Yang lebih penting sebenarnya bukan rasa sakitnya, tapi bagaimana kita bereaksi terhadap rasa sakit itu."

Tidak seperti tahun lalu, kali ini pengawas latihan Fay bukanlah Andrew. Melainkan rekan Andrew, yakni Phillipe Klaan. Phillipe sendiri sikapnya sangat tidak bersahabat dan bisa dibilang lebih sadis daripada Andrew, Tak hanya kesialan itu, rupanya Fay menjalani latihan bersama Kent--cowok berambut pirang yang tahun lalu membuat hatinya melayang dan diempaskan ke tanah tanpa ada penjelasan. Saat pelatihan, yang menjadi mentor Fay dan Kent adalah Reno--teman kursus Fay yang ternyata merupakan sepupu Kent. Fay rasanya mau gila saat tahu kebenaran yang ada.

"Tidak perlu mencari alasan yang masuk akal untuk suatu kejadian, yang lebih penting adalah akibatnya."

Belum selesai dengan hal itu, nyatanya Fay dan Kent menjalankan tugas mereka sebagai pengintai dan diberi peran sebagai kekasih. Berbagai penjelasan Kent tentang alasan kepergiannya tahun lalu, akhirnya membuat Fay mengerti, kebersamaannya dengan Kent memang tidak boleh ada. Sampai kapanpun nanti.

Tapi apa gunanya menjelaskan alasan yang begitu suci, bila semua harus berakhir menyakitkan?

"Aku tidak seperti kamu! Mudah melupakan hal-hal yang menyakitkan!"

Di saat Fay merasa tugasnya sudah berakhir dan kehidupannya bisa berjalan normal, lagi-lagi nasib mempermainkan kehidupan Fay. Pesawat yang ditumpangi orang tua Fay jatuh di hutan Amazon dan dipastikan tidak ada yang selamat. Fay bingung harus berlindung kemana. Apakah menetap di Jakarta atau... mengambil keputusan lain dan kembali ke Paris.

Source: google.com, edited by me.
SPOILER ALERT! DON'T READ IF YOU DON'T WANT TO.

Akhir yang memilukan kalau menurutku. Lagi-lagi, Andrew berperan layaknya Tuhan di kisah Fay. Semua yang dilakukan Fay, terasa selalu diatur oleh Andrew. Semua kemungkinan-kemungkinan pun sudah diprediksi oleh Andrew dengan tepat. Sayangnya, yang cukup membuatku sedih adalah, hak yang dirampas oleh Andrew dari Kent maupun Fay cukup kejam. Bagaimana mungkin kedua perasaan yang begitu tulus tidak bisa dibiarkan bersama? Dengan alasan yang menurutku, lagi-lagi, cukup menyedihkan.

"Keputusanku untuk meninggalkan dia bukan atas pengaruh ancaman kamu. Aku tahu apa yang terbaik untuk dia."

Ahh, overall, cerita ini menarik. Dan pastinya membuat yang membaca jantungan. Oh, c'mon. Dimana lagi sih ada cerita teenlit yang mengisahkan agen rahasia dan kayak bukan novel teenlit. Aku cukup kaget dengan berbagai macam strategi operasi yang digulirkan oleh Andrew. Benar-benar bisa dirasakan power dari kepala Keluarga McGallaghan. 

Kebersamaan kita berdua memang tak boleh ada, tapi sampai kapan pun aku tahu bahwa di hatiku kamu akan selalu ada dan tidak ada yang bisa mengubahnya.

Sebenarnya, aku sudah membaca novel ini dari lama. Hanya saja, baru sempat membuat reviewnya sekarang. Tenang, aku baca lagi kok cerita ini. Jadi, aku nggak ngarang-ngarang amat waktu bikin review ini. 

Jujur, aku sangat menyukai konsep kaver dari From Paris to Eternity. Cantik dan high class banget. Benar-benar bagus dan beda dari yang lain. Pokoknya, yang membuat kaver novel ini, pengin aku kasih nilai seratus deh, :"

Mungkin karena ini buku kedua, jadi banyak pertanyaan yang bersliweran di kepalaku. Yang cukup menganggu, who the hell Enrique is? Aku jadi curiga dia itu bagian dari agen rahasia organisasi lain... Dan, kalimat Andrew di epilog. 

"...Wajar saja seseorang bereaksi seperti itu bila harus menyerahkan anak semata wayangnya kepada orang lain--satu hal yang ia ketahui dengan persis bagaimana rasanya."

Kenapa bisa Andrew ngomong kayak gitu? Apa Andrew pernah punya anak sebelumnya? :o Akhirnya jadi menuntun ke pertanyaan, apa hubungan antara Andrew dan Kent sebenarnya? Kenapa Kent direkrut di umur yang sangat muda? Dan kenapa pula penampilan fisik Andrew dan Kent harus sama? Terakhir, kenapa hanya Kent yang asal-usulnya tidak jelas? Kenapa? Kenapa dia dilarang jatuh cinta?

"Hiduplah untuk setiap detiknya. Bila dalam detik ini hidup tidak berpihak padamu, percayalah pada detik berikutnya hidup akan menjadi lebih baik."

"Hidup adalah sebuah pilihan, dengan segala konsekuensinya. Terlalu sering seseorang menjatuhkan pilihan hidup tanpa bersedia menerima konsekuensi atas pilihan itu."

Ahh, kebanyakan kenapa jadinya. Ya sudahlah.
Intinya aku puas banget baca cerita ini. Semakin membuat orang penasaran dengan kelanjutannya. Misterinya terlalu banyak dan memang perlu digali lebih lanjut. Ahh, betapa menyenangkannya membaca kisah perjalanan Fay ini.

5 bintang untuk perjalanan Fay yang tiada akhir




The Chronicles of Audy: 4R
"Rex, kamu..., pernah jatuh cinta? Kalau belum, jangan deh. Karena rasanya..." --Audy Nagisa

By Orizuka

4 for 5 stars
Source: here
Penyunting                              : Tia Widiana
Desainer Kaver dan Ilustrator : Bambang 'Bambi' Gunawan
Proofreader                              : Yuli Yono
Penerbit                                   : Penerbit Haru
Tahun Terbit                            : 2016, cetakan keenam
Jumlah Halaman                      : 320 halaman
ISBN                                        : 9786027742215
Harga                                       : Rp56.000,- di TB. Gramedia Depok.


Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.

Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu. Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.



***

The Chronicles of Audy merupakan series novel dari Orizuka yang membuatku penasaran setengah mati. Hypenya yang tinggi, membuatku benar-benar ingin tahu apa saja yang ingin diceritakan Orizuka di series ini. Bermula dari keputusan impulsifku--kalau nggak impulsif biasanya malah nggak bakal beli--akhirnya aku mencomot Audy 4R sebagai bacaanku. Tanpa pikir panjang, aku langsung membaca novel ini sesampainya aku di kosan.
Aku memang bodoh, kebodohan ternyata menurun secara genetik, jadi kenapa??
Bermula dari kisah Audy, seorang mahasiswi Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada, yang terancam menjadi tuna wisma dan tidak bisa melanjutkan kuliah--yang omong-omong tinggal skripsi saja. Semua ini berawal dari usaha orang tuanya untuk mengikuti investasi bodong--what's this? Heu :3. Kerugian yang dialami membuat Audy benar-benar tidak punya uang dan terpaksa harus mencari pekerjaan kalau ia tak ingin kembali ke kampung halamannya,

Bermodalkan skill seadanya, Audy mencari pekerjaan dari koran. Tanpa sadar, matanya tertuju pada satu lowongan pekerjaan untuk menajdi babysitter. Mengetahui lokasi kosannya tak jauh dari rumah si pemasang iklan, Audy pun bertekad harus bisa mendapatkan pekerjaan ini.

Apa yang dihadapi Audy ternyata membuat Audy syok. Rumah yang ia datangi seperti tak terawat. Ilalang setinggi dirinya tumbuh subur di pekarang. Seolah-olah, rumah itu tidak berpenghuni. Akan tetapi, karena terbius oleh pesona sang pemilik rumah. Audy terjebak kontrak dan terpaksa menjadi babysitter garis miring pembantu di rumah itu. Rumah yang memiliki julukan Rumah 4R.
Barulah aku menyadari beberapa hal. Kalau aku adalah objek penipuan dan penindasan dari sosok intelektual nan ganteng bernama Regan.
Di dalam rumah tak terawat itu, tinggal empat saudara yang sudah tidak memiliki orang tua. Anak pertama, Regan, merupakan seorang pengacara. Dengan pesona mautnya, Audy malah terjebak dan mengiyakan saja kontrak yang ditawarkan oleh Regan. Anak kedua, Romeo. Menurut Audy, Romeo merupakan anak yang paling tidak berguna. Setiap hari pekerjaannya hanyalah main game dan bisa dibilang memiliki bakat untuk mempengaruhi tingkah laku adiknya yang paling kecil. Anak ketiga, Rex. Si genius yang sinis dan tidak suka bersosialisasi. Sikapnya begitu dingin dan antipati. Selalu mengomentari semua hal yang dilakukan Audy. Terakhir, Rafael. Anak terakhir yang umurnya belum genap lima tahun tapi sudah memiliki pemikiran jauh lebih dewasa dari seharusnya.
"Mulai sekarang, aku akan nambahin satu lagi tipe cewek ke dalam kamusku.""Oh ya? Aku tipe cewek apa?""Absurd."
Audy yang memang tidak memiliki tempat bernaung, akhirnya tinggal dengan 4R dan berusaha untuk menjadi bagian dari keluarga itu. Sahabatnya, Missy, sempat memprotes keputusan Audy. Tapi, memangnya Audy punya pilihan? Tinggal di rumah itu, nyatanya malah membuat Audy terseret ke permasalahan keluarga 4R. Apakah Audy bisa bertahan? Apalagi, orang tua Audy marah besar saat tahu Audy tinggal bersama empat cowok dalam satu rumah.

Source: here, edited by me
Membaca novel ini membuatku tertawa. Demi apapun. Sebenarnya, di awal aku sempat sebal dengan Audy. Kesannya kok menjatuhkan orang tua banget--tapi aku ikut stres sih kalau dihadapkan di situasi yang demikian. Tapi, setelah terus membaca, yang ada aku malah tertawa sepuas-puasnya dengan tingkah laku Audy dan 4R. Duh. Ada pula yang kayak gini. Kocak banget. Setelah baca novel ini, aku kayak merasa, yeah, family can be found anywhere. Not only your true family that you will have.

Dari segi kaver, aku suka. Konsepnya yang sederhana dan ilustrasi Audynya lucu banget. Cantik dan ciamik lah kavernya. Apalagi, bahannya juga keras--nggak mudah terlipat pastinya. Aku suka dan puas. Font yang digunakan pun lumayan. Meskipun besar-besar, tidak mengurangi kenyamanan saat membaca.

Ahh, berhubung aku punya latar belakang yang sama dengan Audy, aku sedikit heran. Dikatakan kalau Audy harus menyelesaikan mata kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional sebelum bisa mendaftar skripsi. Menurutku ini agak aneh. Karena, kuliah pengantar seharusnya merupakan mata kuliah prasyarat untuk kuliah-kuliah selanjutnya. Contohnya di kampusku, aku harus mengambil mata kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional di semester 2. Bila lulus, baru aku bisa mengambil mata kuliah Teori Hubungan Internasional I di semester 3. Kalau lulus lagi, di semester 4 baru bisa mengambil mata kuliah Teori Hubungan Internasional II. Setelah itu, di semester 5 baru bisa mengambil mata kuliah Metode Penelitian Hubungan Internasional. 

Jadi, menurutku agak tidak logis kalau Audy yang mau skripsi malah baru menyelesaikan kuliah pengantar. Akan lebih logis kalau Audy tidak lulus mata kuliah metode penelitian di tahun ketiga. Tapi mungkin beda universitas beda aturan. Who knows?

Dari semua karakter yang ada, entah kenapa aku suka dengan Rex. Nggak ada alasan khusus sebenarnya. Cuma, cara dia menyayangi Rafael itu bikin hati tersentu :" In my humble opinion.

Selain semua huru-hara soal kuliah Audy, aku merasa puas dengan membaca novel ini. Novel yang manis dengan keluarga yang juga manis.

4 rasa manis untuk keluarga 4R yang bikin tersentuh.


Eiffel, Tolong!
Fay's Adventure #1
"Sudah merupakan kebiasaannya untuk menghukum seseorang dengan mengambil sesuatu yang berharga bagi orang tersebut, sehingga pesan yang ingin disampaikannya mengena."--Kent Edgar McGallaghan.

By Clio Freya

5 for 5 stars

Source: here
Desain dan Ilustrasi Kaver   : Bena NDR
Penerbit                                : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit                           : Jakarta
Tahun Terbit                         : Januari 2012, Cetakan keenam
Tebal Halaman                     : 352 halaman
ISBN                                    : 9789792243772


Siapa sih yang nggak bakalan melonjak-lonjak kegirangan kalau ditawari liburan musim panas di Paris tanpa orangtua selama dua minggu?


Itu juga yang dilakukan Fay Regina Wiranata--yang baru saja naik ke kelas 3 SMA--ketika orangtuanya memberitahukan bahwa dia sudah didaftarkan kursus bahasa Prancis selama dua minggu di Paris.

Namun, setelah menginjakkan kaki di kota Paris, kegembiraan Fay berubah seketika; ia diculik oleh seorang pria yang memintanya berpura-pura menjadi seorang gadis Malaysia bernama Seena. Sejak itu, Fay menjalani kehidupan ganda selama dua minggu: kursus bahasa pada pagi hari dan latihan menjadi Seena pada sore hari.

Masalah mulai muncul ketika Fay jatuh cinta pada Kent, seorang pemuda asal Inggris yang juga keponakan si penculik. Hidup Fay juga makin runyam ketika muncul Reno, teman kursusnya yang secara terang-terangan menentang hubungannya dengan Kent.

Seperti apa hubungan Fay dengan Kent? Apa yang terjadi saat Fay melakukan tugasnya berperan sebagai Seena? Apa sebenarnya yang diinginkan oleh penculiknya?


***

Eiffel, Tolong! merupakan salah satu novel yang mengantarku suka membaca novel. Aku suka banget sama cerita Fay dan aku nggak menyangka kehidupan Fay akan serumit ini. Oke, jadi sebenarnya aku membaca novel ini karena tuntutan. Iya, actually I am one of twitter administrator at @McGallaghanFams. So, I have to re read this book because many thing I couldn't remember precisely. Jadi, akhirnya aku baca lagi novel ini dan lagi-lagi aku tidak kecewa.

Satu hal yang aku kagumi dari Clio Freya adalah idenya yang luar biasa. Jarang banget penulis teenlit yang mengangkat tema agen rahasia seperti yang dilakukan oleh Kak Clio. Biasanya, teenlit hanya sekadar membahas kehidupan anak SMA yang disertai dendam dan lainnya. Tapi tidak dengan Kak Clio. Kak Clio mencoba untuk memberikan cerita baru. I do like the adventure and the romance itself. 

Bermula dari perjalanan Fay ke Paris untuk menjalani kursus bahasa. Sebenarnya, Fay akan pergi bersama mamanya. Sayang, tugas mamanya dipindah ke Brazil. Jadilah Fay pergi ke Paris sendirian. Sebuah kesempatan yang menyenangkan tentunya. Akan tetapi, di hari pertamanya di Paris, Fay malah diculik oleh seseorang bernama Andrew. Andrew meminta Fay untuk berpura-pura menjadi seorang gadis Malaysia yang ternyata wajahnya sangat mirip dengan Fay. Fay yang tidak memiliki pilihan apa-apa, terpaksa menjalani berbagai latihan yang kalau dipikir-pikir, sedikit membuatnya sakit hati, baik secara mental dan fisik. 
Apa kira-kira reaksi Mama kalau tahu gue diculik di hari pertama, digebukin di hari kedua, dan ditendang di hari ketiga?
Masalah muncul saat Andrew mengenalkan Kent pada Fay. Kent, seorang pemuda asal Inggris yang begitu tampan dan sangat memikat. Tentunya, Fay berharap bahwa tindak-tanduk Kent akan sama seperti penampilannya. Sayangnya, tidak demikian. Kent malah menyusahkan Fay pada saat latihan. Fay sempat mengutuki dirinya karena masih saja melayang-layang meskipun Kent begitu menyebalkan.

Sebuah pengorbanan yang dilakukan oleh Fay untuk Kent, membuat hati Kent terketuk. Ia tidak menyangka ada orang yang mau melindungi kesalahannya. Sejak saat itu, perasaan cinta mulai tumbuh di hati Kent. Begitu pula dengan Fay. Keduanya sama-sama merasakannya. Sayangnya, campur tangan Andrew membuat Kent harus mundur.
"Buang jauh-jauh semua pikiran tentang Fay. Bagi kamu, dia tidak nyata. Jadi apapun yang kamu rasakan, tidak boleh ada."
"Ini tidak masuk akal, bahkan untuk mencitai saja aku tidak punya hak!" 
Ia sangat mencintai Fay, amat sangat mencintainya, hingga ia tidak boleh melibatkan Fay dalam hidupnya.
Selain itu, ada pula teman sekelas Fay bernama Reno. Kenyataannya, Reno bukanlah sekadar orang biasa. 

Semua saling terkait dan semuanya seolah-olah telah diatur oleh Andrew. Andrew bergerak selayaknya Tuhan. Apapun yang dilakukan oleh Fay, Kent, dan Reno seperti sudah diatur oleh Andrew. Dan Andrew bisa melakukan apapun untuk membuat hal-hal yang berada di luar kendalinya, masuk menjadi kendalinya lagi.

Source: here, edited by me
It's complicated.

Agen rahasia gila yang dipimpin oleh orang gila. Cerita ini benar-benar berbeda dari novel teenlit biasanya. Aku salut dengan Kak Clio yang berhasil meramu cerita ini dengan baik. Logikanya pun tersampaikan dan memang sudah dipersiapkan matang-matang. Deskripsi Paris di novel ini pun tergambar apik dan tidak membuat bingung. Semuanya pas.

Sejak awal, novel ini memang merupakan novel yang akan dibuat trilogi. Jadi, jelas banget kalau akhir kisah Fay tidak akan berada di buku pertama ini. Tentunya, banyak orang yang akan menanyakan bagaimana kisah Fay selanjutnya. 

Kekurangan novel ini, terutama di cetakan awal-awal adalah kavernya. Ampun, deh. Itu kaver nggak menarik banget untuk dilihat. Kalau semisal waktu dulu aku nggak membaca sinopsisnya, aku pasti nggak bakal mau baca novelnya. Kavernya bikin drop langsung. Syukurlah novel hasil cetak ulang kavernya jadi lebih cantik. Bahkan, memiliki tema yang sama dengan buku kedua dan ketiga. Yeay.

Nah, jadi, kalau ada yang mencari novel teenlit yang nggak biasa, bisa banget baca Eiffel, Tolong! I swear you, you would not regret it!

--