Showing posts with label Teen. Show all posts
Showing posts with label Teen. Show all posts
Star Light

"Udah, lupain. Dua prinsip yang benar-benar beda nggak bakal pernah ada itik temunya biar didebatin sampai botak." Lintang, hlm. 59.

Karya  Dya Ragil
3.5 dari 5 bintang

Sumber gambar: goodreads.com
Penulis                 : Dya Ragil
Genre                   : Young Adult, Teenlit
Seri                      : Gramedia Writing Project
Desain sampul     : Orkha Creative
Pemeriksa aksara : Abduraafi Andrian
Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit          : 2016
Tebal buku           : 264 halaman
ISBN                    :9786020327532
Hadiah pada saat mengunjungi booth iJakarta di IIBF.


“Bakal kusedot semua cahaya dari bintang-bintang yang kelewat dekat. Hati-hati, bisa aja kamu salah satunya.”

Gimana rasanya satu kelompok belajar sama murid-murid berbeda kepribadian? Harusnya sih seru, tapi Wulan merasa kebalikannya. Dia bete mesti sekelompok sama Lintang—saudara kembarnya yang lebih disayang sang ayah, Bagas si genius bermulut besar, Nindi yang galak dan dingin, juga Teguh si biang onar. Hubungan kelimanya makin kacau waktu sekolah mengadakan seleksi perwakilan untuk olimpiade sains. 

Di tengah persiapan olimpiade, Wulan harus menghadapi sang ayah yang selalu meragukan dirinya, mantan pacar yang kerap menindas saudaranya, juga mantan gebetan yang terus mengganggu konsentrasinya. 

Akankah kehidupan SMA Wulan berjalan mulus? Atau dia gagal membuktikan kemampuannya?

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:


Mungkin, sudah lama sekali aku tidak membaca novel teenlit. Dalam artian, akhir-akhir ini aku lebih banyak membaca novel metropop maupun fantasi. Well, kalau boleh jujur, teenlit merupakan jenis novel yang mengenalkanku dengan dunia membaca. Aku masih ingat, saat SMP aku benar-benar suka membaca novel dan semua itu bermula dari novel teenlit. Teenlit sendiri merupakan novel yang ditujukan untuk usia remaja. Tidak heran bila cerita yang disajikan oleh Dya Ragil dalam Star Light tidak jauh-jauh dari cerita remaja SMA. Yang perlu digarisbawahi, dalam novel teenlit sendiri tidak melulu tentang percintaan. Tapi juga ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan para tokoh.
Traces of Love
"Aku sebenarnya senang-senang saja, tapi pasal-pasal di The Code mau diapakan...dicoret pakai spidol hitam supaya tidak terlihat?"--Fay Regina McGallaghan.

By Clio Freya

5 for 5 stars

Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit       : Jakarta
Tahun Terbit     : Oktober 2014
Tebal Halaman : 416 halaman
ISBN                 : 9786020308708


Sebulan telah lewat sejak Fay diterima menjadi anggota keluarga McGallaghan.


Lewat kehidupan yang nyaris sempurna di kastil McGallaghan di Paris, Fay berjuang melalui kesedihan akibat kehilangan kedua orangtuanya, sembari mencoba beradaptasi dengan anggota keluarga yang lain, termasuk Kent dan Reno. Pada saat yang bersamaan, Fay menjalin komunikasi dengan Enrique Davalos, cowok keren berambut cepak asal Venezuela yang dikenalnya di kafe.

Setelah ulang tahun Fay yang kedelapan belas yang dirayakan dengan jamuan megah, pamannya, Andrew McGallaghan, menyatakan bahwa masa berkabung Fay telah usai. Fay pun diarahkan untuk mengetahui seluk-beluk keluarga secara lebih dalam, termasuk mengenal Core Operation Unit, badan intelijen di bawah naungan keluarga McGallaghan.

Sejalan dengan waktu, hubungan antara Fay dan Enrique terjalin semakin erat. Kent dan Reno pun membayangi gerak-gerik Fay, masing-masing dengan alasan tersendiri. Bagi Fay, hubungannya dengan Enrique berjalan sempurna, hingga Andrew McGallaghan mulai memainkan kartunya satu demi satu.

Fay pun dihadapkan pada dua pilihan: mengikuti perintah pamannya dengan mengorbankan perasaannya, atau mendahulukan perasaannya dan menghadapi kemarahan pamannya.


***

Keputusan Fay kembali ke Paris mengantarkan Fay pada kehidupan McGallaghan yang sebenarnya. Setelah melewati tes dari para paman, Fay resmi menjadi anggota Keluarga McGallaghan. Pastinya, ia pun harus bersiap untuk menjadi anggota COU.
From Paris to Eternity
Fay's Adventure #2
"Fay, perasaanku kepadamu tidak pernah berubah sedikit pun. Aku tahu aku tidak pernah mengatakannya, but I love you... and will always do."--Kent Edgar McGallaghan

By Clio Freya

5 for 5 stars

Desain dan Ilustrasi Kaver    : Maryna Design
Penerbit                                  : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit                             : Jakarta
Tahun Terbit                           : Februari, 2010
Tebal Halaman                       : 360 halaman
ISBN                                      : 97897922535900


Setelah menyelesaikan "tugas" dari Andrew McGallaghan, Fay Regina Wiranata kembali ke Indonesia, kembali menjadi siswa SMA biasa. Tak secuil pun kisah serunya di Paris ia bocorkan kepada sahabat-sahabat dan orangtuanya.


Fay hampir yakin kehidupannya akan berjalan normal seperti biasa. Namun, ia mendapat kejutan lain yang mau tak mau menyeretnya kembali ke peristiwa di Paris: ia menjadi juara lomba mengarang berbahasa Prancis dengan hadiah kursus singkat selama satu minggu di Paris!

Yakin dirinya tidak pernah mengikuti lomba yang dimaksud, tambahan lagi berita itu disampaikan oleh Institute de Paris yang merupakan kedok penculiknya tahun lalu, Fay tahu ia tidak punya pilihan lain kecuali berangkat ke Paris memenuhi panggilan Andrew.
Hari-harinya ternyata berjalan lebih berat daripada yang ia sangka. Selain mendapatkan pengawasan dari rekan Andrew bernama Philippe Klaan yang sikapnya sangat tidak bersahabat, Fay juga harus menata kembali perasaannya kepada Kent, juga Reno.
Selesai melaksanakan tugas, hidup memberikan kejutan lain yang amat mengguncang Fay: pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan orangtuanya dikabarkan meninggal dunia. Fay harus membuat keputusan terberat dalam hidupnya: tetap di Jakarta dengan ketidakpastian akan masa depan, atau pergi ke Paris demi sebuah kepastian masa depan namun sekaligus membuatnya terpuruk sepanjang masa.


***

Sebuah tugas lagi-lagi digulirkan oleh Andrew McGallaghan untuk Fay Regina Wiranata. Fay yang akhirnya kembali ke Jakarta dan merasa menjadi murid SMA biasa, tiba-tiba saja dikejutkan dengan surat pengumuman yang dikirimkan oleh Institute de Paris ke rumahnya. Sebuah lembaga fiktif yang menjadi kedok penculiknya tahun lalu. Karena tidak punya pilihan untuk menolak, Fay pun berangkat ke Paris dan bersiap menghadapi tugas yang diberikan oleh Andrew.

"Manusia beradaptasi dengan rasa sakit. Yang lebih penting sebenarnya bukan rasa sakitnya, tapi bagaimana kita bereaksi terhadap rasa sakit itu."

Tidak seperti tahun lalu, kali ini pengawas latihan Fay bukanlah Andrew. Melainkan rekan Andrew, yakni Phillipe Klaan. Phillipe sendiri sikapnya sangat tidak bersahabat dan bisa dibilang lebih sadis daripada Andrew, Tak hanya kesialan itu, rupanya Fay menjalani latihan bersama Kent--cowok berambut pirang yang tahun lalu membuat hatinya melayang dan diempaskan ke tanah tanpa ada penjelasan. Saat pelatihan, yang menjadi mentor Fay dan Kent adalah Reno--teman kursus Fay yang ternyata merupakan sepupu Kent. Fay rasanya mau gila saat tahu kebenaran yang ada.

"Tidak perlu mencari alasan yang masuk akal untuk suatu kejadian, yang lebih penting adalah akibatnya."

Belum selesai dengan hal itu, nyatanya Fay dan Kent menjalankan tugas mereka sebagai pengintai dan diberi peran sebagai kekasih. Berbagai penjelasan Kent tentang alasan kepergiannya tahun lalu, akhirnya membuat Fay mengerti, kebersamaannya dengan Kent memang tidak boleh ada. Sampai kapanpun nanti.

Tapi apa gunanya menjelaskan alasan yang begitu suci, bila semua harus berakhir menyakitkan?

"Aku tidak seperti kamu! Mudah melupakan hal-hal yang menyakitkan!"

Di saat Fay merasa tugasnya sudah berakhir dan kehidupannya bisa berjalan normal, lagi-lagi nasib mempermainkan kehidupan Fay. Pesawat yang ditumpangi orang tua Fay jatuh di hutan Amazon dan dipastikan tidak ada yang selamat. Fay bingung harus berlindung kemana. Apakah menetap di Jakarta atau... mengambil keputusan lain dan kembali ke Paris.

Source: google.com, edited by me.
SPOILER ALERT! DON'T READ IF YOU DON'T WANT TO.

Akhir yang memilukan kalau menurutku. Lagi-lagi, Andrew berperan layaknya Tuhan di kisah Fay. Semua yang dilakukan Fay, terasa selalu diatur oleh Andrew. Semua kemungkinan-kemungkinan pun sudah diprediksi oleh Andrew dengan tepat. Sayangnya, yang cukup membuatku sedih adalah, hak yang dirampas oleh Andrew dari Kent maupun Fay cukup kejam. Bagaimana mungkin kedua perasaan yang begitu tulus tidak bisa dibiarkan bersama? Dengan alasan yang menurutku, lagi-lagi, cukup menyedihkan.

"Keputusanku untuk meninggalkan dia bukan atas pengaruh ancaman kamu. Aku tahu apa yang terbaik untuk dia."

Ahh, overall, cerita ini menarik. Dan pastinya membuat yang membaca jantungan. Oh, c'mon. Dimana lagi sih ada cerita teenlit yang mengisahkan agen rahasia dan kayak bukan novel teenlit. Aku cukup kaget dengan berbagai macam strategi operasi yang digulirkan oleh Andrew. Benar-benar bisa dirasakan power dari kepala Keluarga McGallaghan. 

Kebersamaan kita berdua memang tak boleh ada, tapi sampai kapan pun aku tahu bahwa di hatiku kamu akan selalu ada dan tidak ada yang bisa mengubahnya.

Sebenarnya, aku sudah membaca novel ini dari lama. Hanya saja, baru sempat membuat reviewnya sekarang. Tenang, aku baca lagi kok cerita ini. Jadi, aku nggak ngarang-ngarang amat waktu bikin review ini. 

Jujur, aku sangat menyukai konsep kaver dari From Paris to Eternity. Cantik dan high class banget. Benar-benar bagus dan beda dari yang lain. Pokoknya, yang membuat kaver novel ini, pengin aku kasih nilai seratus deh, :"

Mungkin karena ini buku kedua, jadi banyak pertanyaan yang bersliweran di kepalaku. Yang cukup menganggu, who the hell Enrique is? Aku jadi curiga dia itu bagian dari agen rahasia organisasi lain... Dan, kalimat Andrew di epilog. 

"...Wajar saja seseorang bereaksi seperti itu bila harus menyerahkan anak semata wayangnya kepada orang lain--satu hal yang ia ketahui dengan persis bagaimana rasanya."

Kenapa bisa Andrew ngomong kayak gitu? Apa Andrew pernah punya anak sebelumnya? :o Akhirnya jadi menuntun ke pertanyaan, apa hubungan antara Andrew dan Kent sebenarnya? Kenapa Kent direkrut di umur yang sangat muda? Dan kenapa pula penampilan fisik Andrew dan Kent harus sama? Terakhir, kenapa hanya Kent yang asal-usulnya tidak jelas? Kenapa? Kenapa dia dilarang jatuh cinta?

"Hiduplah untuk setiap detiknya. Bila dalam detik ini hidup tidak berpihak padamu, percayalah pada detik berikutnya hidup akan menjadi lebih baik."

"Hidup adalah sebuah pilihan, dengan segala konsekuensinya. Terlalu sering seseorang menjatuhkan pilihan hidup tanpa bersedia menerima konsekuensi atas pilihan itu."

Ahh, kebanyakan kenapa jadinya. Ya sudahlah.
Intinya aku puas banget baca cerita ini. Semakin membuat orang penasaran dengan kelanjutannya. Misterinya terlalu banyak dan memang perlu digali lebih lanjut. Ahh, betapa menyenangkannya membaca kisah perjalanan Fay ini.

5 bintang untuk perjalanan Fay yang tiada akhir




Eiffel, Tolong!
Fay's Adventure #1
"Sudah merupakan kebiasaannya untuk menghukum seseorang dengan mengambil sesuatu yang berharga bagi orang tersebut, sehingga pesan yang ingin disampaikannya mengena."--Kent Edgar McGallaghan.

By Clio Freya

5 for 5 stars

Source: here
Desain dan Ilustrasi Kaver   : Bena NDR
Penerbit                                : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit                           : Jakarta
Tahun Terbit                         : Januari 2012, Cetakan keenam
Tebal Halaman                     : 352 halaman
ISBN                                    : 9789792243772


Siapa sih yang nggak bakalan melonjak-lonjak kegirangan kalau ditawari liburan musim panas di Paris tanpa orangtua selama dua minggu?


Itu juga yang dilakukan Fay Regina Wiranata--yang baru saja naik ke kelas 3 SMA--ketika orangtuanya memberitahukan bahwa dia sudah didaftarkan kursus bahasa Prancis selama dua minggu di Paris.

Namun, setelah menginjakkan kaki di kota Paris, kegembiraan Fay berubah seketika; ia diculik oleh seorang pria yang memintanya berpura-pura menjadi seorang gadis Malaysia bernama Seena. Sejak itu, Fay menjalani kehidupan ganda selama dua minggu: kursus bahasa pada pagi hari dan latihan menjadi Seena pada sore hari.

Masalah mulai muncul ketika Fay jatuh cinta pada Kent, seorang pemuda asal Inggris yang juga keponakan si penculik. Hidup Fay juga makin runyam ketika muncul Reno, teman kursusnya yang secara terang-terangan menentang hubungannya dengan Kent.

Seperti apa hubungan Fay dengan Kent? Apa yang terjadi saat Fay melakukan tugasnya berperan sebagai Seena? Apa sebenarnya yang diinginkan oleh penculiknya?


***

Eiffel, Tolong! merupakan salah satu novel yang mengantarku suka membaca novel. Aku suka banget sama cerita Fay dan aku nggak menyangka kehidupan Fay akan serumit ini. Oke, jadi sebenarnya aku membaca novel ini karena tuntutan. Iya, actually I am one of twitter administrator at @McGallaghanFams. So, I have to re read this book because many thing I couldn't remember precisely. Jadi, akhirnya aku baca lagi novel ini dan lagi-lagi aku tidak kecewa.

Satu hal yang aku kagumi dari Clio Freya adalah idenya yang luar biasa. Jarang banget penulis teenlit yang mengangkat tema agen rahasia seperti yang dilakukan oleh Kak Clio. Biasanya, teenlit hanya sekadar membahas kehidupan anak SMA yang disertai dendam dan lainnya. Tapi tidak dengan Kak Clio. Kak Clio mencoba untuk memberikan cerita baru. I do like the adventure and the romance itself. 

Bermula dari perjalanan Fay ke Paris untuk menjalani kursus bahasa. Sebenarnya, Fay akan pergi bersama mamanya. Sayang, tugas mamanya dipindah ke Brazil. Jadilah Fay pergi ke Paris sendirian. Sebuah kesempatan yang menyenangkan tentunya. Akan tetapi, di hari pertamanya di Paris, Fay malah diculik oleh seseorang bernama Andrew. Andrew meminta Fay untuk berpura-pura menjadi seorang gadis Malaysia yang ternyata wajahnya sangat mirip dengan Fay. Fay yang tidak memiliki pilihan apa-apa, terpaksa menjalani berbagai latihan yang kalau dipikir-pikir, sedikit membuatnya sakit hati, baik secara mental dan fisik. 
Apa kira-kira reaksi Mama kalau tahu gue diculik di hari pertama, digebukin di hari kedua, dan ditendang di hari ketiga?
Masalah muncul saat Andrew mengenalkan Kent pada Fay. Kent, seorang pemuda asal Inggris yang begitu tampan dan sangat memikat. Tentunya, Fay berharap bahwa tindak-tanduk Kent akan sama seperti penampilannya. Sayangnya, tidak demikian. Kent malah menyusahkan Fay pada saat latihan. Fay sempat mengutuki dirinya karena masih saja melayang-layang meskipun Kent begitu menyebalkan.

Sebuah pengorbanan yang dilakukan oleh Fay untuk Kent, membuat hati Kent terketuk. Ia tidak menyangka ada orang yang mau melindungi kesalahannya. Sejak saat itu, perasaan cinta mulai tumbuh di hati Kent. Begitu pula dengan Fay. Keduanya sama-sama merasakannya. Sayangnya, campur tangan Andrew membuat Kent harus mundur.
"Buang jauh-jauh semua pikiran tentang Fay. Bagi kamu, dia tidak nyata. Jadi apapun yang kamu rasakan, tidak boleh ada."
"Ini tidak masuk akal, bahkan untuk mencitai saja aku tidak punya hak!" 
Ia sangat mencintai Fay, amat sangat mencintainya, hingga ia tidak boleh melibatkan Fay dalam hidupnya.
Selain itu, ada pula teman sekelas Fay bernama Reno. Kenyataannya, Reno bukanlah sekadar orang biasa. 

Semua saling terkait dan semuanya seolah-olah telah diatur oleh Andrew. Andrew bergerak selayaknya Tuhan. Apapun yang dilakukan oleh Fay, Kent, dan Reno seperti sudah diatur oleh Andrew. Dan Andrew bisa melakukan apapun untuk membuat hal-hal yang berada di luar kendalinya, masuk menjadi kendalinya lagi.

Source: here, edited by me
It's complicated.

Agen rahasia gila yang dipimpin oleh orang gila. Cerita ini benar-benar berbeda dari novel teenlit biasanya. Aku salut dengan Kak Clio yang berhasil meramu cerita ini dengan baik. Logikanya pun tersampaikan dan memang sudah dipersiapkan matang-matang. Deskripsi Paris di novel ini pun tergambar apik dan tidak membuat bingung. Semuanya pas.

Sejak awal, novel ini memang merupakan novel yang akan dibuat trilogi. Jadi, jelas banget kalau akhir kisah Fay tidak akan berada di buku pertama ini. Tentunya, banyak orang yang akan menanyakan bagaimana kisah Fay selanjutnya. 

Kekurangan novel ini, terutama di cetakan awal-awal adalah kavernya. Ampun, deh. Itu kaver nggak menarik banget untuk dilihat. Kalau semisal waktu dulu aku nggak membaca sinopsisnya, aku pasti nggak bakal mau baca novelnya. Kavernya bikin drop langsung. Syukurlah novel hasil cetak ulang kavernya jadi lebih cantik. Bahkan, memiliki tema yang sama dengan buku kedua dan ketiga. Yeay.

Nah, jadi, kalau ada yang mencari novel teenlit yang nggak biasa, bisa banget baca Eiffel, Tolong! I swear you, you would not regret it!

--

Must Date the Playboy
“... Remember that in life, you have to be selfless too. You have to think of the other person's feeling first before your own because you will never gain real happiness unless the other party is happy as well.”

By Notjustarandomgirl

4.5 for 5 stars

Publisher         : Summit Publishing
Year                 : February, 2014


Victoria “Tori” Peige is ensconced in a glittering world of wealth and glamour. But she sees herself as someone more suited in a supporting role: a bookworm and a shadow to her sun-kissed best friend and high school queen bee, Chloe.


That’s why Zachary Anderson, the hot, notorious playboy, has his eyes fixed only on Chloe until Tori approaches him with a proposition.

“I know I’m not the type of girl that you usually go out with. I’m not sexy, I’m not attractive and I’m no fun. I’m plain and boring with no charm at all. The only thing good about me is probably my brain, which everyone also finds boring. But I must ask you this… Mr. Zachary Anderson, can I be your girlfriend?"

How long can you fake being in love before it turns into the real thing? Tori and Zach are about to find out.

***

Yeah, I would like make some confession. I read this book on Wattpad. But, I know that this book has been published too. Despite that this story is really cliche, I still do like Tori and Zach. When I read this, I could feel the emotion. Of course I reread this book because I am a little bit forget about the story. Then, I just couldn't understand with the third book.
"I'm still here aren't I? I don't know about you, but I am staying."--Tori.
"I'll stay Zach. Unless you say otherwise."--Tori. 

The first time I look this cover of book in Wattpad, I am so excited. Why? Because, Shorty could clearly catch my attention. Moreover, the cover looks so simple and mysterious. The blurb so interesting and I just couldn't help my self to read all of the story. Sadly, if I look the cover for the published book, it's just out of my expectation. Too much childish if I could say about the cover. I don't know, but the cover couldn't catch my attention like what the cover on Wattpad do.

"Don't give up. Don't give up on me."--Zach. 
"I am a very possessive guy. I hate the fact that everyone is just looking at you as we enter a room like you're available. I don't share, Tori."--Zach. 

 The story begin with the story about Zach that always messing Chloe's relationship. Tori, best friend of Chloe, of course feel annoyance with what happen with Chloe's relationship. With information that given by Nathan, Tori try to confront Zach and decided to be Zach's girlfriend. Tori would like to make Zach busy so he can't mess up with Chloe. First of all, their relationship is full of surprise. Zach started to tease Tori with all of his stupid playboy plan. Until one day, two of them realize that they like each other. Unfortunately, all of the lie from the beginning their relationship begin ruin everything between them.

In the story, there are some character that have their own role. Of course, all of the character have their ultimate role. There is Chloe, Nathan--another Tori and Chloe's best friend, James, River, Boris, and Sonia.
Somehow, you have to learn accept things and ready yourself to move on, because the world will not stop for your grieves and problems.
From the story, honestly I really like Zach. He is kind of bad boy that can be a gentleman. He is really charming and I could imagine that he do care with the one he love. Just like Tori. I love her attitude and also the cuteness of her. I like the way Shorty execute this story. I don't get bored when I read this. May be, I just couldn't help my self because I do really like cliche romance.

Ahh, all I want to say is, this novel is really a good romance novel. I like the story because the plot is very neat and well-planned. Uh oh, I just couldn't stop my self to giggling over the second and third book.

--
Depok, April 20th 2016
01.48 AM


Unspeakable Love
“There's no reason to hurt someone you love. He hurt me, too many times. Then he doesn't love me. Enough,”—Clara.

By Ally Jane dan Kuro Hime

2.5 of 5 stars

Editor                    : Pradita Seti Rahayu
Penerbit                : Elex Media Komputindo
Tebal halaman      : 168 halaman
Tahun terbit          : 2014
ISBN                    : 9786020246642

Should I tell you that I love you? 

Or it gonna be an unspeakable love? 

Kiera dan Clara adalah dua sahabat yang sama-sama memendam rasa pada cowok impian. Ya, cinta terselubung judulnya. Kiera pada Rado, Ce El--panggilan akrab Clara--pada Uzie. Mereka berempat setiap hari berada di dalam ruang yang sama, yakni di kelas akselerasi di sebuah SMP favorit.

Bertahun-tahun memendam rasa, Kiera dan Clara tergoda untuk mengungkapkannya. Tapi, Ce El harus memupuskan harapan karena Uzie pergi untuk waktu yang sangat lama. Ce El menyesal.

Apa Kiera siap mengatakannya pada Rado?
Atau ia akan menyesal juga karena tak pernah mengungkapkannya?

Bahkan Pangeran Pelangi itu bertanya padaku, siapakah yang sedang mengisi hati ini, tanpa tahu bahwa jawabannya adalah ... dia.

***


Teen Spirit merupakan salah satu jenis genre yang disediakan oleh Elex Media Komputindo. Novel bergenre teen spirit tentunya disesuaikan bagi anak-anak berumur remaja. As in literally teen. Tak heran kalau Unspeakable Love mengambil tema percintaan di kalangan anak SMP. Faktor bahwa penulisnya masih duduk di bangku SMP membuat karakteristik dari novel ini cukup kuat.

Baiklah. Aku mungkin hanya gadis remaja bodoh yang tidak punya keberanian untuk mengungkapkan yang sudah kupendalam selama tiga tahun terakhir ini.
Dari segi kaver, aku suka konsepnya. Menyandang status sebagai novel bergenre teen spirit, tentunya membuah novel dengan kaver kelinci kecil berwarna putih. Warna kaver yang dipilih menurutku juga menarik. Sebenarnya, konsep kaver yang ditawarkan sudah cukup mewakili tentang isi cerita. Tentang cinta yang tak dapat diucapkan. Lalu, ada pula sebuah cahaya kecil yang dilihat oleh si kelinci putih. Menandakan kalau memang ada harapan yang tersisa bagaimana pun bentuknya. Sedangkan, untuk layout novelnya, aku rasa terlalu ramai. Dalam artian, gambar-gambar hati di dalamnya sedikit menganggu saat dibaca. Apalagi warna kertasnya pun digelapkan. Aku jadi merasa kurang nyaman saat membacanya.

Unspeakable Love merupakan satu novel yang ditulis oleh dua penulis. Di dalam novel ini terdapat tiga bagian. Bagian pertama menceritakan kisah dari sudut pandang Kiera; Bagian kedua dari sudut pandang Clara; dan bagian ketiga merupakan bonus cerita pendek.

Source: here, edited by me
Inti dari ketiga cerita tersebut sebenarnya sama. Sang tokoh utama enggan untuk mengungkapkan perasaannya pada orang yang ia sukai. Kiera yang memendam rasa pada Rado tidak pernah mau untuk mengungkapkan perasannya. Meskipun berkali-kali sahabatnya, Clara, mendorong Kiera untuk jujur, nyatanya Kiera tetap enggan. Sampai suatu kejadian membuat Kiera akhirnya berani menyatakan perasaannya. 

Di lain sisi, Clara pun memiliki masalah yang sama. Sayangnya, nasib Clara tak seberuntung Kiera. Uzie, orang yang disukai Clara, harus pergi untuk waktu yang lama. Clara pun patah hati dan berusaha move on. Saat itulah, muncul sosok lain yang selalu bersliweran di kehidupan Clara. 

Konsep yang disajikan oleh Unspeakble Love sebenarnya cukup menarik. Mengambil kisah dua sahabat yang memiliki masalah serupa. Penulisan novel ini sepertinya dilakukan secara terpisah. Sehingga, aku sangat menghargai usaha Ally Jane dan Kuro Hime dalam menyatukan kisah Kiera dan Clara. Sayangnya, menurutku alur dari cerita ini terlalu lambat. Bahkan, ada beberapa bagian yang terkesan lompat-lompat dan tidak runtut. Otomatis, hal ini membuatku sedikit bingung saat membacanya.

Selain itu, aku juga menemukan perbedaan karakter dari Clara. Di cerita dari sudut pandang Kiera, sikap Clara jauh berbeda dari cerita dari sudut pandang Clara. I found some missing link here. Setelah itu, entah bagaimana ceritanya, pengaruh media sosial di cerita ini masih begitu kental. Aku merasa tidak nyaman sih bacanya. Bagaimana pun, agak tidak masuk akal aja ada orang yang mengekspresikan seluruh perasaannya di media sosial. 

Dan ... aku bahagia. Sangat bahagia.
Meskipun masih banyak kekurangan di sana sini, aku sangat mengapresiasi usaha kedua penulis untuk menuliskan kisah ini secara utuh. Mereka berhasil merangkai satu cerita yang bersinggungan. Sayangnya, novel ini not my cup of tea.  Tapi mungkin, untuk sekadar bacaan santai, novel ini dapat dibaca. Lumayan, nostalgia zaman SMP yang masih alay.

--
Depok, 20 April 2016
12.46 AM


Dylan, I Love You!
“―Kalau itu aku nggak takut. Fans memang berarti banget buat aku, tapi kamu lebih dari itu. Aku cuma takut kamu kenapa-kenapa...”—Dylan.
By Stephanie Zen
4 of 5 stars

Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama
Tebal halaman           : 296 halaman
Tahun terbit               : November 2007
ISBN                           : 9792230653


Dylan and Alice is a very cute couple. Love it.


Source: Goodreads

Kamu berpikir semua cewek blasteran pasti cantik? Oho... salah besar! Lihat deh Alice. Meski blasteran, hidungnya enggak bangir, dia enggak punya tinggi badan 175 cm, dan dia benci banget jadi setengah bule karena sewakt kecil selalu diejek... bule kampung!

Tapi hidup Alice berubah total setelah dia ketemu Dylan Siregar, vokalis band Skillful. Cowok itu benar-benar jenis cowok yang adorable, ganteng, terkenal, keren, tajir, low profile, pokoknya sanggup bikin para makhluk cewek klepek-klepek!



Masalahnya, Alice enggak tahu gimana caranya supaya dekat sama Dylan. Cowok itu kan seleb, sementara dia cuma anak SMA biasa. Alice tambah jengkel karena temannya menyarankan dia untuk enggak mengkhayal terlalu muluk tentang Dylan. Memangnya salah ya, kalau kita berkhayal bisa pacaran sama seleb?
Dan emangnya..... seandainya nih, impian itu tercapai, apa jadi pacar Dylan benar-benar seindah yang Alice bayangkan?

REVIEW:
Berhubung aku pengen baca teenlit, aku memutuskan untuk membaca ulang novel Dylan, I love You! ini. Bukannya apa-apa. Tapi novel buatan Stephanie Zen ini memang membekas di hatiku dan aku suka banget adanya dua sudut pandang yang digunakan. Nggak bikin bingung dan biasanya malah bikin ngakak. Hehe.

First impression:
Dulu sih, aku baca sekuelnya dulu baru novel ini. Iya, dulu aku baca Dear, Dylan! dulu. Karena tertarik dan ngakak baca Dear, Dylan! aku memutuskan untuk mencari novel pertamanya. Alhamdulillan dapet dan aku sama sekali tidak menyesal untuk membacanya. Sekarang, di saat aku membaca ulang seperti ini, aku pun masih terhanyut dengan gaya bahasa Steph.

The Appearance:
Kalau dari segi sampul, aku kurang sreg. Kenapa? Ya, abisnya, itu Alicenya nggak bisa cakepan dikit apa? Item banget kulitnya :( Terus, kombinasi biru-kuningnya agak-agak aneh gitu. Ditambah blink-blink nggak jelas itu. Heuf. Ya sudahlah. Tak apa. Etapi, kenapa Dylannya janggutan dah? Jelek amat. Ish.

The Summary:
Inti cerita dari novel ini adalah seorang anak SMA biasa yang pacaran dengan vokalis band ternama.

Alice, seorang anak SMA yang tiba-tiba saja ditunjuk sebagai vokalis band pengisi acara kelulusan di SMA-nya. Saat ditanya tentang lagu apa yang sebaiknya dibawakan, Alice pun tidak sengaja nyeletuk lagu milik Skillfull, salah satu band di Indonesia yang sedang naik daun. Tanpa sadar, Alice begitu terpesona dengan vokalis Skillfull yang terkenal ganteng se-Indonesia Raya itu. Sejak saat itu, Alice mendeklarasikan dirinya sebagai fans Skillful. Bahkan, ia pun tergabung dengan beberapa grup milis untuk mengetahui perkembangan Skillfull—dan tentu saja tentang Dylan.

Dylan adalah seorang vokalis Band Skillfull. Ia dikagumi dan dicintai berjuta umat di Indonesia. Dengan ketampanannya, banyak orang yang mengidolakannya. Ia adalah mahasiswa fakultas hukum yang sedang cuti. Meskipun begitu, Dylan sempat merasa bahwa kehidupannya sebagai selebritis tidak terlalu mengenakkan. Pacar  pertamanya, Karin, meninggalkannya karena berbagai tekanan yang dialami oleh Karin.

Berawal dari keinginan Alice bertemu Dylan, keseluruhan kisah ini berlangsung. Entah bagaimana, ada saja jalan yang dimiliki Alice untuk bertemu dan pada akhirnya berpacaran dengan Dylan. Acara Pacar Selebriti pun menjadi salah satu gerbang bagi Alice dan Dylan untuk bersama.

Sayangnya, kebersamaan Alice dan Dylan ini tidak semulus jalan tol. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh mereka berdua. Mulai dari fans Dylan yang kecentilan, sampai puncaknya Alice diteror karena menjadi pacar Dylan.

Beberapa tokoh yang cukup signifikan dalam novel ini ada Grace, sahabat Alice yang selalu mengerti keadaan Alice. Tora, abangnya Dylan. Mbak Vita, pacar Tora. Tante Ana, mamanya Dylan dan Tora. Orang tua Alice. Tak lupa beberapa anak milis Skillfull dan Dylanders.

The Point of view, plot, and setting.
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini ada dua. Sudut pandang dari sisi Alice dan juga sudut pandang dari sisi Dylan. Dua-duanya menggunakan sudut pandang orang pertama. Meskipun ada dua sudut pandang seperti ini, sama sekali tidak membuatku bingung atau mengernyitkan dahi. Bahasa yang digunakan kocak abis. Jadinya seru banget bacanya.

Alur yang digunakan adalah alur maju. Nah, di sini jarang banget flashback. Paling-paling cuma sekelebatan ingatan Dylan tentang Karin. Selain itu, semuanya maju.

Setting yang digunakan sekitar tahun 2006 dan di Jakarta. Soalnya sering nyebut daerah PIM dan PS. Hehe. Dan kayak baru sadar gitu, udah 10 tahun yang lalu novel ini ada. Hue.

The Opinion
Pendapatku tentang novel ini adalah, aku suka kisah Teenlit yang tidak terlalu menye-menye. Mengangkat tema selebriti membuat pembaca akan tertarik dan tentunya, hal ini sangat seru. Menurutku, novel ini merupakan salah satu novel teenlit yang eksekusinya rapi. Steph berhasil membuat novel teenlit yang nggak biasa dan sangat enak dinikmati.

Mengulas sisi lain kehidupan selebriti cukup membuatku tertarik. Dan tentunya, aku nggak menyesal membaca novel ini.

Last Impression
Aku jadi pengen baca sekuelnya juga, kan? Heuhue. Tetep ngangenin dan tetep bikin ketawa sendiri pokoknya.

The Conclusion
Recommended, buat kamu yang pengen baca teenlit yang revolusioner (?)