Showing posts with label BBIHUT6. Show all posts
Showing posts with label BBIHUT6. Show all posts

Halo!
Apa kabar semua? Semoga baik-baik saja dan sehat selalu. Pertama, aku mau minta maaf karena baru bisa mengumumkan pemenang giveaway yang aku adakan hari ini. Sesungguhnya, hal ini disebabkan oleh semakin dekatnya UAS dan juga banyaknya tugas akhir yang harus kukerjakan. Jadi, maafkan baru bisa memberikan pengumuman sekarang.

BBI Giveaway Hop
Kedua, aku ucapkan terima kasih kepada 36 peserta yang sudah ikut meramaikan giveaway yang aku buat. Yeay! Terima kasih atas ucapannya dan juga rekomendasi wisata literaturnya. Hoho. Jawabannya banyak yang seru, ya! Semoga suatu saat, baik aku dan kalian, bisa melakukan wisata literatur dengan menyenangkan.

Ketiga, aku baru sadar harusnya aku hanya boleh memilih dua pemenang. Lol! Aku bener-bener lupa. Tapi, karena aku sudah menjanjikan tiga paket hadiah, maka aku akan tetap memilih tiga pemenang. *semoga nggak didemo masyarakat.

Baiklah. Jadi, setelah meneliti dan menganalisis berbagai jawaban yang sudah masuk, akhirnya aku memutuskan pemenang dari giveaway ini adalah...

Paket 1 Voucher Buku 100k
Ratih Dewi @erdeaka

Paket 2 Kolpri If I Stay Series
Isro'in Tri Masruroh @isro_in

Paket 3 Paket Kolpri Teenlit
Rico Martha @richoiko

Yeay! Selamat untuk para pemenang. Bagi yang belum beruntung, doakan saja aku mendapat banyak rezeki sehingga bisa mengadakan giveaway kembali. Oh, ya. Bagi para pemenang, aku akan menghubungi kalian lewat DM atau surel. Hoho. Mohon konfirmasi dalam 2x24 jam. Kalau lebih dari itu, aku akan memilih pemenang baru.

Sekian untuk kali ini. Terima kasih atas perhatian kawan-kawan :D

Sincerely,
Puji P. Rahayu
Aloha!
Kembali lagi dengaku di postingan lanjutan untuk event BBI. Tapi kalau untuk yang sekarang ini, aku mau bagi-bagi rezeki untuk kalian para pembaca. Hoho! Apa itu? Sabar ya, aku mau curhat dulu sebelum ngasih tahu hadiahnya apa.

#BBIHUT6
Jadi begini, pada dasarnya, selain untuk memeriahkan ulang tahun BBI yang ke-6 ini, aku mengadakan giveaway juga sebagai rasa syukurku kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, ulang tahunku dan Bebi tidak terpaut jauh. Hanya berbeda lima hari saja. Bebi di tanggal 13 sedangkan aku di tanggal 8. Hoho. *I love April! Maka dari itu, giveaway ini kuadakan sekalian aku syukuran. Syukuran karena aku masih mendapatkan tambahan umur dan juga untuk kesejahteraan BBI tersayang. Selain itu, Giveaway ini juga merupakan bentuk syukuran atas blogku yang sudah menemaniku hampir dua tahun belakangan ini :D Aku ucapkan terima kasih banyak atas kunjungan kalian ke blogku yang belum se-hits bloger lainnya. But I am really happy when someone read my blog! As simple as that.

Baiklah, untuk itu, hadiah yang akan kuberikan adalah...
Ada tiga paket, loh! Apa aja sih? Masing-masing paket untuk satu orang, ya. Dan demi kebahagiaan bersama, biaya ongkirnya saya yang tanggung :D

1. Voucher buku senilai Rp100.000,-
Yap. Jadi, yang menang voucher buku ini, boleh memilih judul buku yang ia suka di toko buku daring. Tapi, yang Indonesia aja, ya. Sayah masih belum bisa ngemodalin kalo belinya di TBO luar negerih. Heuheu.

2. Paket Kolpri If I stay Series.
Kalian tahu kan film If I Stay yang dibintangi oleh Chloe G. Moretz? Nah, aku mau menghibahkan koleksi seri ini kepada satu pemenang. Tapi, disclaimer, untuk buku keduanya aku punyanya cetakan yang lama. Hehe. Meskipun demikian, kuyakinkan kalian kalau keduanya masih sangat layak baca.

3. Paket Kolpri Teenlit (First Girl serta Golden Bird: Ultimate - Luna Torashyngu dan Starlight -  Dyah Ragil)
Nah, bagi kalian pecinta Luna Torsahyngu seperti aku, paket buku ini bisa menjadi pilihan. Hoho. Meskipun kolpri, kondisinya masih cantik dan ciamik, kok. Jangan khawatir! Staright-nya juga masih cantik kook.

Nah, berikut adalah persyaratannya:
1. Ikuti Prayrahayu's Book melalui GFC atau Bloglovin (boleh salah satu. Kalau mau dua-duanya juga boleh banget :P)
2. Ikuti akun twitter @Purahayu, @BBI_2011, dan @EventBBI
3. Bagikan postingan mengenai giveaway ini di media sosial yang kalian punya. Kalau di twitter, jangan lupa sertakan tagar #BBIHUT6 dan mention aku dan akun BBI di atas.
4. Di kolom komentar di bawah, silakan isi dengan format berikut: nama, domisili, akun twitter,  alamat email, link share, jawaban dari pertanyaan aku di no.5, serta harapan, kesan, atau pesan untuk BBI dan aku yang baru ultah. *Mon maap. Aku kan juga pengin diselametin. Haha.
Oh, ya. Tambahkan juga preferensi pemilihan paket yang kalian inginkan. MINIMAL dua pilihan. Contoh:
Nama: Puji P. Rahayu
.
Pilihan paket:
1. Paket 2
2. Paket 1

5. Apa destinasi wisata literatur yang akan kalian rekomendasikan untukku? Hehe. Boleh apapun ya. Mungkin toko buku keren, perpustakaan cantik, atau sekadar taman asyik buat nongkrong dan baca buku. Intinya sih, wisata perbukuan. Untuk jelasnya mengenai definisi dari wisata literatur, bisa baca postinganku sebelumnya di sini.
6. Memiliki alat pengiriman di Indonesia. Hoho. Soalnya aku nggak punya modal buat ngirim ke luar negeri. Hehe.

Gampang, kan? Nggak ribet koook. Bisa dilakukan sambil memejamkan mata. Giveaway ini akan diselanggarakan mulai dari 15 April - 30 April 2017. Yaap. lama bukan? Jadi, kalian bisa membuat rekomendasi yang ciamik buat saya. *ngarep banget.

Dengan demikian, selamat memilih dan bersenang-senang :D

Sincerely,
Puji P. Rahayu

Ps. Untuk postingan mengenai Giveaway Hop yang diselenggarakan oleh anggota BBI lainnya, bisa dibaca di sini.

Well, hari ini adalah hari terakhir dari rangkaian BBI HUT 6 Marathon! Yeay! *kalau nggak salah, tapi. Hehe xD

#BBIHUT6


Nah, untuk postingan terakhir ini, aku tertarik dengan tema Wishlist Destinasi Wisata Literatur (Literatourism). Sebelum aku membuat postingan ini, aku mencari dulu arti sebenarnya dari Literatourism. Berikut merupakan definisi dari literatourism yang berhasil aku temukan.

Literary tourism is a type of cultural tourism that deals with places and events from fictional texts as well as the lives of their authors. This could include following the route taken by a fictional character, visiting particular place associated with a novel or a novelist, such as their home., or visiting a poet's grave. Some scholars regard literary tourism as a contemporary type of secular pilgrimage. There are also long-distance walking routes associated with writers, such as the Thomas Hardy Way. -- Wikipedia.org

Hemm, menarik, kan? But, in someway, intinya adalah, wisata yang ada unsur perbukuannya. Untuk postingan kali ini, aku akan menggunakan definisi dari Wikipedia. *ceritanya udah lelah mikir. Hehe. 

Bailah, ini adalah beberapa wishlist untuk wisata literaturku. Yuk, disimak!

Aku tidak akan memungkiri kalau aku pengin banget ke sini. Sebagai pecinta Sherlock Holmes, otomatis tempat ini menjadi salah satu tujuan utamaku kalau aku melakukan wisata literatur. Konstruksi bangunan dan suasana yang terlihat nyata, membuatku penasaran banget sama museum ini.

Sumber gambar: visit London
2. Warner Bros. Studio Tour London - The Making of Harry Potter
London lagi? Kenapa enggak! Yap, untuk destinasi kedua adalah studio Warner Bros di London. Which is, surganya buat para pecinta Harry Potter! Ulala. Waktu aku ngelihat instagramnya Pottermore, pasti tempat ini muncul dan bikin aku pengin mengunjungi studio ini :" 

Sumber gamabar: Passrider
3. Gosho Aoyama Manga Factory
Setelah berandai-andai di London, sekarang giliran ke negara kepulauan di sebelah timur Asia. Apalagi kalau bukan Jepang. Baiklah, lagi-lagi aku harus mengaku kalau aku suka banget sama Detektif Conan. Jadi, museum yang didedikasikan khusus untuk Aoyama ini juga jadi salah sau wishlist-ku dalam berwisata buku. Di dalam museum, terdapat berbagai macam hal terkait karya dari Aoyama sendiri. Yang pasti, koleksi mengenai Detektif Conan akan mendominasi museum ini :D

Penampakan depan dari Gosho Aoyama Factory. Sumber gambar: Detective Conan World.
4. Museum Kata Andrea Hirata
Jadi, kebetulan kemarin temen aku lagi ada Kuliah Lapang ke Belitung. Terus, dia sempet main ke Museum Kata-nya Andre Hirata. Waktu aku lihat foto-fotonya di instagram, cantik banget :" Jadi pengin ke sana. Huhu. Museum ini diklaim sebagai museum literatur pertama yang ada di Indonesia. Wow!

Museum Kata Andrea Hirata. Sumber gambar: museumkataandreahirata.com
Nah, sudah. Empat destinasi saja yang kucantumkan. *karena malas cari gambar dan udah lieur. Sebenernya sih, banyak banget tempat yang aku kunjungi dalam rangka wisata literatur. Tapi, ini saja dulu. Hoho.

Kalau kalian bagaimana? Tempat apa yang akan kalian jadikan destinasi untuk wisata literatur? Let me know, ya.

Sincerely,

Puji P. Rahayu.
Halo-halo!
Hari kelima dari rangkaian BBI HUT 6 Marathon! Yeay! Nah, untuk postingan kali ini, aku kebetulan berhasil mewawancarai salah seorang penulis yang menarik perhatianku di tahun ini. Yep, waktu itu aku membaca salah satu novel dari penulis ini dan merasa kalau cerita yang dituliskannya itu 'aku banget'. Dalam artian, aku suka banget sama cerita yang dibuat sama penulis ini. 

#BBIHUT6
Siapakah sosok penulis yang aku bicarakan di atas? Penasaran, kaaan? Heuheu. Yap, dia adalah penulis dari Novel Lara Miya dan juga Athena: Eureka! Wow!

ERLIN NATAWIRIA
*Kasih tepuk tangan. Prok prok prok.*

Nah, hasil dari bincang-bincang yang kulakukan bersama Kak Erlin akan aku narasikan sedemikian rupa sehingga mudah dibaca. *halah. Berikut hasil wawancaranya.

Bagi para pembaca yang mengikuti keseruan dari Blue Valley Series, tentu tak asing dengan novel Lara Miya. Novel bersampul hijau dengan gambar permen itu adalah salah satu karya terbaru dari Kak Erlin Natawiria. Penulis asal Bandung ini mengaku suka banget sama ramen dan juga hidangan-hidangan berbahan dasar telur. Sejak SMP, Kak Erlin sudah menyukai warna biru dan juga kopi. Terkadang, ia juga masih suka untuk menonton konser. Kemudian, untuk sekarang ini Kak Erlin sedang mendalami dunia brush lettering. Selain menjadi seorang penulis, Kak Erlin juga bekerja sebagai freelance content writer.

Pada dasarnya, Kak Erlin sudah mulai menulis sejak SD. Saat itu sih katanya menulis hanya sekadar hobi, dan nggak pernah terpikirkan akan ditempuh secara serius. *apa sih, Puj? Udah kaya mau nikah aja. Haha. Sewaktu menginjak SMA, baru Kak Erlin mulai serius dalam dunia tulis-menulis. Ia mulai berlatih melalui menulis di buku harian dua tahun berturut-turut. Demi mendalami lebih lanjut akan dunia tulis-menulis, Kak Erlin pun memilih untuk masuk jurusan Sastra Inggris. Selain itu, Kak Erlin juga mengharapkan bisa mendapatkan buku-buku yang bagus untuk dijadikan referensi.

Saat membaca Lara Miya, pasti terasa bahwa ada unsur lain yang bermain dalam novel tersebut selain roman. Kak Erlin mengakui bahwa ia tertarik untuk menulis genre selain roman, yakni fantasi dan thriller. Hal ini dipengaruhi oleh bacaan Kak Erlin tahun lalu yang kebanyakan thriller dan drama. Oh ya, unsur lain di Lara Miya pun juga dipengaruhi oleh bacaan Kak Erlin yang banyakan thriller, loh! Akan tetapi, untuk saat ini Kak Erlin lebih berfokus ke genre roman dan juga young adult.

Sebagai seorang penulis, tentunya Kak Erlin juga memiliki inspirator yang pada akhirnya memacu dirinya untuk terus menulis. Banyak sekali penulis yang menjadi inspirator bagi Kak Erlin. Tapi, kalau disuruh memilih lima inspirator top, maka Kak Erlin memilih Truman Capote, Jane Austen, Sitta Karina, Rick Riordan, dan yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan: Han Kang. Menurut Kak Erlin, mereka memiliki ciri khas kuat dan gaya menulis yang cerdas sekali.

Selain menceritakan hal-hal di atas, Kak Erlin juga sedikit bercerita mengenai Lara Miya. Lara Miya sendiri merupakan salah satu buku dari Blue Valley Series. Pada dasarnya, Lara Miya juga mengangkat tema kehilangan, sama seperti keempat buku lainnya. Yang menjadi pembeda adalah, Lara Miya dituturkan dari dua perempuan lintas generasi, yakni Miya dan Amaya, dengan kepribadian yang bertolak belakang. Sebagai anak hits kekinian, Miya enggak suka dengan tantenya yang kolot, begitu pula Amaya yang enggak tahan sama gaya hidup keponakannya yang terlalu modern. Namun, keduanya harus menghadapi kepergian dari orang paling mereka sayangi. Dalam situasi yang tampak sangat sulit, Miya dan Amaya mau tak mau harus bangkit untuk menata kembali kehidupan mereka, bersama-sama.

Ngobrol Cantik bersama Erlin Natawiria
Baca juga Resensi: Lara Miya - Erlin Natawiria

Bagi Kak Erlin, menulis Lara Miya memiliki tantangan tersendiri karena hanya ada tenggat waktu satu bulan untuk mengerjakannya. Hemm, pasti berat sih ini. Kak Erlin mencoba menyiasati hal tersebut dengan memasang target menulis seribu kata untuk satu bab--yaa, meskipun ada yang kurang, ada yang lebih. Pada saat pengerjaan, sempat terhambat juga ternyata karena Kak Erlin sakit. Sehingga, ia harus mengejar tenggat waktu untuk pekerjaan juga. Lalu, tantangan yang dirasakan Kak Erlin bertambah karena ini pertama kalinya ia menulis cerita drama yang tokoh-tokoh utamanya bukan pasangan lawan jenis. Jadi, Kak Erlin harus mendalami karakter tokohnya lebih lanjut, terutama Amaya yang usianya nyaris setengah abad.

Nah, beralih ke pertanyaan-pertanyaan trivia. Dalam wawancara, aku menanyakan kalau semisal Kak Erlin bisa melakukan hal yang tak terbatas, apa yang akan Kak Erlin lakukan? Ternyata jawabannya cukup membuatku terketuk *ehm. Emangnya pintu? Jadi, ini aku pasang-tempel saja ya kata-katanya. Hehe.

Kalau bersyukur termasuk hal yang tak terbatas, aku pengin melakukannya. Entah karena faktor umur atau lingkungan, sepertinya aku semakin lama semakin sulit untuk mensyukuri peristiwa-peristiwa yang terjadi kepadaku, hahaha. Ini juga jadi catatan buatku, selalu bersykur.

Hemm, aku setuju sekali dengan Kak Erlin. Sepertinya kita memang harus ingat untuk selalu bersyukur pada Tuhan atas apa yang Ia berikat untuk kita.

Pertanyaan trivia yang kedua adalah, mengenai karakter dan buku apa yang akan Kak Erlin pillih kalau ia diberi kesempatan untuk masuk ke dalam suatu buku. Karena Kak Erlin masih terkesan dengan Semua Ikan di Langit karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Kak Erlin ingin menjadi  salah satu ikan julung-julung yang menemani Beliau dan Saya di Bus Damri keliling luar angkasa. Ikan, seperti Human Acts karya Han Kang, membuat kak Erlin memikirkan banyak hal--khususnya makna kehidupan--setelah membacanya.

Di akhir wawancara, Kak Erlin menyampaikan ucapan untuk BBI yang baru saja ultah. Berikut merupakan ucapan dari Kak Erlin:

Untuk BBI.

Selamat ulang tahun! Terima kasih sudah menjadi salah satu jembatan untuk para penulis dengan pembacanya. Aku juga menikmati resensi-resensi dari anggota BBI dan kadang menjadikannya referensi sebelum beli buku. Semoga ke depannya BBI bisa memberikan program-program yang lebih bermanfaat dan berkualitas.

Sukses selalu!

***

Demikianlah hasil ngobrol-ngobrolku sama Kak Erlin. Hem, ternyata Kak Erlin ini punya ketertarikan nih di genre selain roman untuk dituliskan. Kita tunggu saja kehadiran karya-karya Kak Erlin lainnya. Yeay!

Terima kasih banyak untuk Kak Erlin yang mengizinkanku mengeksplorasi Kak Erlin lebih jauh. Hoho. Semoga Kak Erlin semakin sukses dalam menuliskan suatu karya. Ditunggu ya kak, kehadiran karya barunya!

Baiklah. Selesai sudah postingan marathon untuk hari ini. Hari selanjutnya tentang apa, ya? Silakan ditunggu dengan riang gembira!

Sincerely,

Puji P. Rahayu
Wah, tanggal 13 April merupakan hari yang spesial bagi para anggota BBI. Hari apakah tahu? Yap, apalagi kalau bukan hari kelahiran dari komunitas tercinta ini :D Betapa senangnya melihat Bebi yang sudah mulai beranjak umurnya. Tentunya, betapa bahagianya saya bisa ikut memeriahkan event ulang tahun BBI tahun ini.

Kala itu, saya tak sengaja berkunjung ke sebuah blog. Blog tersebut berisikan berbagai hal tentang buku. Entahlah. Mungkin itu sudah lebih dari tiga tahun yang lalu. Kemudian, suatu ketika, dalam blog tersebut ada sebuah postingan mengenai BBI. Awalnya, saya sama sekali tidak tahu apa itu BBI. Bahkan, pernah mendengarnya saja pun tidak. Disebabkan oleh rasa penasaran, akhirnya saya mencoba mencari tahu apa itu BBI.

#BBIHUT6
Berdasarakn hasil kekepoan tersebut lah, pada akhirnya saya mencoba untuk membuat sebuah blog khusus buku--blog ini--dan terus mengikuti perkembangan BBI. Pada akhirnya, saya berhasil menjadi bagian dari BBI sejak tahun lalu. Yaa, setelah saya berusaha untuk memenuhi keseluruhan persyaratan yang dicanangkan.

Di tahun awal saya bergabung di BBI ini, saya begitu bersykur karena dulu melecutkan niat untuk membuat blog buku. Bagaimanapun, harus saya akui, ada kebanggaan tersendiri saat menjadi anggota BBI. Mungkin ada semacam unsur prestige yang bermain di sini. Yang pasti, saya senang sekali dapat menyematkan gelar anggota BBI di profil media sosial ya--oke, ini terdengar berlebihan. Akan tetapi, itu merupakan suatu hal yang benar. Saya tidak berbohong akan hal ini. Pada dasaranya, saya bangga karena bisa bertemu orang-orang yang sama-sama gila dalam membaca. Kemudian, saya juga bisa dekat dengan anggota lama tanpa ada rasa malu atau sungkan. *ohh, mungkin kalau ini karena sayanya aja yang SKSD xD. Hehe. Akan tetapi, saya bersyukur semua anggota saling terbuka satu sama lain. Seperti yang pernah saya katakan, BBI itu keluarga dunia maya yang asyik. Saya memang masih anggota baru, tapi saya sudah merasa ada yang klik dengan BBI. Saya bisa mendapat rekomendasi buku yang ciamik, hingga tips bermain game yang baik dan benar. Sungguh luar biasa, bukan?

Selamat Ulang Tahun!
Dengan demikian, saya ucapkan selamat ulang tahun kepada BBI. Selamat ulang tahun dan semoga BBI menjadi komunitas yang tak lekang oleh waktu. Semoga BBI di usianya yang keenam ini menjadi lebih matang. Semoga nantinya banyak yang tertular virus-virus yang disebarkan BBI-ers ke semua orang di Indonesia. Oh ya, meskipun nanti anggota BBI semakin bertambah, semoga kekompakan dan kekeluargaannya tetap terjaga. Saya rela deh bela-belain membesarkan kebun Maifam saya. *ehhh? apa hubungannya?

Pokoknya, saya berharap BBI akan menjadi lebih baik dan semakin eksis dimana-mana.

Sayang BBI selalu.

Sincerely, 

Puji P. Rahayu.
Ulala!
Postingan ketiga untuk rangkaian event ulang tahun BBI. Kali ini, temanya apa, sih? Hem. Sebenarnya, temanya nggak berat kok. Bahkan mudah untuk dipahami. Tema hari ini adalah mengenai genre apa  sih yang belum pernah kubaca tapi pengin kubaca. Kira-kira, apa ya?

#BBIHUT6
Nah, berhubung aku ini ngakunya sebagai penjelajah genre, nyatanya masih ada loh genre yang belum kueskplor lebih jauh. Tapi, sesungguhnya aku penasaran banget sama genre ini. Apalagi kalau bukan genre klasik. Genre klasik yang kumaksud di sini, bukan sekadar klasik barat macam Huckleberry Finn atau Tom Sawyer, tapi juga sastra Indonesia lama terbitan macam Balai Pustaka.

Sastra Klasik Barat
Kenapa sih kok aku pengin tahu mengenai buku-buku bergenre ini? Karena aku merasa pengetahuan dan perbendaharaan bacaanku masih sangatlah kurang. Dalam artian, aku cuma tahu novel-novel receh yang... ya sudah. Padahal, banyak banget harta karun yang tersimpan dalam karya klasik ini. Aku pengin banget bisa memperluas khazanah ilmu pengetahuanku mengenai genre ini. *ce ilah.

Untuk itu, mungkin aku bisa mulai mencicil keseluruhan novel yang ada di halaman My Wishlist. Di situ, kebanyakan aku mencantumkan novel-novel hits sejak zaman dahulu kala hingga sekarang. Sehingga, setidaknya novel-novel tersebut dapat menjadi panduan untukku.

Selain itu, mungkin aku juga harus belajar untuk menyukai buku-buku non fiksi. Dengan semakin seringnya aku menemukan pembahasan menarik akan lingkungan, HAM, nasionalisme, dan lainnya, membuatku sedikit menyesal kalau tidak membaca buku non fiksi yang termasuk sebagai bahan bacaan wajib perkuliahanku. Memang sih aku membacanya, tapi bukan sebagai ringan. Jatuhnya berasa kayak beban. Jadi, aku akan berusaha untuk membacanya pelan-pelan dan dijadikan bahan bacaan ringan. Apakah mungkin? Semoga saja, ya! Tolong doakan saya. :)


Satu lagi, aku belum pernah membaca genre dystopia seperti Divergent, Maze Runner, maupun Hunger Games. Yaa, mungkin lain kali ku bisa merambah genre ini juga. *Soalnya udah nonton filmnya. Jadi mager mau baca novelnya. Hoho.

Novel bergenre Dystopia
Demikian cuap-cuapku hari ini. Memang sih, genre yang belum kubaca mungkin telah menjadi favorit dari pembaca lain. Tapi, apa salahnya mencoba untuk melebarkan sayap di genre ini. Hehe. Kalau kamu bagaimana? Genre apa yang belum kamu jelajahi?

Sincerely,
Puji P. Rahayu.

Aloha!

Kembali lagi di #BBIHUT6 Marathon! Jadi, tiga hari lagi Bebi bakal ulang tahun. Wooow! Selamat, Bebi! Sudah enam tahun Bebi lahir dan makin menggurita di kalangan blogger Indonesia. Nah, di kesempatan dari postingan maraton kedua ini, aku akan setidaknya cuap-cuap mengenai genre dan juga penulis "new to me" setahun kemarin--khususnya, dari April 2016-April 2017. Sebenernya sih, kebanyakan masih genre roman. Tapi, aku mulai merambah banyak genre di tahun 2016. Bagaimanapun, tahun 2016 itu jadi titik saat aku bangkit dan rajin-rajinnya blogging. Bukan, deng! Merintis dunia per-blogging-an ini. Hoho. Yuk, simak bagaimana perjalan membacaku dalam setahun kemarin.

#BBIHUT6
Pertama, tak lengkap rasanya kalau aku belum menghitung seberapa banyak buku yang aku baca mulai dari April 2016-April 2017. Setelah ku menyelam di goodreads, akhirnya kutemukan bahwa jumlah buku yang aku baca setahun ini adalah.... 69 buku! Sebagai seseorang yang mood membaca dan meresensinya baru kembali, aku rasa itu pencapaian yang cukup luar biasa. *claiming. Tapi, kalau dibandingkan dengan pembaca  lain mah, saya lewat.

Kedua, siapa saja sih penulis baru buat aku setahun kemarin? Pada dasarnya, banyak sekali penulis baru buatku setahun kemarin. Kenapa? Karena di tahun sebelumnya aku lebih banyak baca teenlit. Sedangkan, setahun kemarin, bacaanku sudah berkembang dengan cukup luar biasa. Nah, berikut aku sebutkan satu-satu siapa saja penulis baru buatku. Ehh, aku sebutin sepuluh penulis yang paling berkesan aja, deh. Kayaknya PR banget kalau kusebutin semua :( *karena setelah aku hitung-hitung ada sekitar 37 penulis baru untukku tahun lalu. Hahaha.


Sumber gambar: goodreads
Penulis novel Pulang ini menjadi salah satu penulis yang kukenang. Mengapa? Alasannya karena cerita yang ia hasilkan membuatku penasaran lebih jauh dengan roman historis Indonesia. Apalagi, salah satu tutor bahasa Inggrisku menyatakan kalau aku harus membaca Tetralogi Pulau Buru setelah membaca Pulang. Lintang dan Dimas Suryo telah membuatku penasaran lebih lanjut akan karya Leila lainnya.


Sumber gambar: Goodreads
Konsep sekolah 'sihir' menjadi premis utama yang diajukan oleh Chainani. Meskipun, bentuknya berbeda. Yep, Soman Chainani merupakan salah seorang penulis middle-grade. Karyanya yang paling terkenal adalah The School for Good and Evil Series. Aku sudah membaca dua bukunya, sedangkan buku ketiga aku belum sempat. Pada dasarnya, dalam seri tersebut, banyak sekali hal yang terselip. Mulai dari feminisme, kebaikan, bahkan SOGI. Cukup mencengangkan ya hal-hal seperti ini terluki dalam buku middle-grade. Setidaknya, aku cukup menikmati karya Chainani yang ringan.


Sumber gambar: Goodreads
Nadia Khan merupakan penulis asal Malaysia yang salah satu bukunya berjudul Gantung. Sejujurnya, ini pertama kalinya aku membaca novel horor versi luar Indonesia. Baiklah, pengalaman membacaku versi horor/thriller dan kawan-kawannya hanya sampai pada Lexie Xu. Sehingga, membaca Gantung menjadi pengalaman pertama buatku. Aku salut dengan Nadia yang berhasil membuatku merinding saat membaca novelnya.



Sumber gambar: Goodreads
Penulis asal Norwegia ini menjadi salah satu penulis yang paling berkesan buatku karena tulisannya yang tidak biasa. Bagaimana tidak? Gaarder mencoba untuk memasukkan unsur filsafat dalam tulisannya. Bagi pemula, novel-novel karangan Gaarder dapat menjadi pilihan dalam memahami apa itu filsafat. Meskipun demikian, aku sampai sekarang belum sanggup membaca Dunia Sophie. Yaa, semoga bisa secepatnya aku berhasil membacanya.



Sumber gambar: Goodreads
Agak menyesal juga karena baru membaca karya Meyer di tahun 2017 ini. Bukannya apa-apa, nyatanya aku memang terlalu malas untuk membaca novel-novel tebal. Haha. Tapi, aku benar-benar tidak kecewa dengan karya Meyer. Menurutku, Meyer berhasil menjerat hatiku. Bahkan, rasanya aku tidak dapat berhenti saat membaca The Lunar Chronicles. Semoga saja karya Meyer lainnya akan se-fantastis The Lunar Chronicles.



Sumber gambar: Goodreads
Well, sejujurnya aku nggak pernah keberatan dengan yang namanya novel dengan tebaran barang branded. Kali aja aku bakalan paham suatu saat dan nggak bego-bego amat. Nah, novel dari Kevin Kwan membuatku lebih melongo lagi karena karakter-karakter yang tergambar so-fucking-rich. Drama komedi yang disajikan oleh Kwan membuatku sangat menikmati Crazy Rich Asians. Aku berharap bisa membaca lanjutannya secepatnya.



Sumber gambar: Amazon
Another Middle-grade author! Yap, Littlewood merupakan penulis novel middle-grade yang mengangkat tema tidak biasa. Aku bisa merasakan bagaimana serunya bermain bahan masak sihir. Littlewood berhasil menyihirku merasa menjadi anak-anak kembali. Ceritanya yang mudah dicerna dan sederhana membuatku ketagihan akan Bliss Trilogy.



Sumber gambar: Goodreads
Selain Leila S. Chudori, kupikir Okky Madasari akan menjadi penulis favoritku yang lainnya. Aku terkagum akan cara Okky menulis Entrok. Bagaimana berbagai macam isu dibenturkan. Dengan demikian, banyak pelajaran yang kudapat dari karya Okky. Aku bahkan tidak menyesal membaca perdebatan mengenai cinta, perempuan, politik, budaya, hingga, agama.



Sumber: Goodreads
"Kaki empat baik, kaki dua lebih baik." 

Sungguh alegori politik yang cerdas. Aku benar-benar suka cara Orwell menggambarkan peternakan binatang. Bagaimana relasi kuasa tercipta antara para babi. Bagaimana Napoleon memanfaatkan kekuasaan demi kesejahteraan dirinya. Ahh, benar-benar cerdas dan aku tidak menyesal baru membacanya sekarang.


Sumber gambar: Goodreads
"Selamat pagi, Emak! Selamat pagi, Abah!"

Berawal dari kerinduanku pada Keluarga Cemara dan tak sengaja kumenemukan novelnya di iJakarta, aku akan menyatakan kalau aku jatuh cinta dengan tulisan Arswendo. Begitu lugas dan juga sarat makna. Seharusnya, seluruh anak Indonesia membaca kisah ini agar mereka menyadari betapa beruntungnya mereka.


Sumber gambar: Canva, disunting oleh saya.
Kalau untuk genre sendiri, sebenarnya aku tidak jauh-jauh merambahnya. Aku masih baca roman dan fantasi. Mungkin, yang jadi tambahan adalah, aku mulai suka baca buku-buku middle grade seperti Bliss Trilogy. Jadi tertawa sendiri saat membacanya. Lalu, aku juga mulai jatuh cinta pada fiksi sejarah Indonesia karena Pulang dan Entrok. Yaa, semoga saja ada yang mau membelikan saya tetralogi Pulau Buru. Hoho. Selainnya sih, kebanyakan banyak genre yang agak klasik. Pada intinya, aku sudah mulai membaca selain genre yang biasa aku baca. Hohoho.

Mungkin, demikian cuap-cuapku di marathon hari kedua. Pada dasarnya, aku ini adalah orang yang terbuka dengan semua genre. Oh, ada sih yang aku anti banget, yaitu novel-novel berbau islami. Aneh, ya? Yaaa, sudah selera. Mau diapakan lagi. Bagaimanpun, setiap orang pasti punya preferensi genre masing-masing. Hohoho.

Demikian, tunggu cuap-cuapku berikutnya di hari esok!

Sincerely,
Puji P. Rahayu
Aloha!

Jadi, dalam rangka menyemarakkan event #BBIHUT6, salah satu tema yang diangkat adalah berkenalan dengan anggota baru. Wow! Tapi, berhubung aku juga angkatan baru, aku pun membuat sebuah feature yang bertajuk Bincang-bincang BBI Lintas Generasi. Maksudnya apa sih, jadi aku akan membuat artikel mengenai anggota BBI dari masa ke masa. Mulai dari anggota baru, yakni angkatan 2017, hingga anggota tua, yakni angkatan 2013. Hihi. Supaya apa, sih? Yaa, supaya hits aja. Enggak lah. Supaya, aku bisa lebih mengenal anggota BBI secara mendalam. Meskipun aku sudah sering melakukan komunikasi secara daring, rasanya kurang pas kalau aku tidak berkenalan lebih lanjut dengan mereka. 

#BBIHUT6
Nah, berikut merupakan korban aku yang pertama yang aku wawancara. Orang yang akan kubedah kali ini berasal dari angkatan muda. Umurnya juga masih muda. Haha. Dia baru masuk di BBI tahun 2017. Siapa sih? Iyaps, dia adalah....

LALA DARI READING VIBES


Setelah beberapa hari yang lalu aku melakukan korespondensi bersama Lala, inilah hasil wawancara singkatku dengan dara kelahiran Jakarta ini.*tapi katanya punya darah Padang, sih. Yuk, disimak!

Disclaimer: Nanti kalau ada tulisan miring di dalam kurung dan tebal, berarti itu komentar dari sayah. Yaa, saya sukanya gitu. Ngomentarin orang. Hihi.

Aloha, Lala!

Makasih ya udah mau jadi korban aku. hahaha. Nah, di kesempatan yang cukup membahagiakan kali ini, aku mau sedikit ngobrol-ngobrol nih bareng kamu. Ini ada beberapa pertanyaan, nggak banyak koook. Hehehe. Silakan dijawab ya! :D

1. Perkenalan dulu dong, La! Siapakah Lala sebenarnya? Denger-denger, Lala nih termasuk KPopers, ya? Widih. Boleh banget tuh dijelaskan.

Hahahaha. Halooooo. Namaku Lala. Kalo selama ini sih dipanggilnya Ola, cuma aku kurang sreg sama nama itu nggak tahu kenapa, jadinya ketika ada kesempatan kenalan sama orang baru aku gunain nama panggilan baru yaitu Lala

(Jadi, ceritanya rebranding diri nih, La? Hihi)

Aku adalah cewek biasa yang masih berusaha mengejar mimpi. Doakan aku yaa! *ala-ala JKT48* XD Aku tuh anak pertama dari tiga bersaudara yang laki-laki semua, kebayang nggak tuh? Masih pada SMA semua makanya aku harus jadi contoh yang bagus. Alhamdulillah nya, sekarang aku jadi mahasiswa Ilmu Politik di UI. Meski agak kegusur dari pilihan pertama, yaitu Hubungan Internasional, which is jurusan Kak Puji (huft, iri daku!), tapi jurusan aku juga punya ujung yang sama InsyaAllah. (Kemenlu, aamiin.)

(Beban kamu cukup berat ya jadi anak pertama. Semangat! Err.. jurusanku... tak usah dibahas lah *melipir pergi.)

Aku K-Popers sih, tapi nggak yang maniak banget. Dulu kenal K-Pop karena dicekokik temen tentang Super Junior. Dibilang ganteng-ganteng lah, padahal dimataku muka mereka sama semua. Tapi temen aku yang duduknya di belakang aku itu, tiap hari sengaja muterin lagu Suju depan aku, alhasil aku kepo dong. Dan gara-gara dia sampe sekarang aku jadi suka K-Pop. Menurutku K-pop itu musiknya eargasm, terus catchy gitu, sekali denger bisa langsung hapal dan bikin joget. Aku juga multifandom, sih, dulu ELF, terus PinkPanda, dan yang paling-paling sih EXO-L. Soalnya aku paling niat karena sampe nonton konsernya dan beli-beli lightsticknya yang nguras dompet itu. Kalo dulu Suju cuma sempet beli album, sik~ Btw, aku cinta Chanyeol dan Sehun. <3

(Aku setuju yang mukanya sama semua. Aku sampek sekarang nggak bisa membedakan wajah para artis Korea. Heuheu. Apalagi macam SNSD atau Suju gitu. :( Tanpa harapan lah aku bisa bedain mereka).

2. Nah, waktu aku berkunjung ke blog Lala, nama blognya cukup unik nih. Reading Vibes. Ada artinya nggak sih, La? Mau tahu doong.


Blognya Lala. Bisa diakses di sini.
Sumpah, hahaha. Sebenernya waktu cari-cari nama bukan itu yang aku mau, tapi apa gitu aku lupa, cuma tetap ada kata 'vibes'-nya. Eh, ternyata udah ada yang pake. Sedih. Akhirnya setelah mikir keras, ketemulah nama 'Reading Vibes'. Sebenernya aku juga nggak yakin itu padanan kalimatnya benar XD. Kan vibes itu artinya semacam atmosfer, aura, atau energi gitu, kan. Jadi aku berharap, setiap yang berkunjung ke blogku, akan mendapatkan atmosfer dan energi untuk kepengin membaca, apalagi kan aku book-blog yang isinya review buku semua, jadi menurutku itu cocok banget. :)


(Menurutku sih, namanya unik, La. Kayaknya, nyambung-nyambung aja kok itu namanya. Hehe. Boleh-boleh. Namanya unik. Ku suka.)

3. Terus, kayaknya Lala ini pengin banget nih melebarkan karir di dunia perbukuan. Boleh diceritakan La gimana harapan kamu ke depan. Hihihi.

Waduh, kalau itu, siapa sih anak book-blogging yang nggak mau? Apalagi setelah kenal penulis, penerbit, editor, teman-teman yang akan atau bahkan sudah berhasil menerbitkan buku, teman-teman yang jago banget menulis. Meski dari jaman SD sampai sekarang aku sudah hobi nulis dan pengin jadi penulis beneran yang bisa nerbitin buku, tapi keinginan itu makin besar setelah aku masuk ke dunia book-blogging ini dan mengenal orang-orang hebat. Sekalian memperbanyak koneksi dan relasi juga hihi.

(Setuju banget, La. Aku juga kadang termotivasi *slash* terinspirasi *slash* mupeng gitu jadinya. Hoho.)

Aku sih pengin banget, banget, banget, jadi penulis (atau editor nanti kalau udah lulus). Tapi jeleknya, aku tuh nggak konsisten, kalo nulis naskah suka nggak selesai dan lanjut ke naskah baru. Plus, aku juga susah manage waktu. Giliran ada waktu luang, senengnya aku main hape atau leyeh-leyeh aja atau cuma baca buku dan berandai-andai aku yang nulis buku itu. Sekalinya lagi niat, aku pernah nulis sampai 5 bab baru untuk GWP (belum pernah aku publikasikan), saking semangatnya, sampe nggak masuk kampus seminggu! Btw, itu juga karena kakiku lagi sakit sih.. Jadi kalo jalan nyeri gimana gitu. So, daripada nggak produktif mendingan nulis, kan?

(Nah ini, aku banget. Haha. Aku juga punya timbunan cerita di wattpad dan belom dilanjut sampai sekarang. Hehe. By the way, cepet sembuh ya, La)

4. Nah, Lala kan baru gabung nih di BBI. Bisa diceritain nggak perjuangannya masuk ke BBI gimana? Terus, gimana sih kesan kamu selama bergabung jadi anggota BBI? Apa nih harapan buat Bebi yang mau ultah?

Perjuangannya sih bisa dibilang nggak keras banget, cuma dapet penolakan sekali aja karena waktu itu blog ku cuma belum memenuhi syarat yang harus berusia minimal 6 bulan, ya? Terus tahun ini bulan apa gitu kemaren lupa, BBI buka pendaftaran dadakan lagi ya cuma beberapa hari. Otomatis aku langsung gercep lah, yaw~ Akhirnya berhasil deh mendapatkan nomor ekslusif itu, yeaaay! XD

(Untung ya, La, sekarang sudah bisa gabung. Hohoho.)

Aku sih baru bergabung, ya, tapi selama aku bergabung dan selama aku ngamatin BBI dulu sebelum gabung, BBI itu isinya orang keren semua, suer. Ketika scope pergaulan aku di twitter cuma sebatas following-ku, ternyata ada ratusan atau bahkan ribuan book-blogger lainnya yang super duper jago banget dalam ngereview dan pilihan buku mereka juga keren-keren. Kesan aku terhadap BBI-nya sendiri juga wow banget sih, mampu membuat event yang membuat sebagian besar atau bahkan semua anggotanya tertarik untuk berpartisipasi. Padahal komunitas besar, tapi bisa menghandle segitu banyaknya anggota dengan event-event seru itu. Yang paling aku sukai sebenernya challenge baca, yang bikin kita mau nggak mau produktif baca dong, biar nggak kalah, hihihi~ Terus event tukar kadonya dan perkenalan terhadap member juga juara, supaya member-membernya bisa mengenal satu sama lain dengan lebih akrab. Harapanku untuk BBI, terus berjaya ke depannya, dan semangat buat semua kakak-kakak pengurus divisinya, tugasnya berat semua soalnya. Fighting! Tetap semangat menyebarkan budaya membaca ke seluruh manusia-manusia di Indonesia ini. Dan selalu menjadi komunitas yang bisa bikin anggotanya bangga untuk bisa menjadi salah satu bagian dari BBI, contohnya aku. :)

(Wah, betul banget! Sejak gabung sama BBI aku tiba-tiba aja aku ketemu banyak orang keren dan pastinya down to earth banget. Nggak kenal? Yok kenalan. Hehe. Aku juga bangga bisa jadi anggota komunitas hits ini!)

5. Silakan beri komentar tentang aku ya, La. Tapi pliss banget yang baik-baik aja. Hahaha.

Ah, nggak mau ah yang baik-baik, hahaha. Nggak, ding. Komentar aku tentang Kak Puji itu.. Bikin iri! Pertama aku tahu Kak Puji karena ngestalk blog-nya dan ternyata anak HI UI. Deg! Langsung deh jiwa-jiwa SKSD-nya muncul kalo ke anak HI. Soalnya anak HI kan eksklusif banget tuh, sedangkan aku anak 'buangan' huhuhu. *masih baper ditolak HI* Yaudah jadinya aku nanya-nanya, deh. Aku salut sih sama Kak Puji. Udah anak HI, semester 6, yah? Terus ikut UKM kampus dan punya jabatannya juga, terus masih bisa ngurus book-blog-nya, nggak kayak aku yang suka kabur karena tugas, udah gitu ternyata pernah nerbitin buku juga! Aaaaaaak! Semakin iri daku, huhuhu. Pokoknya Kak Puji top-lah. Baik banget pula, serius. Kalo nge-typing di twitter rapi banget, bawaan semua penulis kali ya emang begitu, hihihi. Sayangnya belum pernah ketemu secara langsung padahal sekampus :( Semoga segera terealisasi lah wacana itu, hahaha. 

(Huwaduh. Aku jadi tersapu *eh, tersipu-sipu nih bacanya. Hehe. Oiii, kita kan pernah sekelas waktu itu. Hahah. Fix lah. Ayo realisasikan wacana itu!)

Semangat dan sukses terus lah buat Kak Puji!

(Yeay! Makasih Lala atas jawabannya. Sukses juga buat kamu!)

Demikian lah bincang-bincang antara aku dengan Lala. Wah, gila, ya! Kalau menurut Lala nih, ternyata menjadi anggota BBI itu bisa jadi suatu kebanggan tersendiri. Aku juga kok merasa kayak gitu. So, Bebi di umur yang keenam ini harus semakin hits. Hoho. Biar bisa menarik perhatian manusia-manusia se-Indonesia untuk bergabung. 

Baiklah. Selesai sudah untuk sesi angkatan 2017. Angakatan selanjut-selanjutnya siapa, ya? Tunggu aja tanggal mainnya. Hoho. Akan ada kejutan-kejutan lainnya yang akan muncul :) 


Bincang-bincang BBI Lintas Generasi

Sincerely,
Puji P. Rahayu