Showing posts with label Mahir Pradana. Show all posts
Showing posts with label Mahir Pradana. Show all posts
Sunset Holiday
"Kalau memang aku hanyalah sepotong puzzle dalam hidup Ibi dan sebaliknya, it's better that we make the best out of our limited tine together." --Audy.

By Nina Ardianti dan Mahir Pradana

5 for 5 stars

Source: here
Penyunting              : Alit Tisna Palupi
Penyelaras Aksara   : Widyawati Oktavia dan Idha Umamah
Penata Letak            : Gita Romadhona
Desainer Sampul   : Dwi Anisa Anindhika dan Agung Nugroho
Ilustrator Isi             : Gama Marhaendra
Penerbit                   : Gagasmedia
Tahun Terbit            : Cetakan pertama, tahun 2015.
Tebal Halaman        : 470 halaman
ISBN                       : 9787808181


“We are all strangers until we meet.”



Jatuh cinta dan bertemu denganmu tidak ada dalam rencana perjalananku. Namun, di perjalanan sejauh ini, kamulah hal terbaik yang terjadi kepadaku. Aku menebak-nebak di mana akhir senyum manismu yang menghangatkan.

Hal paling menyakitkan dari jatuh cinta adalah kehilangan setelah memilikinya. Karena itulah, aku tidak berani berharap banyak. Kita hanyalah dua orang asing di tempat asing. Akan lebih banyak risikonya jika aku memutuskan untuk jatuh cinta.

Jika aku tidak akan menjadi bagian dalam sisa perjalanan hidupmu, bisakah kamu mengingatku sebagai bagian terbaiknya? Aku tidak berani menanyakannya karena diam-diam kutahu tujuan terakhir kita ternyata tak sama.

Kita kemudian bukan lagi dua orang asing di negeri asing. Namun, mengapa sakit ketika mengingat ternyata rasa ini terasa lebih asing daripada sebelumnya?

***

Audy dan Ibi bertemu di Paris, kota yang menyimpan banyak pesona cinta. Karena impulsif, Ibi mengikuti Audy melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah di Praha, Roma, atau Venezia, mungkin di sanalah cinta menyapa. Namun, apakah kebersamaan singkat itu berarti banyak jika sejak awal tujuan akhir mereka ternyata tak sama?