Showing posts with label Historical Romance. Show all posts
Showing posts with label Historical Romance. Show all posts
Frederica
Terkadang, hati dapat berubah sesuai dengan keadaan

Karya Georgette Heyer

4 dari 5 bintang

Sumber gambar: Goodreads
Waktu baca           : 27-29 Januari 2017
Penyunting            : Yuke
Penata aksara        : CDDC
Perancang sampul : Muhammad Usman
Penerjemah           : Reni Indardini
Penerbit                 : Noura Books
Tahun terbit           : 2016
Tebal buku            : 592 halaman
ISBN                     : 978-602-385-061-7
Buntelan dari Mbak Truly

Alverstoke menatap gadis itu penasaran. “Tidak adakah yang kau inginkan, Frederica?”
“Aku?” kata Frederica sambil mengernyitkan hidung. “Tentu saja ada! Misalnya saja, aku ingin Charis menuai perhatian publik—dan keinginan itu sudah tercapai! Selain itu—”
“Aku semestinya mengatakan, ‘keinginan untuk dirimu sendiri’,” potong Alverstoke.
Setelah kedua orangtuanya meninggal dunia, Frederica—putri sulung keluarga Merrivile—merasa bertanggung jawab mengurusi adik-adiknya. Apa pun akan Frederica lakukan agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak. Bahkan demi memperkenalkan sang adik yang berparas jelita pada kalangan atas, Frederica nekat meminta bantuan sepupu jauhnya, sang bangsawan kaya yang terkenal dingin dan angkuh.
Lord Alverstoke masih hidup melajang di usianya yang matang karena sifatnya mudah bosan. Namun demikian, dia tak dapat menampik pesona kecantikan Charis, adik Frederica. Dia pun bersedia memperkenalkan Charis pada tamu-tamu yang terhormat dalam sebuah pesta dansa di kediamannya. Bahkan dia menyanggupi permintaan Frederica untuk menjadi wali atas adik-adiknya.
Mendapati kedermawanan Lord Alverstoke, Frederica berterima kasih sekaligus keheranan. Mengapa lelaki itu bersedia membantunya? Mungkinkah dia menaruh hati pada Charis? Atau dia hanya ingin membuat Frederica terkesan—seperti yang biasa dilakukannya terhadap perempuan-perempuan lain? Frederica tidak tahu bahwa di balik segala pertolongan Lord Alverstoke, ada rencana yang disusunnya. Sebuah rencana yang kelak mengubah pandangan lelaki itu terhadap cinta dan keluarga.
Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Hore! Ini adalah buku bantal pertamaku di tahun 2017. Sebenernya, aku mendapatkan buku ini sejak dua bulan yang lalu. Tapi aku sengaja membawanya ke Malang sebagai bacaan untuk liburan. Meskipun terlihat melelahkan untuk membaca buku bantal, nyatanya aku malah senang saat membacanya.

Semenjak kedua orang tuanya meninggal, Frederica Merrivile memegang tanggung jawab sebagai nyonya rumah. Ia berusaha agar keluarganya tetap bahagia dan sejahtera. Mulai dari upayanya yang mencoba untuk menerbitkan Charis di sebuah pesta. Hingga, upayanya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi kedua adiknya, Jessamy dan Felix. Maka dari itu, Frederica, dengan berat hati, mencoba untuk menghubungi Vernon Alverstoke, saudara jauh Keluarga Merrivile.

"Tiada yang membuat kita lebih dongkol selain menyadari bahwa kita memang salah." Frederica, hlm. 135.

Di sisi lain, Lord Alverstoke digambarkan sebagai seorang pria matang yang senang bermain perempuan. Meskipun berbagai macam perempuan seolah-olah melemparkan diri mereka padanya, nyatanya tidak seorang pun yang bisa menarik perhatian Alverstoke untuk dijadikan pendamping. Selain itu, Alverstoke juga dikenal sangat sombong dan menyebalkan. Bagi kedua saudaranya, Lady Buxted dan Lady Jevington, Alverstoke sering berlaku seenaknya. Sebagai pewaris utama Keluarga Alverstoke, Vernon memiliki kekayaan yang sangat besar. Maka dari itu, kedua saudaranya sering merecoki Alverstoke untuk sekadar mendapat tambahan uang.

Dengan keadaan yang demikian, nyatanya Frederica berhasil menarik hati Alverstoke. Alverstoke bersedia menerbitkan Charis. Bahkan, Alverstoke bersedia menemani Felix ke beberapa tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Banyak yang menyangka kalau sikap Alverstoke ini ditujukan untuk merebut hati Charis. Nyatanya, ada hal lain yang dicoba untuk dicapai oleh Alverstoke. Dan itu bukan sekadar tentang Charis yang cantik dan menawan.
"Jika kau berketetapan untuk menjadi pendeta, yang bahaya ketika kau sok-sok menyalahkan orang lain karena tak sealim dirimu." Alverstoke, hlm. 291.
Kupikir, awalnya novel ini akan membosankan. Dengan tebal lebih dari 500 halaman, membuatku sedikit malas saat membacanya. Tapi, surprisingly, novel ini sangatlah mudah dicerna. Alur ceritanya memang biasa-biasa saja, tapi terasa mengalir dengan lancar. 

Well, setidaknya, aku jadi tahu mengenai kebiasaan orang Inggris sana di abad ke-19. Aku jadi kepo deh dengan budaya-budaya mereka. Banyak pesta, perjamuan makan, dan lainnya. Benar-benar membuatku tertarik untuk tahu lebih lanjut.

Sumber gambar: google, disunting oleh Puji
Meskipun Lord Alverstoke digambarkan menyebalkan, aku sangat menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Alverstoke benar. Ia telah membuat rasionalisasi dari apa yang akan ia perbuat. Karakter Frederica pun cukup bisa kusukai. Caranya dalam meminta tolong dan bersikap sebagai perempuan dewasa sangatlah natural dan terlihat nyata. Aku menyukainya. Mungkin, kalau aku ditanya siapa tokoh yang paling tidak kusukai, adalah Henry Merrivile. Ahh, dia ini terlalu impulsif dan tidak melihat keadaan. Menurutku, buang saja lah tokoh ini. Lol. 

Sejujurnya, aku juga tidak terlalu tahu mengenai genre roman klasik ini seperti apa. Akan tetapi, Georgette Heyer berhasil membuatku tertarik untuk membaca lebih jauh. Well, 500 halaman lebih ini nyatanya tidak membuatku bosan dan mengeriutkan dahi. Menurutku, mungkin karena Heyer berhasil menceritakan sesuatu senyata-nyatanya. Jadi, tidak terlalu berlebihan untuk diceritakan.

4 bintang untuk si buku berbunga.

Catatan typo
Selepas turun dari dari --> selepas turun dari (hlm. 153)
kakekku sayang --> kakakku sayang (hlm. 190)
Just Like Heaven
(Seindah Mimpi)

Smythe-Smith Quartet #1
By Julia Quinn

3 of 5 stars

Image source: here
Alih Bahasa      : Ellyanti Jacob Saleh
Editor                : Astrid Isnawati
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit     : Oktober 2013, cetakan ketiga
Tebal Halaman : 432 halaman
ISBN                 : 9799792298529
Pinjam di iJak


Honoria Smythe-Smith:

A) pemain violin yang buruk
B) masih kesal karena dipanggil “Bug” saat masih kecil
C) TIDAK jatuh cinta kepada sahabat kakaknya
D) semua yang di atas

Marcus Holroyd:
A) Earl of Chatteris
B) mudah terkiilir
C) TIDAK jatuh cinta kepada adik sahabatnya
D) semua yang di atas

Bersama-sama mereka:
A) suka makan tar cokelat
B) selamat dari demam mematikan dan pertunjukan musik terburuk di dunia
C) saling jatuh cinta setengah mati

Kisah cinta merupakan keahlian Julia Quinn, jadi tentu saja jawabannya. . .
D) semua yang di atas


***

Berhubung aku baru saja selesai membaca Antologi Rasa di iJak, otomatis aku penasaran dong dengan bacaan lainnya. Dan tiba-tiba saja, aku menemukan novel ini. Julia Quinn merupakan salah satu penulis novel roman yang sering aku dengar. Hanya saja, baru kali ini aku punya kesempatan untuk membaca karya Quinn.

Dreaming of You
(Memimpikanmu)
Aku bisa melindungimu dari apa pun kecuali diriku sendiri.”—Derek Craven.

The Gamblers #2
By Lisa Kleypas

4 of 5 stars

Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah                : Melody Violline
Tebal halaman            : 440 halaman
Tahun terbit               : April 2013
ISBN                           : 978-979-22-9443-9


He just don’t want to hurt her. He take every possibility to stay away from her.


Sara Fielding adalah wanita lugu yang juga penulis terkenal. Demi buku terbarunya, ia meninggalkan kenyamanan dan perlindungan tempat tinggalnya di desa untuk pergi ke London, memasuki dunia gelap kota itu. Tanpa sengaja, ia menyelamatkan pria tampan dan memesona yang merupakan pemilik rumah judi paling eksklusif di London, Derek Craven.


Derek mengizinkan Sara memasuki rumah judinya untuk mempelajari kehidupan di sana demi buku wanita itu. Di balik sikap yang lugu dan kehidupannya yang lurus, Sara menyimpan kekuatan dan daya tarik yang memesona. Hati Derek yang dibekukan oleh masa lalunya yang kelam pun luluh. Namun, tanpa diduga, seseorang dalam kehidupan Derek mengawasi mereka, dan berusaha menghancurkan mereka demi membalas dendam.

REVIEW:
Membaca Then Come You, otomatis aku mengenal sosok Derek Craven. Dengan segala pesona dan tingkah lakunya, aku cukup ingin tahu wanita seperti apa yang bisa menaklukkan Derek. Aku yakin kalau Derek bukanlah orang biasa. Ia pasti memiliki kriteria tersendiri atas wanita yang bisa meluluhkan hatinya.

“Istri? Ditempeli Craven-Craven kecil? Ya Tuhan, tidak.”—Derek Craven.


First impression:
Berhubung Dreaming of You ini merupakan series lanjutan dari Then Come You, aku tertarik begitu saja untuk membacanya. Alasan lainnya karena aku memang sudah berniat menghabiskan series Kleypas. Hem, meskipun aku tidak meminjam buku ketiganya. Kalimat yang cukup menarik dari sinopsis belakang buku adalah:

“Tanpa sengaja ia menyelamatkan pria tampan dan memesona yang merupakan pemilik rumah judi paling eksklusif di London, Derek Craven.”

Aku penasaran hal apa yang membahayakan Derek dan mengapa wanita lugu seperti Sara Fielding bisa menyelamatkan Derek.

The Appearance:
Cerita bergenre historical romance, khususnya yang mengambil tempat di London, sepertinya akan menjadi favoritku. Dari segi penampilan, cover dari novel karangan Lisa Kleypas ini cantik. Aku suka templatenya yang terkesan mewah dan berkelas. Sepertinya aku harus berterima kasih pada yang ngedesain sampulnya. *lihat keterangan, oh, namanya Marcel A.W. Cover novel Lisa Kleypas yang diterbitin sama Gramedia Pustaka Utama memang kelihatan paling menarik. Aku suka banget.

The Summary:
Sara Fielding merupakan penulis novel terkenal berjudul Mathilda. Novel itu berhasil sukses dan dibicarakan oleh hampir semua orang di London. Suatu ketika, Sara ingin menulis novel baru. Demi novel barunya itu, Sara harus melakukan riset tentang kehidupan gelap di London. Saat ia berada di daerah pemukiman kumuh, Sara secara tidak sengaja menyelamatkan seorang pria yang pada akhirnya memutar-balikkan hidupnya.

Derek Craven, seorang pemilik rumah judi paling eksklusif di seluruh Kota London. Ia memiliki pesona yang luar biasa bagi setiap wanita. Hubungan terakhirnya dengan Joyce, Lady Ashby, membuat dirinya cukup terancam. Joyce dengan segala kemampuannya, mencoba untuk melukai Derek. Ia ingin membalas dendam pada Derek yang meninggalkannya. Penyerangan  terhadap Derek itu lah yang dilihat Sara. Sejak mengenal Sara, dan sejak Derek mengizinkan Sara mengunjungi klubnya, Derek tahu kalau ia telah jatuh cinta pada Sara.

“Benarkah? Kalau begitu jangan bangun, malaikat. Aku ingin tinggal di mimpimu sejenak.”—Derek Craven.

Ketertarikan keduanya terlihat jelas. Hanya saja, Derek tidak ingin meminta Sara menjadi pendampingnya. Masa lalu Derek yang buruk membuat Derek tidak yakin Sara pantas memiliki dirinya. Sedangkan Sara, ia juga dihadapkan dengan hubungannya bersama Perry Kingswood. Berbagai hal dilalui mereka berdua dan pada akhirnya, mereka menyerah. Mereka tahu hati mereka berlabuh dimana.

“Ya, Sir. Tidak ada logika bagi cinta. Tidak ada orang yang bisa menjelaskan kenapa seorang wanita bisa mengoyak jantung pria dari dadanya, dan tidak pernah melepaskannya. Bagimu wanita itu Miss Fielding, kan?”—Worthy.

Dalam novel ini muncul beberapa tokoh yang menjadi pemanis dalam novel ini. Alex dan Lily Raiford—pasangan yang membuat iri seluruh penduduk London. Ivo Jenner, musuh bebuyutan Derek. Perry Kingswood—calon tunangan Sara. Dan beberapa tokoh lainnya.

The Point of view, plot, and setting.
Sudut pandang yang digunakan oleh Kleypas kali ini adalah sudut pandang orang ketiga. Meskipun begitu, sudut pandang ini lebih banyak menceritakan tentang Sara. Banyak sekali kejadian-kejadian yang menceritakan kehidupan Sara. Baik saat berada di London maupun di Greenwoods Corner. Terkadang, aku merasa cerita mengenai Derek kurang banyak. Heu L

“Apakah kau punya masalah dengan penglihatanmu, Mr. Craven? Atau dengan hatimu?”—Sara Fielding.

Alur yang digunakan adalah alur maju. Jarang sekali menyinggung masa lalu. Kebanyakan, masa lalu yang ada diceritakan melalui percakapan. Tidak terlalu banyak menurutku. Hanya sekilas saja pembahasan masa lalu, khususnya masa lalu Derek.

Sorce: pinterest.com
Berhubung cerita ini masih berhubungan dengan novel Then You Come, maka setting yang diambil adalah pada abad 19 di London. Aku tetap jatuh cinta dengan suasana London zaman dulu. Ahh, betapa menyenangkan sekali.

The Opinion
Yang aku suka dari novel ini adalah bagaimana Derek yang terkesan kasar dan semaunya sendiri bisa langsung takluk pada Sara. Ia bisa menjadi orang yang baik. Apalagi yang waktu Derek mengusahakan pria-pria yang memungkinkan untuk jadi calon suami Sara. Sumpah. Dia benar-benar punya pengendalian diri yang luar biasa.

“Aku ingin bersamamu. Apa pun yang terjadi.”—Sara Fielding.

Meskipun misteri dalam novel ini tidak sebanyak di Then Come You, aku cukup menikmati.

“Aku akan menanggung beban apa pun yang Tuhan pikir sanggup kupikul. Aku lebih kuat dari pada yang kau kira, Mr. Craven.”—Sara Fielding.

Last Impression

“Apa, Malaikat?"

“Dulu kau bilang kau tidak tahu seperti apa rasanya ‘bahagia’.”

“Ya, aku ingat,”

“Bagaimana sekarang?”

Bahagia itu ini. Di sini dan saat ini.”

(Derek dan Sara)

Aku senang melihat Derek dan Sara akhirnya bisa bersama tanpa gangguan. Tentunya, aku senang melihat Derek yang sudah bisa mengecap rasa bahagia.

The Conclusion
Recommended, kalau kamu mengaku hopeless romatic, you should read this novel. Nggak bakal nyesel deh.


Rabu, 27 Desember 2016
Then Come You
(Ketika Kau Datang)
The Gamblers #1

Sangat bijaksana jika dia mencari tahu lebih banyak mengenai Lily, menyelami masa lalunya sampai tidak terlalu membingungkan. Namun Alex tidak bijaksana, dia jatuh cinta, dan dia menginginkan Lily apa adanya. Seumur hidup Alex selalu bersikap hati-hati dan bertanggung-jawab. Sekali ini dia akan mengesampingkan logika, dan melakukan apa yang diingankan hatinya.”

By Lisa Kleypas
4 for 5 stars

Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah                : Harisa Permatasari
Tebal halaman           : 488 halaman
Tahun terbit               : Maret 2013
ISBN                           : 978-979-22-9358-6


Kleypas did it. She knows how to kill the story.

Lily Lawson adalah idola bagi pria kalangan atas di London. Dia cantik, pemberani, bahkan gemar berjudi dan berburu. Namun di balik semua itu, Lily menyimpan rahasia besar. Setelah bertahun-tahun disingkirkan oleh keluarganya, Lily kembali ke keluarganya untuk menyelamatkan adiknya, Penelope, dari rencana pernikahan tanpa cinta dengan Alex, Lord Raiford. Lily bertekad mempersatukan Penelope dengan pria lain yang merupakan cinta sejati adiknya.

Alex tak pernah benar-benar mencintai Penelope. Ia sudah menutup hatinya sejak kepergian Caroline-nya yang tercinta, bertahun-tahun lalu. Namun kini ia justru terpesona pada Lily yang keras kepala dan tak bisa memercayai pria. Ketika Penelope meninggalkan Alex, Lily harus membayar perbuatannya itu—dengan tubuh, jiwa, dan hatinya.


REVIEW:
Teringat Bow Street Runner, akhirnya aku memutuskan untuk mencomot novel ini menjadi novel bacaanku. Sejujurnya, aku yakin aku tidak akan kecewa akan cerita Lisa Kleypas. Dia benar-benar berbakat meramu dan mengeksekusi Then Come You dengan sangat cemerlang.


First impression:
Aku mengambil novel ini karena satu hal. Lisa Kleypas yang menulisnya. Mengingat series sebelumnya yang tidak mengecewakanku, aku rasa aku juga tidak akan kecewa dengan series gamblers. Melihat sinopsis di belakang buku. Aku cukup tertarik. Kata-kata yang cukup menggelitikku untuk mengambil novel ini tentunya kalimat yang terakhir.

“Ketika Penelope meninggalkan Alex, Lily harus membayar perbuatannya itu—dengan tubuh, jiwa, dan hatinya.”

Haha. Iya. Aku tahu aku emang penasaran dengan kisah roman yang seperti ini. Tentunya, karena aku sadar kalau Lisa Kleypas tidak akan hanya menyajikan roman belaka dalam novelnya. Pasti ada rahasia tersembunyi.

The Appearance:
Seperti buku-buku roman lainnya, tebal buku ini tidak membuatku mengeriut. Malah sudah tebriasa dengan tebal buku ini. Aku seperti tertarik untuk segera menyelesaikannya. 

Untuk desain cover, jujur saja aku suka templatenya. Dengan warna cokelat dan emas itu, membuat novel ini terlihat elegan dan mewah. Sangat mengesankan. Meskipun kalau boleh memilih, gambar kereta kuda beserta kusirnya itu bisa dihilangkan. Sumpah. Ganggu banget L

The Summary:
Wilhelmina Lawson atau yang lebih dikenal dengan Lily merupakan wanita yang dipuja di seluruh London. Ia memiliki pesona dan suka menjadi pusat perhatian semua orang. Lily terkesan sebagai wanita cuek dan tidak akan mau mencampuri urusan orang lain. Satu orang yang bisa mendekati Lily adalah Derek Craven. Pemilih rumah judi paling ekslusif di London.

Suatu hari, Lily pulang ke rumahnya dan menemukan sahabatnya, Zachary Stanford mengajukan permintaan tentang adik Lily, Penelope Lawson. Semua orang tahu kalau Zach dan Penelope saling mencintai. Sayangnya, Penelope terpaksa menerima perjodohan yang telah disepakati orang tuanya dengan Alex, Lord Raiford.

Melihat kesungguhan Zach, Lily pun memutuskan untuk turun tangan. Ia akan membantu Zach dan Lily bersatu. Berbagai hal mengiringi rencana Lily. Bisa dibilang tidak mudah. Lily bukanlah wanita yang bisa dibilang baik-baik. Selama beberapa tahun, Lily tidak dianggap oleh keluarganya. Sedikit kesulitan bagi Lily untuk masuk ke Raiford Park. Tapi, dengan kepandaiannya, Lily berhasil.

“Yah, takdir yang memilihkan keluarga kita, begitu kata orang.”—Lily.

Berbagai hal terjadi di Raiford Park. Rencana Lily memang tidak mudah dilakukan, tapi pada akhirnya, apa yang diingankan Lily terwujud. Sayangnya, ia tak menyadari kalau hal semudah itu terjadi karena perasaan Alex telah berubah terhadap dirinya. Sangat berubah.

The Point of view, plot, and setting.
Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga. Meskipun begitu, sudut pandang Lily terasa kental di novel ini. Aku merasa menikmati membaca novel ini. Meskipun memakai sudut pandang orang ketiga, lantas tidak membuatku tidak menjiwai novel ini.

Alur yang digunakan adalah alur maju. Akan tetapi, di beberapa bagian menceritakan ingatan Lily di masa lalu. Maupun masa lalu Alex. Yaa, setidaknya berbagai potongan masa lalu itu sedikit membuatku mengerti ada yang tidak beres dengan kehidupan para tokoh di sini.

Setting yang diambil berlokasi di London pada tahun 1820. Jadi, aku, tetap seperti dulu, mengeriut saat membaca gelar bangsawan inggris yang banyak itu. Bagiku, setting ini lumayan membuatku jatuh cinta. Aku membayangkan kastil-kastil besar dengan puluhan pelayan. Aku bisa merasakan kemewahan yang tergambar di abad 19 itu.

Hadeuh. Mau cari pasangan abad 19 kok ya jadul semua. Nggak cocok :(

The Opinion
Sepertinya, aku memang menyukai genre historical romance. Roman yang disajikan Lisa Kleypas memang tidak biasa. Ada banyak sekali hal-hal yang disembunyikan oleh masing-masing tokoh. Hal ini membuatku terhanyut. Aku ingin segera membuka semua rahasia yang ada.

Romantisme antara Alex dan Lily bisa membuatku tersenyum sendiri. Mereka menjadi pasangan yang bikin ngiri dengan cara mereka sendiri. Aku suka bagaimana cara Alex melindungi Lily. Apalagi waktu Alex membantu Lily menyelesaikan masa lalunya. *seengaknya, meskipun dia adalah tipe pria pencemburu dan protektif, dia tidak berpikiran negatif saat Lily menceritakan masa lalunya.

Last Impression

“Aku benar-benar menelantarkanmu, ya?”“Tak Masalah.”“Itu masalah besar. Itu sama sekali bukan cara yang tepat untuk menunjukkan betapa besar cintaku untuk suamiku.”(Lily dan Alex)

Bisa dilihat bukan betapa romantisnya mereka? Aih. Tambah hopeless romantic aja ya aku. Heu.

The Conclusion
Recommended. Sangat direkomendasikan buat yang ingin membaca kisah roman yang nggak pure roman.


Someone to watch over me

4 of 5 stars

Penulis: Lisa Kleypas
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792286519


Grant Morgan adalah bujangan paling didambakan di London, juga salah satu anggota Bow Street Runner yang diperhitungkan. Ketika suatu malam ia dipanggil untuk menyelidiki korban tenggelam, Grant terkejut saat mengenali korban itu sebagai Vivien Rose Duvall, wanita bereputasi buruk. Ia semakin terkejut ketika menyadari wanita itu masih hidup. Karena tak ada seorang pun yang bisa menjaga wanita itu, Grant membawa pulang Vivien untuk merawatnya, namun malah menyadari wanita itu menderita amnesia.

Vivien menyadari tanda di lehernya membuktikan ada orang yang sengaja menenggelamkannya di Sungai Thames. Karena itu, ia tak punya pilihan selain memercayai pengakuan pria penyelamatnya bahwa mereka sepasang kekasih, dan menyerahkan hidupnya pada pria itu. Selagi Grant mencari penyerang Vivien, mereka berdua mendapati diri jatuh cinta, sambil berjuang tetap berada selangkah di depan orang yang menginginkan Vivien mati.

Review:

Maybe this was my first time to read Lisa Kleypas’ story.

Novel ini menceritakan seorang gadis yang ditemukan hampir mati, dia bernama Viviane. Viviane diselamatkan oleh Grant Morgan—Seorang Bow Street Runner. Diduga, Viviane diburu oleh pelindungnya yang sekarang. Sayangnya, Viviane hilang ingatan.

Nggak tahu kenapa, setelah baca di part awal I realize that woman is not the real Viviane. Mungkin karena ada clue-clue yang ditinggalkan penulis sehingga aku bisa menyadarinya. Dan aku sangat berharap kalau aku nggak salah. I am happy because I am right. 

Jujur saja, ini novel roman-detektif pertama yang aku baca. Biasanya aku membaca novel detektif yang pure. Kayak Sherlock Holmes. Mungkin karena mood bacaku yang sekarang condong ke roman, akhirnya aku mencomot buku ini.

First thing first, desain sampulnya bener-bener berkelas. Pandangan mata si cewek itu keren dan she looks pretty meskipun wajahnya cuma terlihat setengah. Mengundang lah untuk ditarik ke kasir. Haha :D

Aku tak begitu paham dengan pekerjaannya Grant, yang pasti dia bertuhas untuk membasmi kejahatan di Kota London. Gemes sih sama sikapnya Grant yang sinis dan bahkan berniat menyakiti Viviane—sebelum dia tahu kalau wanita yang diselamatkannya adalah saudara kembar Viviane.

Sebenernya, aku merasa kalau mereka jatuh cintanya agak buru-buru. Tapi manis juga kok. They are perfect dan melengkapi. 

Hal yang nggak aku sangka, aku nggak bisa menebak siapa pelakunya. Okelah, si Keyes pernah terlihat jelek, tapi aku nggak nyadar kalau beneran dia yang jadi pelakunya. Twistnya keren.

Yaa, setidaknya aku suka sama novel ini. Nggak terlalu detektif banget tapi full of romance. 


Love only once

3 of 5 stars

Penulis: Johanna Lindsey
Penerbit: Dastan Books
ISBN: 9789793972930


Regina Ashton, atau Reggie, tidak berminat lagi menghadiri pesta-pesta dansa untuk mencari jodoh. Ia berjanji kalau pesta dansa ini adalah yang terakhir baginya. Semua laki-laki yang dipilihnya selalu ditolak mentah-mentah oleh keempat pamannya yang sangat menyayanginya. Namun, pada malam itu, tanpa sengaja Reggie diculik oleh Nicholas Eden, seorang playboy tampan dan sombong. Reggie yang terpesona oleh ketampanan Nicholas dan sikapnya yang mirip dengan perpaduan keempat pamannya, memutuskan untuk membuat Nicholas menjadi suaminya. Namun, Nicholas hanya ingin menjadi kekasih Reggie walaupun ia harus mengakui kalau Reggie berbeda dengan wanita pada umumnya dan telah mencuri hatinya. 

Skandal penculikan itu memaksa mereka untuk bersama. Namun, kebersamaan mereka terenggut oleh sikap kasar Nicholas yang menyakiti Reggie. Masa lalu Nicholas yang kelam dan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka menjadi halangan bagi mereka untuk bersatu. Ketika akhirnya menyadari bahwa Reggie adalah cinta sejatinya, mampukah Nicholas menyembuhkan luka hati Reggie dan menjelaskan masa lalunya yang mungkin akan membuat Reggie berpaling darinya? Dan mampukah Reggie menerima Nicholas setelah semua perlakuan buruknya? Nicholas harus berusaha memenangkan hari Reggie kembali karena ia hanya mampu mencintai sekali seumur hidupnya.

Review:

Love the way they get each other, bored with the fact that they hard to trust each other.

Itu adalah sedikit hal yang aku rasakan. Aku suka dengan karakter Nicholas, bad guy tapi bisa mencintai gadis baik-baik. Sayangnya, aku samasekali nggak setuju kalau dia berkencan dengan perempuan yang sudah bersuami—remembering Ranmaru, salah satu karakter di Perfect Girl Evolution.


Reggie adalah karakter yang tegas. Ia mencintai Nicholas bahkan tertarik sejak pertama kali mereka bertemu. Aku suka cara Reggie menghadapi keempat pamannya yang super protective. Aku suka kehangatannya.

Konflik yang disajikan nggak terlalu berat. Tentang penyangkalan tehadap perasaan masing-masing dan prasangka yang tidak perlu. Kalau begini, dia akan marah. Seharusnya aku tidak begini, dia akan malu. Dan seterusnya. Jujur saja, itu membuatku gemas saat membacanya.

Aku paling pengin teriak-teriak saat Nicholas dan Reggie seakan baikan, tiba-tiba bertengkar lagi karena masalah yang sepele. Mereka seharusnya membangun kepercayaan yang lebih kuat. Mereka sama-sama keras kepala. Satu sama lain mempunyai pemikiran masing-masing. 

But, I like the way the author write this plot. It’s smooth and makes me comfortable to read it.

Selain itu, aku punya adegan favorit. Yaitu saat Paman James menjemput Nicholas. Padahal Paman James adalah musuh besar Nicholas. Seakan tak percaya, Nicholas diseret untuk pulang. Reaksi kekagetan Nicholas terlihat lucu kalau dibayangkan.

Setidaknya, akhir dari cerita ini menyenangkan. Meskipun ada twist tentang masa lalu Nicholas. Bingung juga sih kenapa dibuat serumit itu. But somehow, it can make the story complete. Mungkin, kalau ada waktu aku akan baca Malory Family Series lainnya.

PS: Membaca penjelasan tentang gelar kebangsawanan Inggris bikin mata keriut. What the hell with duke and duchess, Count and countes, Baron and baronness and other?




Texas wildflower (Ujian cinta sejati)

2 of 5 stars
Penulis : Susan Wiggs
Penerbit : Dastan Books
ISBN : 9786028723121


Shiloh Mulvane, gadis mungil yang memesona, ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai salah satu detektif terhebat di Texas. Ia akhirnya mendapat kesempatan untuk unjuk gigi dengan menangkap Justin McCord untuk diserahkan kepada seorang hakim. Justin McCord adalah seorang agen mata-mata yang tampan dan seksi. Misinya sangat menentukan nasib dan masa depan Texas. Karena sadar bahwa misinya akan gagal jika dirinya sampai diserahkan kepada sang hakim, Justin memperdaya Shiloh untuk menikah dengannya.

Awalnya, Shiloh sangat membenci pernikahannya dengan Justin. Namun, setelah mengetahui tugas suaminya penuh dengan bahaya, Shiloh bersikeras untuk membantu secara diam-diam. Sikap Shiloh yang selalu ikut campur membuat Justin sangat marah. Di tengah-tengah perselisihan mereka yang semakin meruncing, muncullah Isabella, wanita yang dulu pernah menyelamatkan Justin dan kembali untuk menggoda laki-laki itu. Shiloh yang mulai menyadari kalau hatinya sudah terikat dengan Justin, merasa cemburu terhadap Isabella dan semakin berusaha membuktikan kemampuannya dengan terjun langsung ke dalam tugas-tugas Justin sampai terjerumus ke dalam bahaya yang mematikan. Di lain pihak, Justin yang berharap bahwa ia belum terlambat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Shiloh, segera berusaha menyelamatkan istrinya itu sebelum sesuatu yang buruk memisahkan mereka berdua untuk selamanya...

Review:

Merasa tertipu. Aku kira ini mata-matanya berada pada zaman modern. Ternyata malah di abad 19. Dan yaa, aku tertipu. Awalnya mau marah-marah waktu baca, tapi lama-kelamaan aku bisa merasakan kehidupan Shiloh dan Justin. Tapi kenapa sih, itu judul terjemahannya katak gitu? Masak ujian cinta sejati? Duuh. 

Shiloh adalah gadis keras kepala yang selalu saja ingin menjadi detektif. Saat tahu suaminya adalah agen mata-mata, Shiloh bersikeras untuk membantunya dan tentu saja hal itu malah membahayakan dirinya. Justin yang sebenarnya mencintai Shiloh hanya ingin agar istrinya itu lepas dari bahaya. Maka dari itu, Justin melarang Shiloh terlibat dalam pekerjaannya.

Yaa, lumayan cheesy sih. Di awal-awal aku kecewa karena latarnya aku nggak ngerti. Aku juga nggak paham tentang konflik Texas zaman dahulu. Hello! Aku tidak mendalami sejarah Amerika. Jadi, wajar dong kalau aku nggak terlalu paham. Tapi, di tengah-tengah I like the Shiloh’s way to help her husband. Aku juga suka sikap Justin yang gengsi-mau nggak jelas itu. Aku suka kecerdasan mereka berdua.

Tapi, seandainya mereka lebih percaya satu sama lain, chemistry novel ini akan terbangun.

Konfliknya aku nggak terlalalu paham, what the hell with Texas Annexation?! Aku nggak ngerti. Terus, ada hal-hal yang nggak seru. Nggak paham kenapa Issabella tiba-tiba jadi istri Willie. Nggak ngerti alasannya. Oke, aku tahu kalau dia mata-matany kapten Elliot, tapi udah gitu doang. Nggak ada terusannya.

Nah, yang paling bikin emosi—dan sampai aku membanting buku ini—adalah bagian terakhirnya. Can the author make a cheesy rendezvous or something? Datar banget. Jadi, Justin marah karena percaya kata-kata Jessamine kalau Shiloh melakukan hal yang—ya itu—dengan Kapten Elliot. Tentu aja Shiloh menyangkal dan Justin nggak percaya. Karena merasa nggak dipercaya lagi, Shiloh memutuskan untuk meninggalkan Justin. Justin pun tak peduli dan malah mengajukan cerai. 

Nah, rujuknya itu nggak seru. Cuma ketemuan di suatu pertemuan rakyat, lihat-lihatan. Tanpa ngomong apapun, pelukan. And the rest of it is THE END! Aduuh. Mending ada penjelasannya kalau mereka saling memaafkan atau apa gitu. Bahkan, aku nggak keberatan kalau mereka tengkar dulu, nangis-nangis dan seterusnya. Sayangnya enggak. Ini nih bikin emosi. Mereka terlalu mudah banget kembali. Kurang seru jadinya :(