Showing posts with label Manga. Show all posts
Showing posts with label Manga. Show all posts
Detektif Conan Volume 89
"Kalau begitu, mestinya kau hanya perlu tetap pada keyakinanmu dan berusaha lebih keras untuk membalasnya."Chiba.

By Aoyama Gosho
4 of 5 stars

Judul asli         : Meitantei Conan Vol. 89
Alih bahasa     : Nein
Editor             : Binarti
Foto sampul    : Nining
Desain sampul : @.Bach
Penerbit          : Elex Media Komputindo
Tahun terbit     : 2016
ISBN             : 978-602-02-9301-1
Harga             : Rp20.250,- di TM Bookstore, Depok Town Square.

"Daftar orang-orang yang telah dipaksa meminum APTX 4869, obat beracun organisasi.

Siapa orang tak terduga yang terdaftar di 2 kolom d bawah nama Shinichi Kudo!?
Selain itu juga terdapat penyelesaian ""Kasus Pembunuhan Girls Band"" yang juga berhubungan dengan masa lalu Amuro dan Sera, 'Kasus Mencari Barang Yumi' dan 'Kasus Pusat Perbelanjaan' yang melibatkan grup detektif cilik secara aktif, serta kisah pangejaran Detektif Chiba dalam 'Kasus UFO'!"


Informasi lebih lanjut dapat dibaca di:

Lagi-lagi, sebagai pecinta Detektif Conan, aku rela mencari-cari komik ini. Meskipun bertahun-tahun sudah berlalu dari volume pertama, bahkan serasa seperti sinetron karena nggak kelar-kelar, aku malah semakin kepo dengan Detektif Conan. Aku benar-benar penasaran dengan siapa dalang di balik Organisasi Hitam.

Detektif Conan Volume 78
"Apanya yang impas? Ini artinya kau berhutang padaku, Bocah Detektif."-- Kaito Kid.

By Gosho Aoyama

4 for 5 stars

Source: here
Penerjemah        : M.
Editor                 : Binarti
Jumlah halaman : 184 halaman
Tahun terbit        :  2014
Penerbit              : Elex Media Komputindo
Harga                  : Rp18.000,- di TM Book Store, Depok Town Square.


Sosok Ai yang berubah kembali menjadi dewasa karena meminum obat penawar, ternyata tertangkap oleh kamera!


Conan, Ai, Bourbon dan anggota organisasi berbaju hitam yang lain mempertaruhkan segala daya dan upaya untuk menuju pemberhentian terakhir, yaitu kebenaran!

Temukan kasus pembunuhan di atas kereta bell-tree express yang membawa kehebohan di seluruh negeri, ditambah dengan kasus menghilangnya kunci ruang tertutup dan awal dari kasus Blush Mermaid! 

***
Volume ini memunculkan banyak tokoh, Yeay. Yap. Di volume kali ini, Aoyama Gosho telah memunculkan beberapa tokoh penting dari awal cerita sampai akhir cerita, Hemm. Sebenernya, di volume kali ini hanya ada dua kasus lengkap dan satu pengantar kasus.

Kasus yang pertama mengenai pembunuhan di atas kereta bell-tree express. Sebuah kereta uap misteri. Di dalam kereta tersebut, setiap penumpang mendapat kompartemen masing-masing. Lalu, keunikan dari kereta ini adalah adanya permainan misteri yang diadakan oleh pihak kereta. Dalam kasus kali ini, banyak sekali tokoh yang muncul, ada Gin, Vodka, Vermouth, Subaru Okiya, Masumi Sera, Toru Amuro, Scar Akai, Yukiko Kudo, dan Kaito Kid. Pada volume 77, wujud Ai terekam dalam video. Otomatis, Gin dan para anggota organisasi hitam berusaha untuk melenyapkan nyawa Ai. Dengan berbagai macam taktik yang telah disiapkan oleh Conan, nyawa Ai akhirnya terselamatkan. Akan tetapi, dalam kasus ini terungkap bahwa Toru Amuro adalah Bourbon.

Kasus kedua yang diangkat adalah mengenai pembunuhan di ruang tertutup yang terjadi setelah kepala Conan kejatuhan raket tenis saat latihan. Pada saat kasus ini terjadi, ternyata Amuro berani muncul di hadapan Conan. Padahal, ia sudah mengakui bahwa dirinya adalah Bourbon.

Kasus ketiga membahas tentang awal mula kasus pencurian yang akan dilakukan Kaito Kid. Mungkin karena frustrasi rencana Kid gagal di kasus sebelumnya, makanya Kid pun berencana untuk mengambil permata yang tertanam di cangkang kura-kura, Blush Mermaid.

Dari ketiga kasus yang disajikan, tentu saja aku suka kasus Bell Tree Express. Kasus ini begitu detail dan cukup membuatku menduga-duga bagaimana cara Ai bisa lolos dari kepungan anggota organisasi hitam. Lalu, di sini juga banyak rahasia yang terukap. Aku jadi suka bacanya. Kalau kasus yang nggak begitu aku sukai itu kasus kedua. Meskipun terlihat jelas bahwa Amuro menaruh kecurigaan pada Conan, tapi penjelasan kasusnya belibet dan kurang seru.

Selain cerita, kaver yang ditampilkan dalam volume 78 ini cukup unik. Conan yang memakai seragam petugas kereta api dan juga gambar dari kereta api uap itu sendiri. Menurutku bagus sih, tapi warnanya terlalu nyaru. Akhirnya malah nggak kelihatan. Keyholenya Scar Akai. Beneran Akai bukan, ya? Yuklah dibaca komik yang satu ini.
Source: here, edited by me.
Aku puas membaca volume 78 ini. Selain fakta bahwa banyak rahasia yang terkuak, aku suka karena Kid banyak munculnya di sini. Uh-oh. Kid merupakan salah satu karakter favoritku di Detektif Conan. Sebagai seorang pencuri, Kid itu cerdik. Aku nggak bisa membayangkan sih kalau Kid berhasil ditangkap oleh Conan. Hoho.

--
Depok, 1 Mei 2016

Detektif Conan Volume 80
"Situasi yang sudah diperkirakan lebih dulu...itulah yang disebut "langkah yang sudah disiapkan"."--Conan Edogawa

By Aoyama Gosho

4 of 5 stars
Source: here
Penulis              : Gosho Aoyama
Penerjemah       : M.
Editor                : Binarti
Penerbit             : Elex Media Komputindo
Tahun terbit       : 2014
ISBN                 : 9786020250687

Analisis luar biasa dari duo detektif, Conan dan Heiji, berhasil menutup kasus rencana pembunuhan yang disusun oleh Vampir!
Inilah kebenaran mengejutkan yang tersembunyi di balik lumuran darah!
Temukan juga dalam buku ini kasus truk kontainer bependingin yang membuat Ai berada dalam bahaya (atau kesulitan?!),
Kasus buah-buahan yang hampir mengungkap masa lalu Sera dan kasus trik surat wasiat yang mempertemukan kembali Yumi dengan kekasihnya!

Yeay. Akhirnya aku baca Conan lagi. Sebenarnya, kemarin aku berniat untuk membeli Detektif Conan volume 5. Tapi, sayang sekali di dua toko buku berbeda keduanya tidak ada :(. Huhu. Jadinya, aku membeli urutan mundur dari komik yang sudah aku punya. Volume 80 pun akhirnya berada di tangan.

Nahh, sebelum aku bercuap-cuap, aku mau berpendapat soal penampilan dari volume kali ini. Entah mengapa, aku kok merasa banyak banget ya volume Conan yang berwarna cokelat. Cokelat dan variannya itu banyak banget deh. Heuheu. Tema yang diangkat menarik sih. Tentang permainan shogi dengan Conan yang memakai pakaian pemain Shogi. Untuk keyholenya pun, terpampang wajah Shukichi Haneda, mantan pacar Yumi--si polisi lalu lintas.

Sekarang, aku akan masuk ke segi cerita. Oke, di volume kali ini, ada tiga kasus lengkap. Sedangkan dua lainnya hanya ada setengah. Kasus yang tinggal penyelesainnya adalah kasus pembunuhan Vampir. Aku agak lupa cerita detailnya. Hehe. Yang pasti, di kasus ini melibatkan Hatori dan Conan. Kasus kedua yang muncul adalah tentang petualangan Conan dan Detektif Cilik di dalam truk kontainer. Awalnya, mereka berniat untuk mengambil kapten--kucing yang sering singgah di Kafe Poirot. Sayangnya, mereka malah terjebak di dalam truk dan menemukan sesosok mayat yang sengaja disembunyikan. Kasus ketiga mengenai kompetisi memasak. Dalam kasus ini, muncullah Sera yang akhirnya dapat menyelesesaikan kasus bersama Conan. Keempat, kasus ditemukannya mayat di sebuah apartemen. Di kasus ini, muncul Yumi, Nae, dan Sakurako. Ternyata, di kasus ini jugalah Shukichi--mantan pacar Yumi--muncul. Sedangkan kasus terakhir adalah kasus pembunuhan seorang capet pada festival hanami,

Fyuuuhh. Panjang juga. Aku baru sadar lho kalau komik Detektif Conan itu per volumenye sangat padat. Bahkan bisa terdiri dari tiga kasus yang selesai. Bila aku membandingkan kecepatanku dalam membaca Conan dengan Black Butler, akan sangat jauh berbeda hasilnya. Aku membaca satu volume Black Butler tidak menghabiskan waktu lama. Bahkan, bisa dibilang sebentar. Sedangkan, untuk Conan akan lain ceritanya.

Source: here
Di volume ini, yang cukup menyita perhatianku adalah kemunculan Amuro di kasus kontainer. Padahal kan dia beneran menemukan pesan yang dibuat sama Conan, tapi kenapa dia berbohong, ya? Hahah. Yaa, meskipun aku tahu di volume sesudahnya, identitas Amuro sudah terungkap.

Hemm. Pokoknya aku suka banget deh sama Conan. Kalau ada yang mau ngasih aku seluruh volume Conan, mungkin aku akan sujud syukur. Heuheu.

Yap yap. Sekian review untuk Conan volume 80. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Kalian penggemar Conan? Harus baca semua volumenya deh. Hoho.

--
Minggu, 10 April 2016
03.36 PM
Puji P. Rahayu
Black Butler Volume 22

"Jangan lupa, lho. Mulai Sekarang, anggaplah semua orang sebagai musuh yang ingin memanfaatkanmu. Termasuk aku. Dan kau juga harus memanfaatkan semua orang untuk masa depan yang kau harapkan."--Ciel Panthomive.

By Yana Toboso

4 of 5 Stars

Source: here
Penerjemah          : Mustika Maria
Editor                   : Fitri A.
Penerbit               : Elex Media Komputindo
Tebal Halaman    : 184 halaman
Tahun terbit         : Maret 2016
ISBN                   : 9786020282527

Aah...Kasihan tuan muda.

Sebastian dan Ciel yang berhasil meloloskan diri dari 'lembah serigala' dan berlindung di kediaman Diedrich, teman almarhum ayah Ciel. Di sana, Diedrich bercerita tentang perkataan dan tindakan Undertaker yang aneh. Terantuk pada masa lalu yang kecil, mata hijau kekuningan sang dewa kematian yang telah membuang segalanya itu pun menjadi kabur.

Inilah komik tentang butler yang paling mengancam sedunia dipersembahkan untuk anda...

Duniaku semuanya abu-abu

Salah satu komik yang aku ikuti perkembangannya adalah Black Butler. Mengapa? Aku nggak tahu juga. Sejak awal aku baca Black Butler, aku sudah terpincut dan aku bertekad untuk membaca keseluruhan dari komik ini. Yaa, meskipun luama banget munculnya. Heuheu.

Oke, dari segi penampilan, aku suka banget sama kaver-kaver Black Butler. Konsepnya bagus dan berasa beneran lihat Inggris zaman kuno. Hehe. Pokoknya aku suka desain kavernyaaa. Dari volume 1 sampai sekarang, tidak mengecewakan.

Di volume kali ini, lebih banyak membahas tentang upaya Sullivan dan butlernya, Wolfram, untuk bisa bersikap layak untuk bertemu dengan Ratu Victoria. Tentunya, pelajaran tata krama dan etika ini diajarkan oleh Sebastian. Di tengah-tengah usaha Sebastian. muncullah Lizzie yang akhirnya memaksa Ciel untuk ikut berlatih. Tapi, sebelum Ciel dan kawan-kawan kembali ke Inggris, sewaktu di Jerman, Ciel dan kawan-kawan bermalam di rumah Diedrich. Di situlah Diedrich menceritakan pertemuannya dengan Undertaker. Perkataan Undertaker memberikan pertanyaan tersendiri bagi Ciel dan Sebastian.

Earl Phantomive masih ada.

Ahh. Ternyata Undertaker memiliki peranan penting dalam novel ini. Aku merasa ada hal yang disembunyikan oleh Dewa Kematian ini. Aku jadi penasaran gimana sih kematiannya orang tua Ciel. Terlalu banyak rahasia deh. Hemm. Aku merasa kalau cerita ini tidak akan sesederhana perjanjian antara Ciel dan sang iblis, Sebastian. Aku yakin masih ada hal-hal lain yang belum diceritakan. 

Pokoknya, aku jadi  penasaran banget sama kelanjutan Black Butler. Yuklah yang mau baca. Kalian tidak akan menyesal. Hoo.

Ps. Aku selalu ngakak loh waktu baca komik ini. Adaaa aja sisi kocaknya. Hoho.

Nah, cukup sekian reviewku kali ini soal Black Butler volume 22.
Yang mau komik dengan tema nggak biasa, hayok lah baca komik ini.


Detektif Conan Volume 4
“Aku tak akan lupa dengan nama ini…sampai saatnya mengejar mereka. pasti!”—Conan Edogawa

By Aoyama Gosho
3 of 5 stars

Penerbit                      : Elexmedia Komputindo
Penerjemah                : M. Gunarsah
Tebal halaman            : 176 halaman
Tahun terbit               : 1997
ISBN                           : 9796634945

Meet them again.


 Kisah Misterius ksatria baju zirah yang berjalan sendiri menunggu Conan di Museum Beika. Siapa Ksatria baju zirah itu? Kenapa dia membunuh orang? Lalu dalam perjalanan dengan kereta menuju Kyoto, Conan tanpa sengaja bertemu dengan anggota jubbah hitam yang akan meledakkan kereta! Conan dan detektif cilik juga menemukan kode rahasia yang menuntun mereka pada harta karun!

REVIEW:
Membaca komik ini kembali setelah hampir tiga tahun berlalu. Aku baru sadar kalau Gin dan Vodka akan muncul kembali di volume awal Detektif Conan. Mungkin, seharusnya aku tidak melupakan fakta bahwa Aoyama pada awalnya akan menyelesaikan series ini di volume 20-an. Sehingga, kemunculan musuh di awal-awal volume ini menjadi masuk akal.

THE FIRST LINE
Museum Seni Beika.

The Appearance:
Melihat kaver dari volume ini, sebenarnya aku tidak terlalu kecewa. Dalam artian, cukup menarik dan representatif. Gambar Conan di bagian depan mencerminkan salah satu kasus yang diungkap di dalam komik ini. Kemudian, bagian keyhole-nya pun sangat pas. Inspektur Megure menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah Conan.

The Summary:
Kasus-kasus awal di Detektif Conan memanglah tidak sepanjang kasus yang ada sekarang. Dalam satu volume, ada tiga kasus yang dapat diselesaikan. Begitu pula dengan volume 3 ini. Ada tiga kasus yang berhasil dipecahkan oleh Conan.

Kasus pertama adalah tentang baju zirah yang tiba-tiba bisa berjalan sendiri. Di sebuah museum di Beika, dikabarkan adanya baju zirah yang dapat berjalan sendiri. Tentunya, hal ini telah membuat kehebohan untuk sejuta umat. Conan, Ran dan Kogoro bertandang ke museum tersebut. Pada saat mereka berkunjung itulah, terjadi pembunuhan sadis yang meniru konsep sebuah lukisan.

Kemudian, kasus kedua sebenarnya sedikit membuatku terkejut. Kemunculan Gin dan Vodka dalam chapter ini membuatku sedikit mengeriutkan dahi. (Apalagi nama mereka diterjemahkan menjadi Jin dan Wocker. Duhh. Aku ini paling rewel kalau menghadapi hal yang begitu. Terjemahan yang aneh. Heu). Setting-nya terjadi di sebuah kereta yang menuju Kyoto.

Terakhir, merupakan kasus yang melibatkan grup detektif cilik. Tanpa sengaja, Genta, Mitsuhiko, dan Ayumi mendapat kode rahasia yang mengarah pada harta karun. Tentunya, Conan pun terlibat untuk memecahkan kode rahasia itu. Betapa terkejutnya mereka saat tahu harta karun itu benar-benar ada. Bahkan, melibatkan geng perampok Italia.

The Opinion
Image source: here,  edited by me
Volume tiga ini menurutku sudah sedikit rumit kasusnya. Pada kasus baju zirah, sudah ada bentuk pembunuhan yang cukup sadis. Meskipun begitu, penyelesaiannya masih sedikit rancu. Masih belum terbangun rasa penasaranku saat membacanya. Meskipun begitu, aku masih saja tetap menyukai komik ini. Terlepas masih banyak cacat logika dan sebagainya. Haha.

THE LAST LINE
“Bukan, kook…!”

The Conclusion
Sumpah. Nggak suka banget sama nama terjemahannya Gin dan Vodka. Heuheu.


Detektif Conan Vol. 3
“Aku akan melakukan apa saja! Tapi jangan apa-apakan anakku.”

By Aoyama Gosho
3 of 5 stars

Penerbit                      : Elexmedia Komputindo
Penerjemah                : Tita Feronti
Tebal halaman           : 176 halaman
Tahun terbit               : 1997
ISBN                           : 9796635771


Almost. His identity almost known by the girl.


Karena kecerobohan, Conan, Ran dan ayahnya terpaksa menumpang di kapal yang disewa keluarga hatamoto untuk kembali ke Tokyo. Saat makan malam, Gozo, kepala keluarga Hatamoto ditemukan tewas di dalam kamarnya. Melihat keadaan korban diduga ia bunuh diri. Tetapi, mata jeli Conan melihat keanehan pada kejadian ini. Serbuk roti terdapat di atas darah korban...

REVIEW:
Sebagai pecinta cerita detektif, tentu saja aku tidak akan melewatkan begitu saja kisah Conan. Aku memang berniat untuk mengoleksi keseluruhan komik Conan. Semoga saja hal tersebut memang bisa terwujud.

THE FIRST LINE
Waah, pemandangan yang indah!

The Appearance:
Dari segi kaver, memang menggambarkan cerita di dalamnya. Terlihat jelas di kaver volume 3 ini menampilkan kapal laut. Kapal laut ini merupakan bagian penting dalam cerita. Kemudian, kalau melihat gambar Conan sendiri, agak unik. Volume awal bisa dibilang gambar Aoyama masih belum sehalus sekarang. Jadi, gambar Conannya terlihat lebih gemuk.

The Summary:
Pada volume kali ini, ada dua kasus utama yang berhasil diselesaikan oleh Conan. Yakni tentang keluarga Hatamoto dan kiriman aneh yang diterima oleh seorang dokter bedah.

Pada kasus pertama, secara tidak sengaja Ran, Conan, dan Mouri menjadi penumpang di kapal pesiar milik keluarga Hatamoto. Keluarga Hatamoto sendiri merupakan keluarga kaya raya yang memiliki banyak anggota keluarga. Terlihat jelas bahwa dalam keluarga tersebut terjadi perebutan warisan. Pada akhirnya, kepala keluarga Hatamoto ditemukan tewas terbunuh. Tuduhan pun mengarah pada Takeshi Hatamoto, menantu terbaru di Keluarga Hatamoto.

Lalu, pada kasus kedua, identitas Conan hampir saja terbongkar. Di kasus kedua ini, ada seorang dokter bedah yang menjadi klien Mouri. Ia mengatakan kalau dirinya setiap bulan dikirimi mainan dan sejumlah uang. Dengan berbagai macam rasa ingin tahunya, Conan hampir saja diketahui identitas aslinya.


The Opinion
Menurutku, volume awal dari Detektif Conan itu tidaklah serumit yang sekarang. Kasus-kasus yang diselesaikan cenderung masih sederhana. Bahkan, bisa dibilang masih dasar sekali. Akan tetapi, aku tetap suka membacanya. Bagaimana pun, volume awal Detektif Conan ini menunjukkan bahwa ada perkembangan luar biasa dalam karya Aoyama. Perkembangan yang terjadi tidak hanya segi ceirta, tapi juga dari segi gambar.

THE LAST LINE
“Eh, kok cara bicara Shinichi jadi seperti kakek-kakek sih?”

The Conclusion
Pecinta Conan? Ya kali nggak baca dari awal.


Detektif Conan Volume 87

“Kurasa… nggak ada salahnya nangis ketika memang ingin nangis, Ran…” –Shinichi Kudo.

By Aoyama Gosho
4.5 of 5 stars

Penerbit                      : Elex Media Komputindo
Tebal halaman            : 192 halaman
Tahun terbit               : 2016
ISBN                           : 9786020280653


Their first meeting is really cute

source: goodreads.com
 Di tengah bunga sakura yang bermekaran, Ran teringat pertemuan pertamanya dengan Shinichi di sekolah bermain waktu kecil dulu. 


Tapi ternyata, Shinichi memiliki sudut pandang lain terhadap peristiwa pertemuan itu. Inilah kisah pertemuan pertama Ran dan Shinichi, di mana juga menjadi kasus pertama yang dipecahkan oleh Shinichi!

REVIEW:
Yeay. Akhirnya punya juga volume terbaru dari Detektif Conan. Aku seneng banget koleksi Conanku mulai bertamabah sedikit demi sedikit. Jumlah total komik Conan yang aku punya ada 9 buah. Memang masih sangat sedikit sih, tapi aku yakin aku bisa mengumpulkan semuanya. Aamiin.

Di tempat berbahaya yang nggak memungkinkan untuk bergerak leluasa seperti ini…nggak mungkin kan aku masuk tanpa persiapan apa-apa?—Kansuke Yamato.

First impression
Oke. Sebenarnya komik ini yang beli bukan aku. Haha. Iya. Teman sekamarku yang beli dan akhirnya dikasihkan ke aku. Terus, dia bilang kalau di volume ini itu menceritakan tentang masa kecil Shinichi dan Ran. Tepatnya, pertama kalinya mereka bertemu.

Tapi, waktu itu aku sangat…membencinya.—Ran Mouri.

The Appearance:
Kavernya lumayan menarik karena menampilkan gambar Shinichi waktu kecil. Terlihat polos banget. Matanya biru-biru gimanaa gitu. Cute banget lah pokoknya. Latar yang digunakan untuk kavernya pun bagus. Pohon sakura yang sedang mekar. Wah. Fix lah. Bagus.

Untuk bagian keyhole, aku benar-benar nggak inget kalau ada tokoh yang bernama Sakurako. Sumpah dah. Dia muncul dimana sih?

“Dalam bisbol, hit & run berarti menang atau kalah. Dan sepertinya, kamu telah kalah.”—Conan Edogawa.

The Summary:
Oke, jadi secara garis besar dalam volume kai ini ada empat kasus. Kasus pertama yang melibatkan kepolisian Nagano, kasus kedua tentang perseteruan dua aktris, kisah masa lalu Shinichi dan Ran, dan yang terakhir tentang pasangan besar dari kalangan selebritis.

Hal yang nggak pernah kelewatan dari hampir setiap kasus yang dihadapi oleh Conan adalah adanya pembunuhan. Ingat kan kalau Conan sering dijuluki sebagai dewa kematian? Haha.

The Opinion
Cukup menarik. Kenapa? Karena mulai membahas kisah cinta Shinichi dan Ran. Membuatku semakin bersemangat akan kelanjutan hubungan romantisme di antara keduanya. Kasus yang cukup menarik menurutku adalah kisah masa kecil Shinichi dan Ran. Dalam artian, kemampuan analisis Shinichi memang sudah terasah sejak kecil.

source: www.detectiveconanworld.com
Last Impression
Kapan volume 88 terbit? :”

The Conclusion
Kalau kamu mengaku sebagai ConanAddict, you should follow every development of this manga!


Detektif Conan
Volume 02
“Dari dulu kamu begitu. Walaupun pandai, jika tidak bertindak hati-hati, belum bisa dikatakan sebagai detektif hebat!”—Profesor Agasha.
By Aoyama Gosho

4.5 for 5 stars

Penerbit                      : Elex Media Komputindo
Penerjemah                : M. Gunarsah
Tebal halaman           : 172 halaman
Tahun terbit               : 1997, Cetakan pertama
ISBN                           : 979-637-834-5


Now, He has to arrange what will he do to catch the culprit.

Karena tubuhnya mengecil, Sinichi yang sudah mengubah namanya menjadi Conan terpaksa sekolah di sekolah dasar. Meskipun demikian, naluri detektifnya membuat ia terlibat dalam kasus pembununah misterius. Dengan analisa-analisanya yang akurat ia membantu detektif Mouri menyelesaikan kasus tersebut…

REVIEW:
Awal volume 2 ini menampilkan Conan yang terpaksa menjadi murid kelas 1 SD lagi. Lucu juga sih lihatnya. Aku ngelihat Conan itu kayak lihat Holmes. Sama-sama sombong gitu. Untungnya sama-sama pinter. Hadeuh.

Oke, sedikit spoiler, di volume kali ini muncul salah satu tokoh penting untuk keberlangsungan Detektif Conan seterusnya. Siapa lagi kalau bukan Akemi Miyano. Wow. Aku baru sadar kalau Akemi munculnya di volume 2. Kupikir masih nanti-nanti. *ketahuan dulu bacanya ekspress, hehe.

Nah, alasan aku baca komik ini—lagi—adalah pengen aja. Soalnya aku sesuka itu sama Conan :” Jadi, aku pengen bener-bener paham soal Conan. Nggak asal nyeplos kalo ada yang tanya. Heu. Pokoknya ku kepo.

Komik ini aku beli soalnya tumben aja nih ada volume 2 di Gramedia. Biasanya mah nggak ada. Volume awal-awal Conan itu kebanyakan nggak urut dan loncat-loncat. Padahal aku obsesi buat ngumpulin semuanya. Yaa, nggak tahu sih bakal gimana. Pokoknya aku suka aja ngoleksi komik yang satu ini. Hehe.

Kalo dari segi gambar, ya karena volume awal, gambarnya masih kaku gituu. Masih belum kayak orang beneran. Terus, masih ada yang kurang deh waktu aku baca. Penyelesaian kasusnya kalo di volume awal itu singkat dan nggak terlalu panjang. Hehe. Jadinya kurang puas. *ups. Ini yang jadi penyebab aku cuma ngasih 4.5 bintang. Hehe

Selebihnya, aku nggak masalah sih. Conan emang unyu dan aku nggak bisa komentar banyak.


Perfect Girl Evolution Vol. 10

5 of 5 stars
Penulis   : Tomoko Hayakawa
Penerbit  : Level Comics
ISBN      : 9792088253

Kyouhei hilang!! Orang-orang pada khawatir!! Tapi, nggak dengan Sunako. Kini, Sunako bebas memulai “kegelapan”-nya lagi!! Tapi, lho…Sunako kok jadi gelisah sendiri..?!

Review:
Aku mau mengomentari sampulnya dulu. Jadi, di sampul depan ada gambarnya Sunako. Kelihatan cantik banget. Apalagi matanya berwarna ungu dan latar warnanya juga ungu-pink gimanaa gitu. Kelihatan ladynya. Buat sampul belakangnya nggak gitu suka sih aku. Sunako pakai kimono tapi berkesan ibu-ibu banget. Jadinya nggak kelihatan unyu.

Part 39 Pusat Badai Bertualang

“Bukannya ‘nggak mau sama kamu’ itu kalimat terlarang buat Kyouhei? Lawan yang bikin kamu bisa bilang apa yang mau dikatakan. Artinya, kalian punya rasa percaya sebesar itu. Kamu juga sudah lihat, ‘kan. Seburuk apa kejadian yang menimpa Kyouhei gara-gara bentuk wajah dan tubuhnya itu.  Menurutku, daripada kata-kata yang Sunako ucapkan secara sepihak itu bagian rasa percayanya yang lebih terluka.” Takenaga to Sunako.

Akhirnya, nemu jaga kata-kata keren selain yang diucapkan sama Kyouhei.
Jadi, Kyouhei sedang melakukan aksi nggak mau pulang ke kediaman Nakahara. Sunako jadi merasa bersalah karena pernah bilang ‘aku nggak mau sama makhluk menyilaukan.’ Karena rasa bersalah itulah, Sunako melakukan berbagai cara agar Kyouhei mau pulang.

Kyouhei sama Sunako emang saling percaya deh. 

Part 40 Dream Comes True

“Kuputuskan, aku nggak akan kalah lagi sama makhluk menyilaukan.” Sunako.

Ada festival olahraga di SMA Mori. Sunako dan Kyouhei berjuang mati-matian biar bisa menang. Ternyata mereka yang notabene tidak memiliki rasa cinta terhadap sekolah, memiliki alasan di balik ini.

Part 41 Young Lady of The Sleeping Forest

“Kita nggak boleh biarkan anak seperti itu kena gigi beracun orang ini.” Kyouhei
“Kasihan banget kalau laki-laki pertamanya begini.”Yuki
“Aku nggak mau dia berpikir semua laki-laki sama bejatnya kayak gini.” Takenaga
àAdvice for Ranmaru. Haha

Ranmaru dijodohkan sama nona besar. Akhirnya ia minta bantuan Takenaga, Yuki, dan Kyouhei untuk membatalkan perjodohan itu. Tentu saja mereka setuju karena…alasannya di atas ya. Haha. Cengo juga itu wajahnya Ranmaru. Secara gitu, Ranmaru yang doyan main cewek malah dijodohin sama nona besar yang polos dan beretika tinggi.

Akhirnya, Ranmaru meniru sikap semua orang. Nyatanya, Nona besar tetap menganggap sikap Ranmaru itu baik di matanya. Tentu aja, Perjodohan tetap berjalan dan Ranmaru jadi tunangan nona besar. 

Part 42 Winter Wonder Land

“Tidak boleh menyia-nyiakan makanan.” Sunako

Kyouhei pengen banget beli kotatsu. Waktu ikut belanja sama Sunako, Kyouhei lupa daratan dan beli bahan makanan yang mahal sewaktu Sunako pingsan. Akhirnya, uangnya nggak cukup dan nggak bisa beli kotatsu. Waktu mereka mau pulang, eh malah ada fans Kyouhei dan membuat belanjaan Sunako tercecer. Sunako marah besar dan meninggalkan Kyouhei sendirian.

Ahh, ternyata Sunako perhatian banget sama Kyouhei. Buktinya, dia akhirnya ngebuatin Kotatsu buat Kyouhei. Kyouhei juga ngerasa bersalah banget waktu belanjaannya Sunako kececer. 

Heran juga sih sama pasangan ini. Kadang kompak, kadang berantem, kadang saling perhatian kalau nggak gitu saling mau  bunuh. 

They are cute together.